Sebuah Cerita Dari Tanah Jerman (Piala Dunia 2006)

Selamat malam para pembaca blog saya, apa kabar kalian semua? :)) Ketemu lagi dengan saya, sang blogger idaman sepanjang jaman. *kemudian digampar pembaca* 
Tak terasa sudah tanggal 6 Maret 2014, dan artinya 5 hari ada hari yang sangat spesial buat saya. Hari apa itu van? Ada apa emang? Ada deh, saranku sih mulai sekarang kumpulin duit saja buat beli kado. (biar kesannya misterius kalo bentar lagi hari ulang tahunku) Yah malah ngasih tau -____- 

Ngomongin soal hari, tak terasa bentar lagi kira-kira 98 hari lagi gelaran Piala Dunia 2014 akan di mulai, dengan Indonesia Brazil sebagai tuan rumahnya. 98 hari bukannya lama ya? Kok dia ngomongnya sebentar sih? Entahlah -_- Btw kalian menjagokan negara mana buat jadi juara dunia? Kalo aku sih Indonesia *ditabok pembaca* Terserah kalian sajalah mau menjagokan negara mana #pasrah -_-

Ngomong-ngomong soal Piala Dunia, aku punya cerita nih seputar Piala Dunia. .......

Pada dahulu kala, pada tahun 2006 ketika sepak bola sedang menjadi candi candu yang menjangkiti seluruh penduduk dunia, digelarlah sebuah Piala Dunia yang saat itu digelar di Negara Jerman. Semua Negara berlomba-lomba mengirimkan pemain-pemain terbaiknya untuk bertarung memperebutkan Trofi piala dunia. Tak terkecuali dengan Negeri "Pizza" Italia. Italia pun mengirimkan pemain-pemain terbaiknya untuk bersaing dengan negara lain, demi sebuah piala karya anak bangsa Silvio Gazzaniga. Piala Dunia.
Sumber : Piala Dunia

Namun sayang seribu sayang, ketika banyak negara datang ke Piala Dunia 2006 dengan berbagai harapan, percaya diri tinggi dan dukungan, namun tidak dengan Italia. Italia datang ke Jerman dengan membawa malu, dan rasa pesimisme akibat terkuaknya skandal Calciopoli alias Skandal Pengaturan Skor yang melibatkan banyak tim-tim besar di Kompetisi Sepak Bola Italia. Skandal Calciopoli ini sangat mencoreng citra Italia di mata dunia sehingga tidak banyak yang menjagokan Italia dapat berbicara banyak di Piala Dunia 2006. Semua tak ada yang menjagokan Italia, selain para pemainnya sendiri. Para pemain Italia dan tentu saja sang pelatih legendaris, Limbad Marcello Lippi.

Sumber : Smile!
Berangkat dengan membawa malu dan rasa pesimis akibat ditolak gebetan Skandal Calcipoli membuat banyak negara memandang Italia dengan sebelah mata. Tergabung di Grup E bersama Republik Ceko, Ghana, dan Amerika Serikat. Dan yang menjadi lawan pertama adalah Ghana. Butuh kemenangan meyakinkan demi menghapus keraguan publik, terutama seluruh warga Italia, dan sekaligus membangun pijakan yang kuat untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Italia tanpa ampun menggasak Ghana dengan skor 2-0, lewat gol-gol yang dicetak Andrea Pirlo menit 40 dan Vincenzo Iaquinta menit 83.

Pada pertandingan kedua, Negeri Paman Sam telah menanti mereka dengan segenap Ayam Goreng Kentucky andalan mereka. Italia benar benar dipaksa bekerja keras dan benar benar menguras tenaga. Hasil akhir Italia dipaksa bermain imbang 1-1 lewat gol Alberto Gilardino dan gol bunuh diri Cristian Zaccardo. Dan uniknya gol bunuh diri inilah satu-satunya gol yang menjebol gawang Gianluigi Buffon sepanjang piala dunia 2006.

Pertandingan terakhir sekaligus pertandingan menentukan pun digelar, dengan lawan terakhir adalah Republik Ceko. Namun memang sedang sial, Italia memulai laga dengan keluarnya Alessandro Nesta karena cedera parah pada menit 17. Dan, Penggantinya adalah Marco Materazzi. Dari sinilah Materazzi kemudian menjadi salah satu bagian integral Italia sepanjang turnamen. Selain tampil solid, Materazzi juga membuka kemenangan Italia lewat gol di menit 26 dan diakhiri dengan gol Fillipo Inzaghi 3 menit sebelum wasit meniup balon peluitnya tanda bubaran. Italia pun melenggang mulus ke babak 16-Besar.

Di Babak 16-besar, Italia sudah ditunggu mantan pacarnya Australia. Secara kualitas, Australia tentu di bawah Brasil maupun Azzurri sendiri. Seharusnya, Italia menang bisa dengan mudah. Namun, itu tidak terjadi. Kartu merah Marco Materazzi di menit 50 membuat keadaan jadi sulit bagi mereka. Sepanjang laga, Gianluigi Buffon beberapa kali melakukan penyelamatan untuk mengamankan pacarnya gawang Italia dari rayuan gempuran Mark Viduka dan kawan-kawan. Hingga habis waktu normal, skor 0-0 tetap tak berubah. Di masa injury time, momen krusial tercipta. Fabio Grosso dijatuhkan di area terlarang dan wasit Luis Medina Cantalejo menunjuk titik putih. Para pemain Australia memprotes keputusan pengadil asal Spanyol tersebut, tapi keputusannya tak berubah. Dengan tenang, Fransesco Totti yang ditunjuk jadi selingkuhannya eksekutor menjebol gawang Australia. Italia pun lolos ke babak Perempat final. Ah memang dewi fortuna sedang kasmaran sama Italia. Orang beruntung menang dari orang kaya.

Di babak Perempat Final, Ukraina sudah menunggu dengan Andriy Shevchenko sebagai tukang pukulnya. Dengan tanpa keraguan, Italia balik memukul lewat Luca Toni dan mengakhiri laga dengan keunggulan 3-0 untuk Italia. Italia pun lolos ke Babak Semifinal.  Dari semua pilihan, lawan mereka berikutnya adalah yang terberat. Lawan berikutnya adalah Sang tuan rumah, Jerman.

Di babak Semifinal, Italia berhadapan dengan tuan rumah sekaligus kandidat terkuat untuk meraih gelar juara, Jerman. Di laga ini, Italia menampilkan permainan terbaiknya sepanjang turnamen.Usai melewati Swedia dan Argentina, Jerman berambisi memberikan yang terbaik untuk para pendukungnya, yakni kelolosan ke partai final. Namun, sepertinya Jerman salah pilih lawan dan di waktu yang tidak tepat pula. Saat itu, Italia sedang berada dalam performa puncak. Italia menggasak Jeman skor 2-0 lewat babak perpanjangan waktu lewat gol Fabio Grosso di menit 119, dan Alessandro Del Piero di menit 121. Selebrasi Grosso sendiri merupakan salah satu momen paling tak terlupakan dari Piala Dunia 2006. Dengan begitu emosional Fabio Grosso merayakan gol-nya dengan menangis sambil berlari layaknya orang kesurupan. Suatu momen yang tidak akan bisa dilupakan oleh warga Italia. Emosional!. Italia pun lolos ke Babak Final. 
Sumber : Goal!


Tak ada yang menyangka Italia mampu lolos ke Babak Final. Unpredictable!
Dan, lawan yang menanti mereka di partai puncak adalah seteru utama, Prancis. Piala Dunia 2006 sendiri bisa dibilang sebagai akhir dari generasi emas Prancis bersama maestro jenius yang bernama Fandhy Achmad Zinedine Zidane. Melihat perjalanannya hingga final dengan mengalahkan Spanyol, Brasil dan Portugal serta kualitas tim yang dinilai sedikit di atas Italia, Les Bleus pun tak pelak lebih diunggulkan. Terlebih lagi, Italia dianggap sudah kehabisan tenaga akibat laga penuh tensi dan menguras energi melawan Jerman di Semi final. (sumber)

Namun, Italia menyiapkan sebuah skenario berbeda. dan Marco Materazzi jadi salah satu aktor utamanya. Di menit 7, Prancis mendapat hadiah kejutan penalti. Dan dengan dingin, Zidane membawa Prancis unggul. Tapi, di menit 19, berawal dari set-piece Andrea Pirlo, kedudukan kembali imbang setelah Materazzi menaklukkan Fabien Barthez dengan sundulannya. Skor 1-1 bertahan hingga habis waktu normal. Laga berlanjut ke extra time. Di sinilah, tepatnya pada menit 110, sebelum laga berlanjut ke adu penalti, terjadi sebuah insiden yang melekat kuat dalam ingatan publik dunia. Gara-gara terprovokasi, Zidane menanduk dada Materazzi dan menerima duit semilyar kartu merah! (sumber)

Sumber : Aduuhh!

Di babak adu penalti, Prancis berada dalam situasi terjepit setelah eksekusi David Trezeguet tak menemui sasaran. Italia berada di atas angin berkat penalti sukses Pirlo, Materazzi, Daniele De Rossi dan Alessandro Del Piero. Siapa yang akan menyangka, kemenangan Italia ditentukan oleh Fabio Grosso (lagi). Mengambil sebagai penendang terakhir, dengan tenang dia mengecoh gawang Fabian Bartez dan membawa kemenangan buat tim Azzuri. Penaltinya sempurna dan Italia keluar sebagai juara. Dan kembali, Fabio Grosso pun menangis lagi, bedanya bukan cuma dia yang menangis tapi seluruh pemain Italia pun menangis, menangis bahagia. 

Sumber : Juara!

Piala Dunia 2006 adalah momen ketika Italia berhasil juara dunia dengan bingkai calciopoli. Berangkat dengan sejuta pesimisme dan keraguan di tengah prahara akibat Skandal Calciopoli, Italia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk menaklukkan dunia. Sepakbola mereka bukan favorit ketika itu namun dengan simfoni orkestra ala Marcello Lippi, sketsa juara dunia perlahan bisa digapai. Italia tersandung Skandal Calciopolli namun rakyat menyanjung tinggi kerja keras sepakbola mereka. Dari sebuah fantasi Italia menggapai mimpi. Tak bertahan dengan Cattenacio yang selama ini sering dihadiahi publik dan pengamat sepakbola kepada sepakbola Italia, lebih dari sekedar bertahan, Italia justru menekan lawan dan tampil sebagai juara. Aku juga menangis terharu melihat perjuangan Tim Italia, datang dengan Prahara pulang membawa Trofi Jawara. :')

http://sidomi.com/71279/fabio-cannavaro-yakin-skuad-muda-italia-sukses-di-euro-2012/

Pesan Moral : 
Dengan kerja keras pantang menyerah, niscaya semua mimpi kita bisa menjadi nyata. 

TAMAT

Referensi
http://jerman2006.wordpress.com/2006/06/12/profil-tim-italia/
http://en.wikipedia.org/wiki/Silvio_Gazzaniga
http://m.goal.com/s/id-ID/news/3205504/
http://www.bola.net/editorial/italia-2006-menaklukkan-dunia-di-tengah-prahara-9.html
http://virfast.com/menanti-kebangkitan-nuovo-il-sette-magnifico.html
http://kampoengmoeslem.blogspot.com/2010/06/10-momen-piala-dunia-dalam-1-dekade.html
http://juarapialadunia.com/perjalanan-italia-menjadi-juara-dunia-2006/
http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/06/26/simfoni-sepak-bola-indah-yang-bernama-timnas-italia-467104.html
http://sidomi.com/71279/fabio-cannavaro-yakin-skuad-muda-italia-sukses-di-euro-2012/
http://yuliw.wordpress.com/2010/06/

Comments

  1. Udah lama banget ceritanya. Ditunggu kisah selanjutnya (Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan)

    ReplyDelete
  2. Kritik dikit ya mas, padahal tata bahasanya udah enak dibaca, tapi kalimat plesetan yang dicoret agak terlalu banyak jadi mengganggu..
    Btw utk Piala Dunia 2014 saya dukung Jerman (tim fav) dengan Italia dan Prancis (berhubung pernah kesana,hehe..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, makasih sarannya :)) saya juga liatnya aneh juga tuh, tulisan sendiri tapi aneh sendiri haha

      wah enak bgt tuh udah pernah ke italia sama prancis :3

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia