Harapan

Terkadang kita itu rentan, rentan terhadap harapan palsu. Padahal semestinya kita harus percaya pada harapan, ya meskipun terkadang harapan itu harapan palsu yang sering menikam kita dari belakang. Tapi, sesakit apapun harapan palsu itu tetap kita nanti dan terus menanti akan sebuah harapan itu dan berdoa terus berharap akan sesuai kita harapkan, karena kita hanya seorang manusia biasa yang hanya bisa berharap akan datang suatu harapan yang akan menciptakan sebuah keajaiban yang mana keajaiban tersebut mampu membuat harapan kita yang awalnya sebuah harapan kosong menjadi sebuah harapan yang nyata, meskipun kenyataan harapan itu hanyalah sebuah fatamorgana, fatamorgana penghias teriknya panas siang hari ini dan dan terus menanti harapan itu muncul. Harapan yang muncul bagaikan setetes embun yang menyejukkan dan membawa angin kehidupan dan menyejukkan jiwa, itulah HARAPAN!!

Comments

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia