Melihat Angan Bekerja

Setidaknya, dibutuhkan kurang lebih uang satu juta rupiah untuk melakukan reparasi sepeda motor. Ada beberapa bagian yang perlu diganti dengan yang baru. Salah satunya adalah rem depan. Tidak banyak yang dipedulikan dari rem depan, selain tugas fungsionalnya sebagai pengendali laju sepeda motor. Jika bagian itu tidak berfungsi dengan benar, maka akan menciptakan kekacauan yang bisa menimbulkan celaka bagi pengendaranya. Sungguh betapa pentingnya rem depan, namun seringkali diabaikan.

Tapi duit darimana??

Seperti halnya rem depan, logika pun perlu diperhatikan dengan seksama. Agar nantinya, logika tetap sehat dan waras dalam mengatur laju kecepatan alam pikiran bawah sadar yang sering kali mencetuskan hal-hal yang tidak jelas. Belum lagi, kecenderungan alam pikiran yang jika tidak dikendalikan akan mudah terhasut oleh bujuk rayu perasaan. Alangkah bedebahnya hidup ini jika segala aspeknya selalu terbawa bujuk rayu perasaan. Hilang akal sehat, tidak bisa melihat segala sesuatunya dengan jelas, dan jadi tidak logis. Fuck Logic!

Setelah rem depan, beralih ke bagian dalam mesin, tepatnya ke bagian oli mesin. Sudah semestinya oli mesin diganti secara rutin. Semua dilakukan demi kesehatan mesin motor agar bisa tetap optimal dan juga agar tidak lekas aus mesinnya. Oli mesin penting sekali untuk diperhatikan, karena dengan adanya oli mesin ini, suhu panas dalam mesin bisa tetap terjaga, dan tidak meluber kemana-mana. Meluber kemana-mana seperti omongan tetangga, apalagi jika tetangga melihat sebelahnya yang tampak tidak bekerja, namun setiap hari selalu saja ada kurir yang datang mengantar paket. Sungguh aneh betul, tidak kerja tapi selalu belanja, wah tidak betul ini, tidak betul, pasti dia pelihara tuyul, pikir tetangga. Bukan begitu, bunda?

Banyak bagian yang bisa diabaikan, namun tidak dengan lampu motor. Perannya sedemikian penting untuk kehidupan, seperti halnya peran guru yang bisa menerangi jalan hidup muridnya dengan berbagai khazanah ilmu yang diajarkan. Dengan adanya ilmu yang mencerahkan sekaligus bisa membuka jalan terang untuk terbebas dari gelapnya kebodohan. Ya meskipun terkadang nasib guru di suatu negara bisa sebegitu mirisnya. Gaji telat, bayaran tidak seberapa, kinerja harus maksimal, anggaran Pendidikan dipotong sana-sini, belum lagi dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid dengan alasan yang tak masuk akal, sungguh sebenar-benarnya pahlawan tanpa tanda jasa. Begitu juga lampu motor, tanpa keberadaannya, sungguh mustahil untuk melewati gelapnya jalanan malam tanpa terjungkal ke selokan.

Dan, selanjutnya adalah bagian Spakbor. Terkhusus untuk bagian spakbor depan itu sangat penting perannya untuk menjaga kebersihan motor dan kebersihan pengendaranya dari cipratan kotoran maupun cipratan air di sepanjang jalan. Malangnya, spakbor depan menjadi bagian yang seringkali minta diganti yang baru. Berulangkali spakbor depan patah, terbelah jadi dua. Sungguh tak habis pikir, bagaimana hal itu bisa terjadi berulang kali, apa karena pengaruh beban atau bagaimana?

Secara tersirat spakbor mengingatkan akan sesuatu, yaitu akhlak, norma dan nilai sosial. Keberadaannya sangat bisa membantu diri untuk berjaga dari segala kekotoran yang ada. Baik itu kekotoran hati, kekotoran pikiran, maupun kekotoran perilaku yang terkadang masih banyak yang melakukannya dengan bangga. Bahkan, seringkali terlihat di linimasa, beberapa orang memamerkannya, seolah hal itu menjadi sesuatu yang wajar dan bisa dimaklumi untuk saat ini. Sungguh tidak habis pikir, entah karena spakbornya sudah rusak, atau memang stang motornya sudah oleng ke arah yang salah? Entahlah.

Setidaknya, dengan bermodalkan angan-angan punya uang satu juta rupiah untuk reparasi sepeda motor ternyata bisa melebar kemana-mana. Alangkah degilnya kenyataan, jika ternyata berkat angan-angan semata bisa melahirkan kalimat yang sedemikian banyaknya. Sungguh tidak habis pikir kenapa harus menuliskan ini semua, dan semakin tidak habis pikir kenapa ada yang rela membacanya.

Sampai habis.


Sarpres!

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ah, andai saja waktu itu punya angan-angan menjadi komisaris. Mungkin tulisan ini akan memiliki judul yang berbeda. Dan, mungkin juga dengan jabatan sebagai komisaris, bisa dengan mudah menyelipkan beberapa kolega ke dalam perusahaan. Ah indahnya dunia.

Mohon bantuannya ya, jika punya kenalan komisaris atau setidaknya punya informasi lowongan kerja bisa kali ya berbagi kepada yang membutuhkan pekerjaan.

Seperti saya.

Comments

  1. Cerita2 kayak gini tuh menyenangkan utk dibaca.
    selalu penasaran, kok bisaaaa siih, bikin analogi cerita angan2 dari mesin2 :D
    Terbaekkk memang!

    ReplyDelete
  2. Ckckck. Ini berarti cerita tulisannya sesuai dengan keadaan. Tapi yakinlah angan bekerjanya bakal tercapai bila ada usaha dan doa.
    Amin

    ReplyDelete
  3. ya, tak habis pikir mengapa aku rela baca tulisan ini sampai habis hahhaaa. Eh tapi bagus lho tulisannya

    ReplyDelete
  4. menurutku, keselamatan dan kenyamanan berkendara patut diutamakan lho..seperti juga ribuan kata yg berdesakan di benak patut diberi kesempatan untuk dituangkan melalui tulisan. ada tidaknya yg baca..itu sih jodoh2an saja..hehe..

    ReplyDelete
  5. Saat angan bertemu dengan angan-angan yang tepat, melahirkan banyak angan-angan yang menyenangkan untuk diceritakan. Dan membuat pembaca bertahan menyelesaikan membaca tulisan. :D

    ReplyDelete
  6. Saya juga suka berangan angan, bahkan beberapa suka saya tulis, karena bisa diwujudkan walau penuh dengan usaha. Tapi berangan adalah satu langkah awal menggapai apa yang mau kita wujudkan

    ReplyDelete
  7. Wih keren nih dari angan-angan bisa menghasilkan tulisan seperti ini. Selama berangan-angan gratis tidak masalah, kalau ada biaya bisa bahaya malah bikin pengeluaran banyak nanti. Hahaha

    ReplyDelete
  8. Ide untuk membuat tulisan ini kereen, deh! Entah kenapa saya rela membacanya hingga abis hahaha.
    Etapi beneran, loh, tulisannya bermakna sekali. Dari melihat bagian motor bisa menghasilkan sudut pandang yang berbeda

    ReplyDelete
  9. Ahahahaha gpp berangan2 jd komisaris siapa tau kaaann? Punya dapat warisan sendiri dari mana gtu.
    Btw keinget pas nyervis motor, niatnya mau cek bagian A merembet ke B,C, D, naseeebbb :D

    ReplyDelete
  10. Semua berawal dari angan ya Kak, lantas kita digerakan untuk mencapainya. Yakinlah bisa pasti. Kucingnya gemes hahahah ikutan juga melek kamera

    ReplyDelete
  11. Angan-angan menjadi komisaris. Siapa tahu suatu saat bisa menjadi kenyataan kan? Mulai aja dulu, pasti ada jalan. Kalau kata slogan iklan.

    ReplyDelete
  12. luar biasa mas, dari kendaraan bermotor saja saya sudah mendapat banyak sekali filosofi hidup. seperti guru yang mengajarkan murid tapi tak terlihat mengajarkan

    ReplyDelete
  13. Aku juga sering sih bikin analogi saat berangan-angan gini. Tapi jrang sekali menuangkannya dalam tulisan. Padahal kalau ditulis seru juga ya bisa dibaca orang lain. Setuju banget dengan analogi yang dituliskan. Sepertinya memang setiap hal di dunia ini berkaitan satu sama lain ya ^_^

    ReplyDelete
  14. Spakbor aja bisa dianalogikan sebagai norma ya. Kalau lagi berangan-angan, celoteh bisa kemana-mana. Ayo ditulis angan menjadi komisarisnya bagaimana mas, hehe.

    ReplyDelete
  15. Hehe menarik mas. Aku tersindir dengan paket2 yg datang ke rumah. Oh ya, aku juga lagi pingin kerja kantoran lagi. Tapi nampaknya belum rezeki. Udah daftar ga ada telepon artinya ga lolos. Waktu itu aq berdoanya yg terbaik aja. Cocok ga pekerjaan tsb untuk ku. Ya mgkn menurut Allah ga cocok

    ReplyDelete
  16. Satu juta yang panjang yaa.. tapi bersyukur masih bisa berangan-angan dengan bebas, berangan-anganlah sebelum berangan-anganpun dilarang

    ReplyDelete
  17. Satu juta yang panjang yaa.. tapi bersyukur masih bisa berangan-angan dengan bebas, berangan-anganlah sebelum berangan-anganpun dilarang

    ReplyDelete
  18. Seringkali kita bisa mengambil pelajaran maupun menganalogikan sesuatu yang terjadi dalam hidup ini dengan sebaik-baik prasangka.
    In syaa Allah menjadi doa yang terbaik ketika pintu langit diketuk.

    ReplyDelete
  19. aku pun gak habis pikir kenapa yang nulis punya imajinasi menulis sebagus ini yah menganalogikan mesin dengan banyak hal dalam kehidupan. ditunggu kak tulisan lainnya

    ReplyDelete
  20. Setiap kalimatnya memiliki makna yang dalam. Terkadang kita membutuhkan waktu untuk memperdayakan akal agar seimbang.

    ReplyDelete
  21. Tema tulisan yang menarik kak. Dari berangan-angan bisa publish tulisan seperti ini. Sesungguhnya ide menulis itu bisa datang dari mana saja termasuk ketika kita sedang berangan-angan.

    ReplyDelete
  22. Ternyata banyak hikmah dan cerita di balik reparasi sepeda motor, jsdi inget motor saya yg terbengkalai selama 3 tahun di bandung

    ReplyDelete
  23. Wahh ternyata hanya angan-angan saja, tapi kalau untuk urusan motor saya biasa lakukan sendiri sih (asalkan masih bisa di utak-atik sendiri), dan untungnya ada bengkel yang bisa pake barangnya dlu baru bayar kapan-kapan kalau misalnya ada yang dibutuhkan hahhaa. Karena bengkelnya orang yang udh saya kenal dlu.

    Wah kalau untuk urusan pekerjaan saya biasa daftar online kalau tidak ada alumni atau kenalan gitu, ada di jobstreet, kormo job app, kalibrr app. Responnya lumayan cepet kok, kalo cocok bisa sampai wawancara dan training, dan langsung bekerja. Tapi kalau mau lebih cepet lagi prosesnya mending langsung email HRD nya, terus mau masuk posisi apa gitu.

    ReplyDelete
  24. wah keren banget ini analoginya ada satir-satir dan sindirannya juga. kalau sebagai perempuan jujur kadang nggak terlalu ngerti soal motor kecuali pas diingatkan baru deh kepikiran ke bengkel. hihi

    ReplyDelete
  25. aku minggu kemarin servis motor
    ada klep yang patah di bagian depan
    rantai udah molor
    dan banyak wes
    hahhaa

    tapi ya begitu, memang harus rela merogoh kocek lebih dalam

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Twitter Kena Suspend? Jangan Khawatir

Pada Akhirnya, Manusia Hanya Bisa Berencana

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi