Perbedaan, kata orang perbedaan itu beda dari yang lain, beda dari biasanya, beda itu unik. Karena adanya perbedaan inilah kita mampu melihat, adanya cahaya yang beda dari tiap manusia. Cahaya bukan dalam arti harfiah, tapi cahaya dalam arti penerjemah. Penerjemah, yang mampu membedakan antara yang satu dengan yang lain.
Perbedaan, kata mereka berbeda itu pilihan, memilih menjadi kelabu atau memilih menjadi kelambu, semua itu pilihan. Pilihan, yang mana dalam hidup kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang berbeda namun tujuan akhirnya sama saja, demi kenyamanan. Kenyamanan hidup, kebahagiaan hidup. Kebahagiaan hidup yang dimulai dengan sebuah perbedaan. Perbedaan jenis kelamin, perbedaan rasa, perbedaan pola pikir, namun itu untuk apa? Perbedaan tercipta untuk apa? Untuk kita, untuk semua, dan untuk alam semesta. Kalo tak ada perbedaan, yang hanya akan Cuma kesamaan. Kesamaan, yang mana mereka paksakan demi kesamaan yang nyatanya hanya akan menghasilkan suatu kekacauan.
Perbedaan itu soal kenyamanan, kenyamanan dalam menjalani hidup kita sendiri. Jalan hidup masing-masing dari kita pasti berbeda. Dan pasti, dalam menjalaninya pasti dengan cara yang berbeda-beda pula. Kamu mau itu, saya mau ini. Mereka minta jingga, aku minta merah muda. Kita punya cara berbeda-beda dalam mengisi hidupnya masing-masing. Kamu pilih abstraksi, aku pilih konstruksi. Jadi apa masalahnya ? Apa Salahnya Menjadi Berbeda ?

