Beasiswa Bidik Misi


Beasiswa bidik misi Adalah sesuatu yang istimewa untuk saya. Dengan beasiswa tersebut, saya tidak perlu membayar uang semesteran, saya juga mendapat bantuan biaya hidup setiap bulan. Seringkali uang tersebut saya gunakan untuk berbagai keperluan. Kadang untuk keperluan kuliah, lebih sering untuk bertahan hidup atau bahkan saya gunakan untuk kesenangan saya sendiri. Saya ingin meminta maaf jika saya menggunakan uang beasiswa tersebut dengan tidak seharusnya. Mungkin di luar sana masih banyak yang lebih pantas menerima beasiswa tersebut daripada saya. Namun, saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk membuktikan bahwa saya pantas menerima beasiswa tersebut. Tapi saya benar-benar berterimakasih karena beasiswa bidik misi ini sangat meringankan beban keluarga saya. Beasiswa bidik misi sangat berharga untuk saya.

Karena kita masih muda, kita masih bisa melakukan banyak hal. Karena kita adalah Generasi Indonesia. Generasi yang tumbuh di era teknologi digital yang terus berkembang. Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama bahkan tanpa perlu bertemu. Banyak jejaring media sosial yang bisa kita gunakan untuk melakukan suatu gerakan perubahan, untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, untuk saling bertukar pikir, untuk berbagi mimpi.

Untuk itu, saya ingin mengajak teman-teman untuk membuat mimpi bersama, “SEKOLAH 2,5 %”. Sekolah yang akan kita dirikan bersama dari beasiswa kita. Saya dan teman-teman hanya perlu menyisihkan 2,5% dari beasiswa yang kita terima atau berapapun yang ingin kita berikan tergantung kemampuan masing-masing. Tapi fakta bahwa kita adalah penerima beasiswa yang artiya bahwa kita juga kekurangan secara ekonomi, mungkin hal ini terasa membebani untuk saya atau bahkan teman-teman semuanya. Saya pernah merasakannya, bagaimana satu rupiah pun sungguh sangat berharga. Tapi karena kita adalah Generasi Indonesia. Karena kita masih muda. Jika saya tidak punya uang, saya masih punya banyak tenaga, saya masih bisa berbagi pemikiran. Bukan hanya saya, teman-teman juga mempunyai hal itu –tenaga dan pikiran-.

Ini adalah bentuk tanggung jawab saya, tanggung jawab kita sebagai mahasiswa penerima beasiswa pemeritah, tanggung jawab kita yang sudah menghabiskan uang rakyat, tanggung jawab kita sebagai warga negara, tanggung jawab kita sebagai manusia. Dan yang lebih penting adalah inilah wujud terimakasih kita atas segala kemudahan dan kenyamanan yang telah kita rasakan dari beasiswa bidik misi ini. Bahkan dalam agama saya, dikatakan bahwa sebagian dari peghasilan kita adalah hak orang lain (orang yang membutuhkan). Cukup 2,5 % dari penghasilan kita untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

Pernah saya bicara dengan teman-teman saya tentang ide saya ini untuk menyisihkan 2,5% dari beasiswa kita dan mengumpulkannya bersama. Walaupun sampai saat ini, masih belum terwujud, tapi ada cerita dari pertemuan tersebut. Teman saya mengatakan bahwa saat uang beasiswa turun, dia menyisihkan sebagian uangnya untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan di sekitar rumahnya. Dan di sini saya ingin mengajak teman-teman untuk membentuk suatu wadah untuk melakukannya bersama-sama. Berbagi mimpi bersama untuk sesuatu yang lebih besar.

Sekarang mari kita berhitung tentang 2,5% dari beasiswa kita

Untuk 1 mahasiswa 
Uang dari beasiswa setiap 6 bulan sekali sebesar Rp 3.600.000. 
2,5% dari Rp 3.600.000 adalah sebesar Rp 90.000. 
Jika menempuh pendidikan sampai 4 tahun (8 semester), banyak uang yang dapat dikumpulkan adalah 8 x Rp 90.000 = Rp 720.000

Untuk 1 angkatan
Uang dari beasiswa setiap 6 bulan sekali sebesar Rp 3.600.000. 
2,5% dari Rp 3.600.000 adalah sebesar Rp 90.000.
Di kampus saya mahasiswa angkatan 2010 yang mendapat beasiswa ± 300 orang.
Jika kesemua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi itu menyisihkan 2,5% penghasilannya 1 semester saja, kita bisa mengumpulkan sebesar 300 x Rp 90.000 = Rp 27.000.000.
Jika kita menempuh pendidikan sampai 4 tahun (8 semester), banyak uang yang kita kumpulkan adalah 8 x Rp 27.000.000 = Rp 216.000.000.

Untuk 1 Universitas (dari angkatan 2010-2013)
Uang dari beasiswa setiap 6 bulan sekali sebesar Rp 3.600.000. 
2,5% dari Rp 3.600.000 adalah sebesar Rp 90.000. 
Jika setiap angkatan yang mendapat beasiswa ± 300 orang. Maka banyak mahasiswa yang mendapat beasiswa dari angkatan 2010-2013 adalah 4 x 300 = 1200 mahasiswa. 
Jika kesemua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi itu menyisihkan 2,5% penghasilannya 1 semester saja, kita bisa mengumpulkan sebesar 1200 x Rp 90.000 = Rp 108.000.000. 
Jika kita menempuh pendidikan sampai 4 tahun (8 semester), banyak uang yang kita kumpulkan adalah 8 x Rp 108.000.000 = Rp 864.000.000.

Untuk seluruh Indonesia (angkatan 2010-2013) 
Uang dari beasiswa setiap 6 bulan sekali sebesar Rp 3.600.000. 
2,5% dari Rp 3.600.000 adalah sebesar Rp 90.000. 
Tahun 2010 = 20000 
Tahun 2011 = 30000 
Tahun 2012 = 30000 
Tahun 2013 = 50000 
Jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa dari angkatan 2010-2013 = 130000 mahasiswa. 
Jika kesemua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi itu menyisihkan 2,5% penghasilannya 1 semester saja, kita bisa mengumpulkan sebesar 130000 x Rp 90.000 = Rp 11.700.000.000. 
Jika kita menempuh pendidikan sampai 4 tahun (8 semester), banyak uang yang kita kumpulkan adalah 8 x Rp 7.200.000.000 = Rp 93.600.000.000.- (93 Milyar 600 ribu Rupiah)

Itu masih hitungan kasar teman. Saat saya menulis ini bahkan saya tidak berani menebak angka terakhir itu miliar atau triliun atau apa. Hati saya tersadar, betapa selama ini saya sungguh sangat acuh hanya karena saya kekurangan. Betapa saya terbuai kenikmatan uang beasiswa hingga enggan berbagi.

Ide yang sudah saya renungkan beberapa bulan terakhir seakan kecil dan tidak ada artinya. Tapi jika teman-teman masih mau bersama mewujudkan ide kecil itu, tentu saja saya siap melakukan yang terbaik. Dan hal itu akan lebih mudah jika kita melakukannya bersama. Atau ada yang punya mimpi lain? Mari kita bertukar pikir. Mari kita wujudkan bersama. Karya Mahasiswa Bidikmisi untuk Indonesia.

Salam Perubahan!

Karya Widi Pangesti 

(Saya salah satu penerima Beasiswa Bidik Misi Angkatan 2010 Universitas Jenderal Soedirman)

Comments

  1. Salam Takzim
    Wah selamat ya ternyata saya bertemu langsung dengan mahasiswa UNSUD semoga bisa titip salam buat bu Titik Indrawati seorang PLP Laboratorium Kimia.
    Salam Takzim Batavusqu

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam takzim :))) iyaa hehe tapi aku jauh mas, PLP Lab Kimia beda fakultas sama fakultasku :))

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia