Menulislah, Seolah-olah Besok Kamu akan Melupakannya

Monday, October 31, 2022

Tidak Ada Yang Ditulis

Pada akhirnya tidak ada yang ditulis, meskipun sedari tadi banyak sekali hal-hal yang ingin ditulis.


Oktober, berjalan seperti bulan-bulan sebelumnya, terlalu biasa, terlalu monoton, terlalu banyak drama kehidupan yang melebihi sinetron. Segala sesuatunya seperti lagu lama yang diputar berulang kali, sampai bosan. Mengharapkan perubahan dengan segala perubahan tanpa kepastian seperti halnya sedang menggarami lautan, tak ada gunanya, tak ada faedahnya, hanya buang-buang waktu saja. Namun, bukankah kehidupan terkadang hanya sebatas menghabiskan waktu saja?


Menghabiskan waktu dan kehabisan waktu, tentu memiliki makna yang berbeda. Apabila dilihat dari sudut pandang yang lain pun hasilnya tetap sama. Beberapa orang menghabiskan waktu dengan mengeluhkan pekerjaan yang seringkali membuat dirinya kehabisan waktu untuk kehidupannya. Beberapa orang lainnya kehabisan waktu dalam mencari pekerjaan, beberapa proses seleksi seringkali menghabiskan waktu tanpa adanya keputusan akan diterima kerja. Sungguh betapa malangnya orang yang berada di posisi menghabiskan waktu dan kehabisan waktu dalam satu waktu yang sama. Betapa malangnya.


Sejak bulan lalu, sudah tak terhitung lagi berapa banyak lamaran yang dikirimkan. Beberapa lolos sampai tahap wawancara user, beberapa lagi lolos sampai wawancara HRD, beberapa lagi lolos administrasi saja sudah termasuk beruntung. Tidak banyak permintaan, tidak banyak keinginan, perihal gaji atau tunjangan. Cukup berikan saja pekerjaan dengan tugas yang jelas, dengan durasi waktu yang jelas, dan tentu saja dengan bayaran yang jelas. Namun terkadang, semua itu masih dianggap berlebihan.


Uang seratus ribu bagi sebagian orang kecil nilainya, termasuk bagi pejabat yang mengatasnamakan lembaga yang sedang merekrut tenaga kerja. Alasannya untuk biaya administrasi, seratus ribu bukanlah uang yang besar, bukan? Semua demi pekerjaan yang menjanjikan, tapi bayangkan bila dari satu orang mendapat seratus ribu, kalikan dan jumlahkan saja bila per harinya ada lima puluh orang? Kemudian dikalikan lagi dengan durasi waktu pendaftaraan. Begitu banyak uang yang berputar dari harapan yang berasal dari uang seratus ribu. Bukankah, seratus ribu bukan uang yang besar?


Terkadang terbersit pikiran untuk berani mengakhiri hidup, namun terbersit pula pikiran untuk menggunakan keberanian itu untuk menjalani hidup. Segalanya berkelindan begitu cepat, bahkan waktu pun tiba-tiba sudah sampai di ujung bulan oktober. Besok sudah november, dan sedari tadi belum ada tulisan yang bisa ditulis. Bahkan untuk tulisan omong kosong pun belum ada.


Sial, memang benar kata One Republic, terkadang ada beberapa omong kosong yang tidak bisa bekerja.


Namun kenapa omong kosong seperti itu bisa menjelma menjadi manusia, sampai diberi jabatan pula?

----------------------------------

Semuanya hanya dituliskan di dalam kepalanya. 

CTRL A + DEL.

Karena pada akhirnya tidak ada yang ditulis, tidak ada yang ditulis, tidak ada yang ... ditulis.


Oktober, waktumu sudah habis!

0 comments:

Post a Comment