Kelakuan Ketika Gempa

Terkadang ketika terjadi sesuatu hal yang menggemparkan dikata jauh lebih baik kalo dilakukan terlebih dahulu dengan cara yang terbaru, update status misalnya. Iya, update status. Misal seperti kejadian akhir pekan, tepatnya di hari sabtu (25 Januari 2014). Kala itu daerah Jawa Tengah, khususnya wilayah pantai selatan dilanda gempa yang cukup kuat, dengan kekuatan 6,5 Skala Richter. Cukup kuat untuk merobohkan dinding. Dan ketika terjadi gempa bumi harusnya hal pertama yang dilakukan adalah dengan cepat-cepat menyelamatkan diri, iya menyelamatkan diri. Tapi itu dulu, kalo sekarang lain lagi. Ketika terjadi gempa bumi hal pertama yang dilakukan oleh orang-orang khususnya anak muda jaman sekarang, itu cuma satu: Update Status. Iya, update status di semua media sosial yang dia punya, baik itu lewat BBM, Whatsapp, Line, Facebook, Twitter, bahkan Friendster (oke ini mungkin termasuk orang ketinggalan jaman). Menggelikan memang, ketika nyawa dipertaruhkan demi sekeping status tak bermakna namun dianggap penting dan wajib oleh mereka. Apapun yang terjadi, eksis tetap nomer satu! Eksis atau Narsis? Ah terserah kalian saja.

Sebegitu pentingkah eksis dan narsis di mata mereka? Entahlah. Tapi menurut saya terkadang ada benarnya juga ketika terjadi gempa bumi itu update status. Media Sosial sendiri diciptakan untuk menyebarluaskan informasi kepada para penggunanya. Dan, update status salah satunya. Namun, alangkah bijaknya untuk menyelamatkan diri kita terlebih dahulu dibanding dengan kita meng-update status media sosial kita ketika terjadi suatu bencana gempa bumi. Baru ketika dianggap sudah lewat gempa buminya kita bisa update status, harusnya memang begitu. Tapi, akankah pemikiran saya sama dengan para pemikiran mereka? Khususnya para ABG-ABG yang masih labil dan butuh perhatian lebih demi menemukan jati diri mereka. Saya rasa tidak sama. Itu bisa dilihat dengan status-status mereka yang terlalu lebay dan dramatisir bagaiakan opera sabun.

Intinya, Nyawa kalian jauh lebih penting. Ketika gempa bumi terjadi, selamatkanlah hape diri kalian! Update status entar belakangan, yang penting selamat.

Comments

  1. wahaha..org" pada heboh di statusnya via social media drpd menyelematkan dirinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha tapi memang begitu adanya mbak.. orang2 lebih suka update status dulu dibanding menyelamatkan diri sendiri -_-

      Delete
  2. inilah efek dari jejaring social-_______-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lebih penting update status dibanding nyawa mereka -_-

      Delete
  3. Musnahkan jejaring sosial !!! ee jangan deng :))

    ReplyDelete
  4. Hehe, tentu kita harus tahu prioritas. Menyelamatkan diri terpenting. Selanjutnya, sepakat bahwa sosmed bisa jadi media utk menyebarkan informasi agar orang-orang yang jauh dari lokasi menjadi tahu, & kalau ada apa2 perlu bantuan, bisa bantu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa tapi kan selamatkan nyawa kita dahulu, baru update status :)

      Delete
  5. mungkin mereka(yang updet status saat bencana) berharap ultraman baca dan datang menolong :"

    ReplyDelete
  6. Hahaha.. bisa bae si agan.. *pengalaman yaa..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia