Menulislah, Seolah-olah Besok Kamu akan Melupakannya

Showing posts with label Sebuah Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Sebuah Fenomena. Show all posts

Sunday, January 10, 2021

Sebuah Cerita, Covid-19 Itu Nyata

Pada awalnya, aku sangat ketakutan ketika melihat segala kekacauan yang ada di kepalaku. Kekacauan yang ditimbulkan oleh kenyataan, perihal hasil Test Antigen yang mengatakan bahwa aku reaktif Covid-19. Dan, harus segera melakukan Test Swab untuk memastikan semuanya. Pada titik ini, tidak ada lagi yang bisa aku harapkan dari rencana pulang kampung untuk menikmati waktu liburan akhir tahun, karena kemungkinan untuk mendapatkan hasil swab negatif itu seperti mengharapkan ayam mengeong, mustahil. Tapi, bagaimana lagi? Karena memang begitulah prosedurnya, siapa saja yang akan menggunakan moda transportasi publik diharuskan memiliki bukti hasil test antigen negatif.

Swab Test

Tidak ada yang bisa dijelaskan lagi, ketika hasil swab keluar. Dan, memang benar adanya, hasilnya menunjukkan bahwa aku positif Covid-19. Tidak ada yang bisa aku jelaskan lagi, perihal apa yang ada di kepalaku saat itu. Segalanya hening, segalanya sunyi, bahkan kekacauan yang timbul di hari kemarin setelah melihat hasil test antigen pun tidak ada lagi. Aku tidak merasakan apa-apa. Bahkan keinginan untuk menangis pun tidak ada. Segalanya hening, segalanya sunyi, segala kosong. Sampai kekosongan itu tergantikan oleh suara isak tangis istri, yang terdengar dari ruang tamu. Ya, sembari menunggu hasil swab keluar, aku dan istri sudah jaga jarak, tidur pun terpisah. Sungguh Demi Neptunus, pedih sekali melihat istriku menangis karena melihat hasil swabku yang positif Covid-19. Hati kian pedih, tatkala harus menerima kenyataan bahwa aku tidak bisa memeluk istriku, sekedar untuk menenangkannya dan menghiburnya. Puji syukur, hasil swab istriku itu negatif. Jadi, hanya aku saja yang positif Covid-19.

Read More

Saturday, September 19, 2020

One Week One Post : Pengarang Yang Menginspirasi

Negeri Senja,  

Negeri Senja, adalah buku yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma; sebuah buku yang menceritakan tentang Negeri Senja dan segala kehidupan di dalamnya dari sudut pandang seorang pengembara. Negeri Senja merupakan sebuah negeri yang mana matahari tidak pernah tenggelam. Tidak ada pagi, siang, dan malam, karena sepanjang hari dilalui dalam keadaan senja. Namun di sebuah negeri dimana matahari tidak pernah terbenam, bagaimana caranya waktu berlalu? Tidak ada yang tahu.

Negeri Senja memberi pengaruh besar pada saya, terkhusus dalam hal gaya bahasa, gaya penulisan, dan pemilihan kata. Negeri Senja dituliskan dalam gaya bahasa yang mudah dipahami, dan banyak sekali kata-kata yang baru pertama kali saya temui. Selain itu, Negeri Senja memiliki Gaya penulisan cerita yang sedikit sekali dialog. Negeri Senja diceritakan menggunakan sudut pandang orang, yang mana hal ini menjadikan segala sesuatunya diceritakan secara naratif yang menjadikannya sedikit dialog dalam cerita.

Read More

Sunday, September 6, 2020

Progres Pertama : Menulis Tak Lagi Mudah

Kamar ini,

Dinding bersuara seperti kaset rusak yang berputar menggemakan lagu-lagu lama yang pernah menjadi favorit kita. Kipas angin berputar di pojok kamar, yang dengan sabar terus berputar, seolah sedang mengingatkan bahwa hubungan kita tak beda jauh dengannya. Hanya berputar-putar saja. Menyebarkan angin segar bagi mereka yang mengharapkan persatuan kita, atau membuat masuk angin bagi mereka yang mengharapkan kita berpisah secepatnya.

Lampu kamar tak lagi terang, tatkala kau datang, dengan badan basah kepayahan. Hari itu sedang hujan deras. Kau memaksa untuk datang, hanya sebatas untuk menyiksa diri dan menggumamkan pertanyaan “Esok hari bagaimana hidup akan berlanjut?” Tak ada lanjutan atas pertanyaan setelah tubuhmu menggigil kedinginan.

Read More

Monday, December 9, 2019

Cerita Bima Sakti


(Sastra Ananta)
Duduk di samping jendela, melihat mereka bermain bebas. Menari kesana kemari, di bawah guyuran hujan, berlari riang, bermain air, tak peduli baju celana basah semuanya, tak peduli betapa repotnya nanti si bapak akan mencuci pakaiannya. Mereka kembar bersaudara. Semuanya bergembira, begitu juga aku yang melihat mereka dari balik kaca jendela.

Tidak jauh dari tempat dudukku, terlihat bapaknya yang mengawasi mereka dari balik jendela. Dia tersenyum saja melihat tingkah kedua anak kembarnya. Kembar bersaudara, Ardea Auriga dan Ardella Auriga, terlahir dengan jeda lima menit dengan Ardea sebagai yang pertama melihat dunia, begitu kata bapaknya. Sesekali dia melirik ke arah tempat dudukku, sembari geleng-geleng kepala dengan senyum di wajahnya, seolah meminta maaf kepadaku sekaligus mengharap pemakluman atas tingkah anak kembarnya. Dan, aku hanya tersenyum saja. Memakluminya.

Read More

Monday, July 1, 2019

Entah Kenapa Saya Menuliskannya?

“Banyak hal-hal dan ide-ide baru yang kadang mengepak-ngepakkan sayap di benak saya, bagai burung-burung malam yang berterbangan, lalu lenyap menjadi bulu-bulu halus yang melayang-layang ketika saya berusaha menangkapnya...”
Gabriel Garcia Marquez, Love in the Time of Cholera; Hal 540

Entah kenapa, sejak setahun terakhir, menulis menjadi sesuatu yang sulit bagi saya. Entah apa sebabnya, saya tidak tahu. Semua ide-ide tulisan yang saya temukan dan saya simpan sepanjang hari, entah kenapa ketika ingin menuliskannya tiba-tiba semuanya lenyap begitu saja. Lenyap, nyaris tanpa sisa. Seolah ada lubang hitam di kepala saya, yang menghisap seluruhnya nyaris tanpa sisa. Hanya menyisakan kekosongan yang sedemikian kosongnya nyaris membuat saya terjebak dalam ruang hampa, tanpa ide, tanpa kata, nyaris tak ada-apa selain sebuah kalimat tanya.

Kemana?!

Kemana perginya semua ide-ide tulisan tadi? Kemana perginya semua kata-kata yang tadi berbaris rapi di dalam kepala? Kemana kamu sembunyikan itu semua, hai kepala? Kemana?!

Read More

Wednesday, March 20, 2019

Semesta, Bumi, dan Matahari

I just left my whole world behind me.
And sometimes i feel lonely
There nothing’s left inside me,
But in the outside, i don’t see anything
Feel nothing
Except worries!

Semuanya terlihat biasa saja, sampai pada akhirnya aku harus meninggalkan seluruhnya di belakang kemudi logika, dan membiarkan logika menjelaskan semuanya. Itu pun jika dia bisa melakukannya. Terkadang aku merasa sendirian, bahkan di tempat keramaian seringkali aku merasa sendiri.

Di tempat ramai, yang banyak bunya-bunyi, seringkali tercipta dengung yang tidak bisa aku mengerti. Pada mulanya hal itu tidak aku sadari, sampai suatu ketika aku menyadarinya, menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam kepala. Lebih tepatnya ada sesuatu yang berbeda. Aku tak bisa menjelaskannya yang berbeda itu apa.

Read More

Thursday, October 25, 2018

Kontradiksi Dari Dalam

Pada tempat yang tak tercatat, dalam setiap perjalanan waktu. Ada saja satu atau dua doa yang tersesat dan menetap, enggan beranjak, hanya untuk memberi jejak, bahwa ada anak muda yang melintas dan menitipkan mereka pada tempat yang tak tercatat. Jauh sebelum dia melanjutkan langkah, ada setitik harapan yang perlahan memijar dari balik kegelapan matanya, yang bahkan orang buta pun tetap bisa melihat betapa terangnya pijar yang kian membesar. Dalam setiap tindakannya, harapan itu tampak nyata, namun apakah dia berhak untuk tetap memperjuangkan harapannya? Meski tanpa kata, dia tetap saja diam dalam usahanya? Anak muda itu adalah Aku.

Jauh dan dekat adalah sebuah jarak yang relatif dan begitu tampak bentuknya oleh mata, dan bisa diukur dengan angka-angka. Lalu, bagaimana dengan jarak antara harapan dan kenyataan yang terkadang terasa begitu jauh dan dekat dalam satu waktu? Aku seringkali bertanya-tanya, dan mengutarakannya pada setiap kata-kata yang tak sempat aku ucap ketika aku merindu akan sosokmu. Namun, tahukah kamu? Jika aku mengatakannya padamu, adalah suatu tindakan yang tak perlu. Itu akan terlihat seperti sedang menggarami lautan, sungguh tindakan yang tidak perlu.

Read More

Friday, August 31, 2018

Jika Dipikir-pikir Lagi

Jika dipikir-pikir lagi, terkadang aku merasa bahwa aku telah dilahirkan di tempat yang salah, di lingkungan masyarakat yang salah. Namun, jika diperhatikan lebih seksama, ada relik panjang yang membuatku berpikiran seperti itu tanpa melihat kembali lewat sisi yang lain, sisi yang mana mengatakan bahwa “Dirimu lebih baik diam saja. Dan, terima nasibmu!


Aku tidak tahu siapa yang mengatakannya. Logikaku berpikiran bahwa yang mengatakan semua itu adalah hati kecilku, namun ketika diperhatikan dengan seksama hati kecilku ternyata masih meringkuk dalam tidur nyenyak. Lalu, siapa yang tadi berkata?

Read More

Monday, May 28, 2018

Rekomendasi Spot Instagramable di Kota Semarang


Semarang memang tidak bisa lepas dari kelezatan Lumpia. Jajanan khas yang terinspirasi oleh masakan dari Negeri Tiongkok ini terkenal akan kelezatannya sejak dari dulu. Sebegitu populernya, Lumpia khas Semarang selalu dicari oleh siapa saja yang datang ke Kota Semarang. Selain Lumpia, Kota Semarang juga dikenal berkat destinasi wisata Lawang Sewu yang penuh misteri.

Instagram sebagai salah satu media sosial populer di Indonesia telah menjadi wadah untuk berbagi keindahan melalui media foto dan video. Banyak pengguna Instagram yang membagikan keindahan tempat wisata atau memberikan rekomendasi kuliner dari daerahnya masing-masing. Kota Semarang tak luput menjadi kota yang keindahannya banyak dibagikan oleh para pengguna Instagram, yang beberapa diantaranya kemudian menjadi viral dan banyak dikunjungi wisatawan.

Read More

Thursday, April 5, 2018

Kiat Tepat Memilih Mesin Cuci Terbaik dan Berkualitas


Bagi sebagian orang, mencuci pakaian merupakan pekerjaan yang cukup merepotkan, sehingga tidak sedikit yang menggunakan jasa laundry agar pakaian yang dikenakan senantiasa bersih dan wangi. Namun tentu saja hal ini akan membuat pengeluaran kita semakin boros.

Sumber : (Link)

Alternatif yang lain adalah dengan membeli mesin cuci. Tentunya, dengan membeli mesin cuci pekerjaan mencuci menjadi semakin mudah dan praktis. Membeli mesin cuci tentu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Untuk mendapatkan mesin cuci terbaik kita harus memperhatikan kualitas, daya tahan, hemat listrik, harga, dan lain sebagainya.

Read More

Saturday, March 31, 2018

Sebuah Cerita: Pengalaman Pertama di Big Bad Wolf 2018


Jumat, 30 Maret 2018. Untuk pertama kalinya, aku datang ke acara Big Bad Wolf (BBW). Big Bad Wolf merupakan acara Bazaar buku terbesar dengan diskon 60%-80% semua buku import yang digelar 280 jam nonstop. 29 Maret - 9 April 2018 berlokasi di ICE BSD Tangerang. Berbagai macam buku-buku import (English Version) tersedia di BBW, begitu juga dengan buku-buku berbahasa mandarin dan Bahasa Indonesia juga tersedia di BBW.  



Big Bad Wolf menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang memiliki hobi membaca buku, pecinta buku, pecandu buku, kolektor buku sampai penjual buku-buku online, termasuk aku. Sungguh beruntung, aku bisa kesana, melihat segala bentuk buku-buku dengan berbagai bahasa yang tumpah ruah dimana-mana. Tentu saja, aku takkan melewatkan kesempatan itu hanya dengan berkunjung dan melihat-lihat saja. Belanja buku menjadi kewajiban yang utama.

Read More

Sunday, November 26, 2017

Cerita Tentang Semesta Angkasa Raya

Suatu pagi aku terbangun dengan rasa aneh di kepala, dengan sebuah rasa yang tak bisa aku jelaskan dengan kata-kata. Pagi itu, umurku hampir dua puluh lima, umur dimana konon katanya bagi sebagian perempuan adalah umur yang wajib untuk segera menikah, takut jadi perawan tua, begitu kata para tetangga. Tapi setidaknya di umurku yang hampir dua lima tahun ini sebuah cerita tiba-tiba berputar di kepala. Meskipun masih tampak samar-samar, namun bayangan itu mengingatkanku akan sesuatu.

Sejenak memberi jeda kepada pikiranku untuk memproses lebih jauh, aku putuskan untuk menjerang air, berharap secangkir kopi hitam mampu membuat bayangan itu menjadi lebih jelas. Tak berapa lama, secangkir kopi hitam tanpa gula sudah tersaji di atas meja. Aku rengkuh tubuh cangkirnya sejenak untuk meresapkan hangat tubuhnya. Entah kenapa, ketika aku sesap secangkir kopi hitam itu untuk kali pertama, seketika bayangan yang tadi buram mendadak menjadi jelas. Membentuk sebuah cerita, membentuk sebuah nama, seketika menjelas menjadi sebuah roman muka, seorang laki-laki berkacamata. 

Read More

Sunday, October 8, 2017

Tidak Sesuai Harapan

Suatu sore, aku berjalan jauh memutar, melingkari setiap sudut kota yang biasa aku lewati setiap pulang kerja, lalu berkelok menyasar menembus jalanan lain. Sengaja menghindar, menjauh dari keramaian, memilih berjalan sendiri, memilih lorong yang sepi. Sekiranya di lorong sepi aku merasa sendiri, namun nyatanya aku tak sendiri. Dari kejauhan aku melihat senja yang bertopang dagu sendiri. Melebarkan senyum simpulnya, mengharapkan balas jasa atas setiap keindahannya. Tapi terkadang hanya pertanyaan sama yang jadi balasannya, “Mampukah aku bertahan?”

Ada seorang laki-laki tua, terduduk sendiri di pojokan jalan, yang perlahan menyepi berkawan sepi. Kedua tangan tuanya, begitu lincah menari di atas lembar putih kertasnya. Menggambar sesuatu untuk hadiah perpisahan anak kecilnya, menggambar keindahan senja yang terakhir katanya, senja terakhir sebelum waktu penghakiman tiba. Penghakiman atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya.
Tapi apa harus begitu?. Kenapa tetap menerimanya?” begitu tanyaku.
Mungkin alam semesta sedang berbaik hati pada saya, memberi keringanan hukuman atas rasa sakit yang saya alami selama ini.” Begitu jawabnya.
Rasa sakit apa? Aku tak mengerti, dia pun hanya tersenyum penuh arti.

Read More

Sunday, September 10, 2017

Pendakian Gunung Cikuray, Hari Pertama

Selalu ada titik dimana sesuatu bermula...~ Jazuli Imam, Pejalan Anarki

Senja di Puncak Cikuray

Dari balik tenda yang bergetar hebat tergoyang angin kencang pegunungan, nampak di dalamnya ada seorang lelaki, meringkuk dalam sleeping bag-nya, berbalut jaket tebal, bergetar, menggigil kedinginan.
--------------------------------------------------------------------------

Read More

Sunday, July 16, 2017

Bullying Itu Tidak Lucu

Pramoedya Ananta Toer dalam buku Bumi Manusia, pernah berkata bahwa, “Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan.”(*) Tapi bagaimana dengan mereka, mereka yang mengaku sebagai mahasiswa, dengan tega melakukan tindakan yang tercela. Menghina dan membully seorang mahasiswa juga yang kebetulan berbeda dengan mereka. Konon kabarnya, si korban hampir setiap hari menerima bully­an dari teman-teman kampusnya. Sedemikian kesalnya, si korban melemparkan tempat sampah ke arah pembully-nya. Dan, lebih menyedihkannya lagi adalah mahasiswa-mahasiswa lain yang melihatnya justru menertawakannya, seolah-olah itu merupakan hal yang biasa terjadi, dan dianggap lucu. Bullying itu tidak lucu, gaes!

Dan, lewat rekaman video berdurasi beberapa detik ini, seluruh dunia pun sadar bahwa sesungguhnya kegiatan bullying itu masih saja menghantui, terkhusus bagi mereka yang memiliki kekurangan dalam tubuhnya.

Ini videonya:
 Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=FNd8DcAQKBY 

Setelah menonton video ini, yang saya pikirkan cuma satu. “Sebenarnya, apa yang ada di pikiran mereka?” Kok tega-teganya membully sesama mahasiswa satu kampusnya sendiri, hanya karena kebetulan dia memiliki kekurangan pada tubuhnya. Sekiranya, pernahkah mereka berpikir bahwa dia (Korban) pun tidak pernah memiliki keinginan untuk terlahir sebagai seorang Tunagrahita?

Read More

Saturday, May 20, 2017

Best Blogger Moment

Hidup itu seperti sekotak coklat, kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan kau dapatkan. – Forrest Gump

Dua ribu dua belas, adalah tahun pertama, dimana saya mulai menuliskan sebarisan kata tanpa makna, yang mana kemudian saya sebarkan semuanya lewat blog. Pada awalnya, niat menulis di blog hanyalah untuk kepentingan tugas kuliah saja. Tugas kuliah Media Politik yang mewajibkan tiap mahasiswanya membuat sebuah esai politik yang mana kemudian dipostingkan di tiap blog miliknya. Awalnya hanya iseng semata, namun siapa sangka semua menjadi awal dari segalanya. Awal dari cerita-cerita yang tak pernah saya sangka bahwa saya bisa menuliskannya, disini, di Sastra Ananta.


Sastra Ananta, adalah nama yang dipilih untuk blog saya. Kenapa? Sastra Ananta berasal dari Bahasa Sansekerta, merujuk pada dua kata pertama; Sastra (Tulisan/Karya) dan Ananta (Tiada habisnya), jika digabungkan maka artinya adalah “Karya yang tiada habisnya”. Orang bilang Nama adalah doa, nama adalah harapan, itulah sebabnya nama Sastra Ananta saya pilih dan dijadikan sebagai nama blog, karena saya berharap bisa terus berkarya, bisa terus menulis, selamanya. Karena saya percaya, menulis adalah berkarya untuk keabadian. Dengan menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.*

Read More

Thursday, July 28, 2016

Fenomena Lidi-lidian

Setiap tren baru akan cepat mudah menyebar jika dihubungkan dengan anak muda. Tak peduli itu gaya hidup, game, makanan, tempat hits yang instagram-able, ataupun tentang sebutan-sebutan khas anak muda. Semua akan menyebar dengan begitu cepatnya.
  
https://onsizzle.com/i/ni-antic-ghelmyyah-pokoke-move-on-go-kiriman-helmy-1506889

Untuk urusan aplikasi permainan, game Pokemon GO lagi menjadi tren anak muda jaman sekarang. Tak peduli usia, tak peduli kalangan tua muda semuanya lagi heboh mendownload dan memainkannya. Tak peduli meski di Indonesia belum ada secara resmi, tapi banyak juga penggunanya. Bisa dilihat dimana-mana banyak orang yang sibuk mondar-mandir kesana kemari dan terpaku menatap layar gadgetnya, demi mencari monster pokemon. Tapi tulisan ini bukan membahas tentang Pokemon GO, tapi bahasan yang lain.

Read More

Tuesday, May 10, 2016

Cara Mengatasi Writer's Block

Entah kenapa dalam beberapa hari terakhir, menulis menjadi sesuatu yang sulit untuk saya lakukan. Rasanya bingung, rasanya aneh dan terasa begitu janggal untuk kembali menulis. Bukan karena malas, bukan karena enggan menulis, bukan karena tidak ada ide menulis, bukan juga karena banyak pekerjaan. Enggak, dan entah kenapa saya tak tahu sebabnya kenapa?

http://www.whyimcray.com/2015/08/writers-block-language/

Pernah mencoba menulis yang ringan tapi tetap tak bisa, mau mencoba menulis tulisan yang agak berisi tetap saja tak bisa. Saya (merasa) banyak ide, tapi tak bisa menuliskannya. Banyak waktu untuk menulis, tapi tak bisa menentukan mau menulis apa. Jujur saja, saya pun bingung sebabnya kenapa? Apa iya, saya itu lagi kena writer’s blockTapi kak, saya kan bukan penulis, cuma seorang blogger kemarin sore yang butuh job review.
Read More

Wednesday, March 30, 2016

Sebuah Cerita: Pengalaman Pertama Antara Saya dan MyJNE

Bagi sebagian orang belanja secara online adalah sesuatu yang biasa. Namun tidak bagi saya, pengalaman saya belanja secara online tak beda jauh dengan pengalaman cinta yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Entah kenapa saya lebih menyukai pembelian secara konvensial, secara langsung bertemu dengan pembelinya, melihat barangnya, dan segera membayarnya. Rasa percaya bagi saya adalah segalanya.
Aplikasi JNE

Semuanya segera berubah di Bulan Maret Tahun 2016, untuk kali pertama saya melakukan pembelian secara online. Ya secara online, awalnya sih dag-dig-dug, antara penasaran, cemas, khawatir sekaligus bercampur takut. Takut kalau cintanya tak terbalas, barangnya tak sampai tujuan. Tapi untungnya ada JNE, Perusahaan besar yang sudah terpercaya dalam hal pengiriman rindu barang dan logistik. Terpercaya karena selalu tepat sasaran dan tepat waktu dalam proses pengiriman. Sekiranya jika Dewa Asmara kebingungan dalam proses pengiriman cinta kepada tiap hati manusia, mungkin saya bisa menyarankan dia untuk menggunakan jasa pengiriman lewat JNE. Dijamin tepat sasaran.

Read More

Sunday, February 28, 2016

Ulang Tahun Ketiga

Di tengah kemajuan teknologi yang semakin maju semakin banyak bertebaran blog-blog yang beraneka rupa. Ada yang bertemakan cinta, ada yang bertemakan sastra layaknya sastra ananta, ada yang bertemakan kerja nyata, ada yang bertema lowongan kerja, ada pula yang hanya bermodal sekumpulan cerita dewasa, dan semua memiliki tujuan yang sama, yakni mencari duit demi modal melamar gadis idola. Namun jauh dari sana, ada satu alamat blog yang tak biasa. Tak biasa karena antara nama dan isi seperti Dian Sastro diadu dengan seorang Dijah Yello(w), beda jauh. Jauhnya kebangetan. Dan dia bernama Tulisan Wortel.


Tulisan Wortel, awalnya saya kira itu semacam blog yang berisi tentang khasiat wortel. Tapi ternyata eh ternyata Pevita Pearce masih jomblo juga. Eh maksudnya ternyata tulisan wortel itu isinya bukan tentang wortel, tapi tentang kisah hidup seorang Pangeran, Pangeran salah gaul karena kebanyakan bergaul dengan sayuran, dan menyebut dirinya sebagai Pangeran Wortel. Padahal nama aslinya mah Heru Arya. Bukan Arya Wiguna apalagi Arya Dwipangga. Namun tetap saja dia maunya dipanggil dengan sebutan Pangeran Wortel, biar terdengar elit dan berhawa darah biru, dan berharap dijadikan oleh para orang tua gadis jelita sebagai calon menantunya. Dan Pangeran Wortel inilah yang menjadi penguasa tunggal dari kerajaan yang bermanfaat untuk mencegah penyakit mata, Wortel. Tulisan Wortel.

Read More