Andai Aku

Andai aku seorang pemain sepak bola, akan aku cetak banyak gol dan kupersembahkan hanya untukmu, meski ke gawang sendiri.

Andai aku seorang pelukis, aku akan lukiskan perasaanku padamu, meski ku tahu seisi bumi ini tak akan cukup untuk jadi kanvasnya.

Andai aku seorang arsitek, akan kubangun cintaku, meski bentuknya absurd.

Andai aku seorang penyihir, aku akan buat keindahan-keindahan hanya untukmu, meski sementara. Dan aku harap kau akan tersenyum atas itu, meski sementara pula.


Andai aku orang kaya, akan aku kabulkan setiap permintaan yang kamu minta, termasuk permintaan untuk melamarmu secepatnya.

Andai aku penemu, akan aku temukan obat yang membuat cinta kita awet untuk selamanya.

Andai aku seorang petani, yang akan kutanam bukanlah padi atau jagung, tapi benih-benih kepercayaan dan akan kutebangi kecemburuan yang tumbuh di pematang hatiku.

Andai aku seorang pemimpi, aku ingin bermimpi tentangmu. Meski tanpa aku di sana.

Andai aku seorang prajurit, aku hanya akan berperang untukmu. Meski rinduku lah musuhnya.

Andai aku seorang penyanyi, akan kunyanyikan lagu-lagu indah untukmu. Di nada-nada mayor, lagu kebahagiaan.

Andai aku seorang penulis, aku akan menulis kejelekan, kekurangan, dan segala keburukan tentangmu di atas air.

Andai aku seorang ahli bahasa, akan aku hilangkan kata “benci”, “karena”, dan “sebab”. Meski aku tahu kau akan menggunakan frasa “tak suka” untuk menggantikan kata “benci”, namun aku tenang karena tidak ada alasan kau “tak suka” padaku.

Andai aku seorang programmar, aku akan buat program bernama “jatuh cinta” meski mungkin tak akan pernah kau install di hatimu. Tapi dihatiku, program itu adalah ‘operating sistem’-nya.

Andai aku seorang hantu, yang akan kuhantui bukanlah kamu, tapi ketakutanmu. Aku akan menakut-nakuti ketakutanmu hingga kau tak merasa takut lagi.

Andai aku seorang penyair, aku akan buka pintu dunia, lalu kubawa kau ke teras laut, di sana tatapanku dan tatapanmu akan bercumbu hingga selasar pantai menggelap dan kau pun terlelap, di pangkuanku.

Andai aku seorang yang bodoh, akan kubuat kau tertawa karena kebodohanku, dan jika aku seorang yang pintar, aku ingin menjadi bodoh.

Andai aku hanya seorang petugas keamanan, yang akan kujaga adalah hatiku agar tak ada yang mengganggumu di sana.

Andai aku seorang yang sempurna, aku tak mau. Aku ingin menjadi aku yang apa adanya di hadapanmu.

Andai aku seorang yang kau cintai…

Andai aku seorang…

Andai aku…

Ah! Sekarang aku tak ingin berandai-andai lagi. Aku lelah benci jika harus berandai-andai lagi. Aku hanya seorang aku. Aku tidak bisa jadi selain aku. Dan aku hanya ingin jadi aku… karena aku mencintaimu.

Disadur dari : http://demprul.wordpress.com/2012/02/18/andai-aku/

Comments

  1. anjirrr. keren banget kalimat lo. diksi dan majasnya sesuatu banget. berbakat banget dah

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia