Motivasi Menulis Buku

5 Motivasi untuk Mulai Menulis Buku by @KancutKeblenger

Sejak dari jaman batu sampai jaman twitter, mengawali sebuah hal baru emang selalu sulit untuk dilakukan. Sebagian orang cenderung lebih suka jadi pengikut dibanding menjadi pioner akan suatu hal baru. 

Dulu mungkin tak ada yang menyangka jika sebuah blog bisa dijadikan buku, iya kan? Saya juga berpikiran begitu. Namun perspektif itu berubah, dikala seorang Raditya Dika dengan modal postingan blog ala kadarnya anak muda dijadikan buku. Saya masih ingat dulu ketika membaca buku pertama Raditya Dika yang berjudul “Kambing Jantan” yang ternyata hampir mayoritas bahannya diambil dari rutinitas sehari-hari yang dia posting di blog pribadinya yang bernama kambingjantan.com. Hebatnya, buku Kambing Jantan, laku keras di pasaran. Bahkan sampai perlu dicetak ulang dan sampai dijadikan sebuah film layar tancep lebar dengan judul yang sama. Hebat bukan? Tertarik mencoba? *mikir* -_-

Memang menulis bagi masyarakat indonesia masih menjadi hal tabu untuk dilakukan. Jangankan untuk menulis di blog, menulis materi pelajaran di buku sekolah aja terkadang males. *pengalaman pribadi* -_- Terkadang, menulis itu membutuhkan sebuah motivasi, salah satunya motivasi biar dikata rajin sama gebetan.  

Langsung saja 5 motivasi untuk menulai menulis buku oleh @KancutKeblenger : 

Pertama, Menulis karena keadaan yang mendukung. Misal, karena frustrasi dengan lingkungan sekitar dan minimnya pengetahuan atau informasi mengenai sesuatu. Di saat kamu galau, menulislah. Kali aja tulisannya bisa jadi naskah buku dan kamu jadi penulis. Galaunya menghasilkan. Kamu gregetan sama lingkungan sekitar yang semakin aneh? Kamu bisa kok mengkritisinya dengan menerbitkan bukunya. Misal, kamu gregetan sama cabe-cabean yang sangat merajalela. Dibikin bukunya aja gih. Emang bisa? Bisa! Bikin buku "Panduan Terbaik untuk Orang Tua Agar Si Kecil Tidak Menjadi Cabe-Cabean" <-- contoh bukunya, belom ada loh. Suarakan aspirasimu menjadi sebuah cerita. Langsung ditulis biar aspirasinya gak mudah dilupakan :) Dalam proses menulis, jangan khawatir dengan tata bahasa. Karena penyempurnaan akan berlangsung pada masa proses editing. 

Kedua, adalah ketika kita melihat banyaknya orang yang melakukan kesalahan yang sama. Banyak orang melakukan kesalahan yang sama, padahal kesalahan tersebut sebisa mungkin harus dihindari. Gemes ya liat banyak remaja yang melakukan cinta terlarang. Nah kenapa gak dijadiin buku aja kisahnya biar kita bisa belajar?


Ketiga, adalah menyadari bahwa gagasan yang akan ditulis terlalu besar jika hanya dimuat di blog. Setiap blogger pasti pernah memiliki gagasan yang keren banget buat dipublish. Ya gak? Namun gagasan tersebut terkadang bikin kita merasa, "Ah, kalo ditaro di blog doang, ga seru nih. Dijadiin buku aja deh. Blogger jadi penulis buku? Salah gak? NGGAK! Malah bagus, mending buku-buku di toko dipenuhi sama blogger daripada Selebtwit #eh.

Keempat, tulislah buku ketika sudah mendapat informasi banyak dan riset yang mendalam tentangnya. Punya banyak informasi mengenai sesuatu bisa menjadi salah satu motivasi kuat untuk menuangkannya menjadi sebuah buku. Untuk menuliskannya, kamu bisa memulai dengan menyusun rapi semua data yang ada, memilahnya, kemudian merangkainya.

Kelima, ketika kamu sudah memulai menulis, maka tuntaskanlah sampai akhir. Setiap orang bisa saja mengatakan dirinya ingin menulis sebuah buku, namun selalu mentok di impian dan keinginan, tanpa pernah memulai. Jika kamu ingin menulis, maka tentukan waktu kapan menulis. Bila perlu buat framework dan waktu khususnya

Padahal ya, menulis adalah proses trial and error yang akan memberikanmu banyak pengalaman. So, masih takut buat menulis (buku)? :)

Comments

  1. termotivasi sedikit.. bisa di taruh 5 cm di depan jidat nih *menulis buku nya hehehe

    ReplyDelete
  2. Gue selalu nulis sesuatu sebelum tidur, mau curhatan, tentang sekolah, atau materi buat ngblog, dll gue sempatin untuk nulis di catatan hp 20 menit sebelum tidur sambil dengerin lagu.

    ReplyDelete
  3. nah bener tuh mending rak buku itu dipenuhi sama buku karya para blogger bukan malah karya selebtwit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa bener harusnya sih begitu, tapi emang masih jarang aja ..

      Delete
  4. yang kelima nampol banget. pengen gue tampol balik, ntar laptopnya rusak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia