Angin dan Pengembara

Angin pedih mencambuk wajah
Gerimis bertubi-tubi membasahi pakaian
Membawa dinginnya es dan salju
Hilang sudah lembutnya saat-saat indah.

Bebukitan dibungkus kemurungan
Sinar mentari redup dan suram
Pengembara berharap ada di rumah
Pelancong menyesal ada dalam kedinginan

Angin menambahkan dingin pada salju
Salju membuat angin menggigit lebih tajam
Seperti bulir bunga willow, butiran salju berputar
Menari liar bagaikan bulu-bulu angsa berterbangan berputar
Membuta arah menghapus bumi dan langit
Penyair pencari bunga plum mensyukurinya
Namun hati pengembara tersayat rindu

Sebuah puisi lama dari lagu "Bulan di atas Sungai Barat"

Comments

  1. angin, salju, malam, murung dan sunyi...
    ah, terasa seperti saat ini
    walau tanpa salju menggigiti
    aku seperti disapa mati

    *nyari lagunya dulu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya gakpapa mas, sekalian nyari informasi juga ttg lagunya :D

      Delete
  2. angiin bawalah,, jiwaku melayaang,,,
    #galauEverywhere

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia