Aku Adalah Fatamorgana

Tak ada perdu yang merindukan terik.
Terik panas yang menyengat laksana padang fatamorgana.
Padang fatamorgana yang tak ada namun nyata di pelupuk mata.

Itulah aku, seorang sosok yang di matamu tak pernah ada. Tak pernah ada bukan karena salahmu mengabaikanku. Tapi karena aku, aku yang tak mampu menjadi padang perdu yang menjadi tempat rebahmu. Tempat rebah tubuh dan hatimu. Tapi aku tak bisa, aku terlahir menjadi padang fatamorgana. Sekali jadi padang fatamorgana tetaplah begitu adanya. Dan hanya keajaiban yang mampu merubahnya. Merubah padang fatamorgana menjadi padang perdu.

Keajaiban laksana datang mendekat tatkala ku lihat senyummu. Senyuman yang mampu membuatku lupa. Lupa bahwa senyuman itu bukanlah untukku. Tak jadi soal itu untukku atau bukan, tapi bagiku itu sudah cukup memberiku keyakinan. Keyakinan bahwa aku pun bisa menjadi padang perdu. Dan tak lagi menjadi padang fatamorgana yang tak nyata.


Tapi sayangnya, keajaiban itu hanyalah sementara. Tetap saja aku tak mampu. Tak mampu meraih keajaiban itu. Bukan karena sesuatu, tapi karena rasa malu. Rasa malu terhadap sosok dirimu. Sosok dirimu yang begitu mempesona sampai sampai aku menganggap berkenalan denganmu adalah sebuah mitos.

Kepercayaan diriku seakan luntur ketika berhadapan denganmu. Keberanianku hilang seketika. Tak ada kata, tak ada sapa. Lidahku kelu, mulutku tergugu ketika di depanmu. Rasa malu membuatku takut. Takut untuk maju menyapamu, dan berkenalan denganmu.

Aku, aku adalah aku. Sosok manusia yang selalu menatapmu. Menatapmu penuh harap. 
Ah manusia memang bisanya cuma berharap.

Comments

  1. blognya mas tentang curahan hati sama kaya blog saya tapi udh ada ranknya blog saya ranknya masih no data -_-
    pdhl isinya original mohon pencerahannya mas :) http://ikhwantujuhtiga.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog saya juga masih belum dapet page rank nya sampai sekarang -___-

      Delete
  2. ini curahan hati atau gimana mas? XD

    ReplyDelete
  3. sungguh mengharu biru kisah tentang aku adalah fatamorgana nya, miris dan membuat mata saya berkaca-kaca(baca: brebesmili).
    rangkaiankata yang indah kang, untuk itu ijinkan follow blognya ya

    ReplyDelete
  4. dibalik kata cieee ada yang curhaat..hihihi..
    baguuss tapi susunan kalimatnya..dibaca ujan2 denger lagu mellow. heeemmm jadi galauuu

    ReplyDelete
  5. Tapi tanpa harapan manusia nggak hidup juga lo :)). Yang hidupnya bermanfaat adalah yg berusaha mewujudkan harapannya :)

    ReplyDelete
  6. ngebaca ini jadi keinget guru bahasa indonesia di sekolah.
    mas guru b.indo ya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa bukan kok bukan, saya bukan guru bahasa indonesia -__-

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia