Cerita Dari TPS 5

Selamat malam para pembaca dan pengunjung blog saya, ketemu lagi dengan saya blogger yang tak tak pernah lupa sama pacar revisian skripsi. Revisian skripsi yang dalam tiga hari ini sedang tidak aku urus sama sekali. Jangankan memeluk atau bahkan mencium, buat sekedar melirik saja saya pun enggan. Dikarenakan dalam 3 hari terakhir saya sedang sibuk dengan yang namanya PEMILU 2014, tepatnya PEMILU Legislatif 2014. 

Ngomongin soal Pemilu Legislatif 2014 memang tak lepas dari kata pemilihan anggota legislatif, ya iyalah namanya juga pemilu legislatif! Haha iya, ngomong-ngomong saya ikut nyoblos loh. 

Nih buktinya 


Niatnya sih tanganku mau aku celupin semua ke wadah tinta ya itung-itung biar tanganku kayak avatar, biru semua tapi sayangnya wadah tinta gak muat. Alhasil cuma sepucuk jari kelingking yang aku celupin. Celupin kok sampe poll? Haha iya aku celupin sampai dasar botol tinta. 


Selain nyoblos, aku juga jadi berkesempatan untuk jadi saksi dalam pemilu. Iya, saya jadi saksi pemilu dari salah satu partai politik. Saksi yang tugasnya cuma mencatat dan mendata hasil dan perolehan suara, sekaligus menentukan SAH atau TIDAK SAH suara dalam pemilu. Awalnya aku pikir, tugas saksi itu mudah cuma duduk, diam, catat, lihat, dan dengarkan. Eh ternyata aku salah.



Salah yang pertama, para saksi harus berangkat jam 6 pagi. Jam 6 pagi, komandan! Demi apa?! Saya disuruh datang pagi-pagi buta. Jam 6 pagi itu waktunya mager sama pacar #eh maksudnya sama bantal. Tapi, saya jam segitu sudah berjaga di TPS 5. Sebuah rekor pribadi telah tercipta. Selamat!

Salah yang kedua, saya pikir jadi saksi itu cuma buat "Menyaksikan" proses pemungutan suara sekaligus penghitungan suara. Saya pikir pemungutan suara itu akan selesai dalam waktu singkat. Iya, memang pemungutan suara jam 1 siang sudah selesai, dan semua berjalan lancar. Sekarang tinggal namanya penghitungan suara. Dan inilah masalahnya, ternyata penghitungan suara itu selesainya jam 11 malam. Jam sebelas malam! Seharian aku habiskan cuma buat menyaksikan penghitungan suara. 


Salah yang terakhir, aku pikir saya sudah selesai. Ternyata saya salah, sudah berapa kali saya salah. Kata temen saya, saya hidup juga salah. Ah sial! Saya pikir setelah selesai penghitungan suara tugas saya sudah selesai. Tapi saya keliru, ternyata saya diharuskan membuat laporan yang ribet dan rumitnya lebih sulit dari aljabar. Setelah membuat laporan saya pun harus meminta tanda tangan kepada semua saksi yang ada, plus meminta tanda tangan kepada ketua TPS dan Panitia TPS 5.


Dengan ditemani segelas kopi susu, laporan pun saya terselesaikan. Dengan mata kuyu nan unyu laksana zombie kesurupan setan kemayu, laporan yang sudah dibuat pun tinggal saya kumpulkan kepada koordinator. Secara total pembuatan laporan saksi selesai jam setengah 1 malam. Ah sudahlah, cuma jam 1 malam mah masih sore. -_-

Akhirnya, laporan saya serahkan kepada koordinator dan saya pun mendapatkan balasan yang setimpal. Jeng Jeng Jeng, dapet amplop. Lumayan lah buat beli pulsa.

Ya mungkin sekian, cerita dari TPS 5. Sekian dan selamat tidur eh maksudnya selamat malam.

Comments

  1. buset dah itu jadi di celupin semua bro :D

    ReplyDelete
  2. Wah jarinya berwarna hehe :D
    Btw gila banget itu sampe jam 11 ...

    ReplyDelete
  3. Make tintanya dalem banget tuh..
    dapet duit yang di dalem amplop brapa tuh ? bagi dong ! hhe

    oh ya, kalau boleh gue minta tolong nih, kunjungi blog gue :
    http://nafarinm.blogspot.com/2014/03/mohon-doa-agar-sukses-uas-dan-un-2014.html

    sesama blogger harus saling bantu kan ?
    nah sekarang gue minta bantuan doa dan jangan lupa ketik "aamiin" di kolom komentar, makasih. ~ @nafarinm

    ReplyDelete
  4. di sini malah para panitia baru pulang jam setengah dua malem. haha. ya mau ga mau harus lembur dari pagi sampe malem. udah risiko :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iyaa sudah resiko emang kalo jadi saksi,,, udah gitu ujan deras lagi,. -_-

      Delete
  5. *tepuk tangan*
    salut, saya yang sekadar coblos dan pengen tau hasilnya doang penat banget nungguinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa iyaaa ini.. itung2 nyari pengalaman :D

      Delete
  6. tangannya gede banget -_- pantes gak muat masuk botol tintanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. huauaahahahaa padahal aslinya mah lebih gede lagi :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia