Janji Calon Presiden

Pemilihan presiden dan wakil presiden sebentar lagi. Semakin dekat dengan hari pemilihan semakin sering pula para capres dan cawapres pedekate kepada masyarakat, salah satunya dengan blusukan. Blusukan mencari dukungan ataupun mencari dana kampanye. Ngomongin soal kampanye, yang pertama kali terbersit di pikiran kita adalah janji-janji manis dari kedua pasangan capres dan cawapres. Mulai dengan janji yang bersifat administratif, birokrasi, sampai janji-janji kampanye yang bersifat populis.

Janji kampanye banyak didengungkan para pasangan capres dan cawapres guna meraih dukungan dan simpati masyarakat. Mulai dari janji perbaikan infrastruktur, janji kenaikan gaji buat para PNS, janji pendidikan gratis, dan blablabla. Oke, itu semua merupakan janji kampanye yang umum sekali didengungkan oleh para capres dan cawapres jelang pemilihan. 

Andai saja saya ikut nyapres, maka selain mengumbar janji-janji kampanye yang umum seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, saya akan menambahkan janji-janji kampanye yang lainnya. Yang mana janji-janji ini terlihat sepele namun dampaknya akan dahsyat. HAHA


Berikut adalah janji-janji kampanye, andai saya terpilih jadi Presiden :

1. Menghapus Skripsi
Well, dalam hal ini saya sendiri mengakui bahwa skripsi merupakan pembahasan yang sensitif bagi para mahasiswa, khususnya bagi para mahasiswa semestrr akhir. Pertanyaan "Kapan wisuda?" adalah pertanyaan yang sangat sangat sensitif bagi mereka. Terkadang skripsi itu menyiksa fisik dan pikiran para mahasiswa, mulai dari susahnya dapet tanda tangan acc dosen pembimbing, sampai malesnya sulitnya mencari data. Skripsi telah menjadi mimpi buruk bagi para mahasiswa.

Oleh sebab itu, saya sebagai capres yang Pro-Mahasiswa, apabila saya terpilih jadi presiden nanti saya berjanji akan menghapus skripsi sampai ke akar-akarnya. Jadi, apabila kalian (para mahasiswa) ingin kuliah tanpa skripsi, maka coblos saya. Eh maksudnya pilih saya!

2. Menghapus Ujian Nasional
Sama seperti nasib skripsi bagi para mahasiswa, Ujian Nasional juga merupakan masalah yang krusial bagi para pelajar-pelajar, khususnya pelajar SD, SMP, dan SMA. Ujian Nasional itu bagi mereka adalah sebuah mimpi buruk. Bayangkan saja belajar 6 tahun (SD) dan belajar 3 tahun (SMP, SMA) lulus atau tidaknya ditentukan cuma dalam waktu yang relatif singkat, sekitar satu mingguan. Bagi mereka itu Non-Sense. Selain itu, para pelajar adalah generasi penerus bangsa, apa gak kasian kalo mereka tak lulus ujian? Pelajar, khususnya pelajar SMA yang sudah memiliki hak pilih merupakan Swing Voter. Mereka adalah pemilih yang potensial untuk dikeruk semaksimal mungkin suaranya dalam pemilu. 

Oleh dengan seribu pertimbangan, maka saya akan putuskan apabila nanti saya terpilih menjadi presiden maka saya akan menghapus Ujian Nasional sampai akar-akarnya. Kasiankan para dedek-dedek unyu yang pada nangis gegara kagak lulus ujian nasional. Jadi, apabila kalian (para pelajar SMA) ingin sekolah tanpa ujian nasional, maka coblos saya. Eh maksudnya pilih saya!

3. Memudahkan Siaran Bola
Sepak bola adalah bahasa universal. Sepak bola adalah alat penyatu semua, dengan sepak bola kita mampu melupakan segala bentuk-bentuk perbedaan yang ada. Dengan sepak bola, kita bersatu dalam kegembiraan bersama. Sepak bola saat ini selain sebuah olahraga, juga menjadi sebuah mesin politik yang dominan. Mesin politik yang dominan dalam merengkuh suara dalam pemilihan. Lengkapnya baca Sepak bola dan Politik. Bagi masyarakat, sepak bola adalah sebuah candu, yang mana membuat para penikmatnya ketagihan untuk terus dan terus menonton dan menikmatinya. Sepak bola luar negeri adalah tontonan nomer satu. Namun sukarnya siaran bola luar negeri membuat para suporter kesulitan dalam menontonnya. Selain itu, kalo pun ada siarannya, para suporter harus mengeluarkan biaya tambahan. 

Oleh sebab itu, dengan beribu pertimbangan, apabila saya terpilih nanti jadi presiden maka saya berjanji akan memfasilitasi para suporter bola dalam mendapatkan tontonan sepak bola yang berkelas dengan cara menggratiskan seluruh siaran bola luar negeri, khususnya Sepak Bola Eropa yang selalu menjadi Primadona. Jadi, apabila kalian (para suporter bola) ingin siaran bola gratis tanpa pungutan biaya, maka coblos saya. Eh maksudnya pilih saya!

4. Memakmurkan Para Jomblo
Katanya sih, jomblo di negeri ini jauh lebih dibanding dengan yang memiliki kekasih. Salah satu jomblo yang paling sensasional adalah bapak capres kita, yaitu saya sendiri. Banyak anggapan yang menganggap jomblo itu ngenes, hina, dan menyedihkan. Apa salahnya jadi jomblo? Slogan ini saya gunakan untuk melindungi para jomblo dari cercaan dan hinaan dari orang orang yang memiliki kekasih. Selain itu, kita sebagai jomblo juga bisa mengatakan bahwa "Jomblo adalah pacaran yang tertunda" atau "Pacaran adalah jomblo yang tertunda". Fix! Sudah jelaskan? Emangnya meskipun Jomblo, kita tidak bisa berprestasi? Salah besar. Mari kita mendobrak stigma negatif ini. Oleh sebab itu, sebagai motivasi bagi kalian yang sedang jomblo, saya selaku jomblo paling sensasional sekolong jagat dengan ini akan mencalonkan diri saya sebagai calon presiden dari Partai PJB (Partai Jomblo Bersatu).

Saya berjanji, jika saya terpilih nanti jadi presiden saya akan memakmurkan para jomblo yang ada di negerti. Mulai dengan pembagian tunjangan tiap bulan, pembagian satu unit Lamborghini bagi jomblo cowok dan satu unit Mini Copper bagi jomblo cewek, dan berikut tunjangan-tunjangan yang lainnya dengan bertujuan memakmurkan para jomblo. Para jomblo harusnya tidak kita hina, karena jika saya terpilih presiden para jomblo akan menjadi sosok penting bagi perkembangan pembangunan negeri ini. Siap-siap saja yang punya pacar, bakalan menyesal telah memiliki pacar karena tak bisa menikmati tunjangan-tunjangan yang akan saya berikan kepada para jomblo. Jadi, apabila kalian (para jomblo) ingin makmur, maka coblos saya. Eh maksudnya pilih saya! 

Ya, sekian janji-janji kampanye yang saya berikan. Saya selaku pemimpin Partai PJB, menyatakan dengan ini meminta kepada para jomblo di negeri ini untuk mendukung saya dalam pemilihan presiden.
Hidup Jomblo!

#catatan : Ini semua cuma buat hiburan belaka, jika ada pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, saya minta maaf.

Comments

  1. 1, 2, 3 mewakili saya banget... kecuali yang ke-4 yang nggak... (nggak mau ngaku.... :)))

    ReplyDelete
  2. skripsi gak ada, ujian juga gak ada... nentuin lulusnya begimana bang? hahaha... tapi sebelum skripsinya dihapus, mending dihibur dulu para pengejar wisuda yg terhalang skripsi, biar gak langsung galau...

    "biarkan saja dulu...
    kita... gagal wisuda..
    mereka pun pernah juga...
    saatnya kau.. dan aku sekarang..."

    *nyanyi lagu BCL*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kalo urusan nentuin lulus atau tidaknya sih itu masalah gampang ..... kita dimusyawarahkan nanti haha :D

      Delete
  3. Belum ada lho presiden yang menjanjikan janji suci dipelaminan sama warganya -_- patut di coba nih sama pak presiden.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertama-tama, kita ucapkan janji suci dulu antara aku dan kamu kyaaahahaha :D

      Delete
  4. Aku rapopo mas, it's okey wae. Jomblo berkata.

    ReplyDelete
  5. Mari dukung ka fandy jadi presiden!!! hahahaha

    ReplyDelete
  6. Yo kalau ngono janji ne, terus beneran diterapin atau dibuktiin, matur nuwun, bapake. :p

    Untung belum hak pilih, masih ga terlalu pusing. Haha.

    ReplyDelete
  7. selamat, anda terpilih dapat liesbter award dari saya. :D cek di sini >> blognyayandi.blogspot.com/2014/06/liebster-award.html
    di tunggu postingannya ;)

    ReplyDelete
  8. jelas aku enggak akan pilih karena alasan no 4 hehhehe

    ReplyDelete
  9. jelas aku enggak akan pilih karena alasan no 4 hehhehe

    ReplyDelete
  10. tapi bukankah hanya menyebut-nyebut nama kaum jomblo itu adalah diskriminasi terhadap kaum yang punya pacar? *halah*
    gue juga jomblo, jadi gue dukung kamu jadi jomblo *lah

    ReplyDelete
  11. Kalo gue udah bisa milih, gue pasti milih lo.

    Karena sebagai jomblo-hina-dan-homo (lho?), gue sangat ingin mobil lamborghini...

    ReplyDelete
  12. Kalau menghapus Ujian Nasional mah sama kaya pak nomor #2

    ReplyDelete
  13. hahaha yang janji nomor 4, kocak deh xD

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia