Romansa Di Penghujung Januari

Sekuntum senyum mengembang dalam aliran rasa
Rahasia apa yang diam dalam deburan
Saat kau seperti kijang mas
Meloncat-loncat di hadapanku
Hendak kutangkap
Lalu lenyap

Kusimpan wujudmu dari sepi ke sepi
Kutoreh hatimu dengan pisau naluri
Kuraih tanpa kata
Diammu sendu
Hangatmu rindu

Merengkuh mentari menawan sepi
Diam tanpamu seorang diri
Hanya bisa tertawa
Tertawa dalam sebuah elegi

Mendung mana yang tak malu
Malu melihat cahaya pesonamu
Pesona yang membawa duka di hatiku
Hatiku yang tak pernah jemu menyapa bayangmu

Engkau bagaikan fatamorgana
Yang indah dengan sinar merona
Merona seolah berkata
Dekatilah aku, tangkap aku
Aku mendekat, engkau pun lenyap

Comments

  1. Suka kalimat ini:
    Kusimpan wujudmu dari sepi ke sepi
    Kutoreh hatimu dengan pisau naluri
    Kuraih tanpa kata
    Diammu sendu
    Hangatmu rindu

    ReplyDelete
  2. puisinya bagus kenapa ga ikutan project nulis di warung blogger, kak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe makasih ya :) gimana tuh caranya buat ikutan project nulis di warung blogger ?

      Delete
  3. wuih puitisnya.

    Salam susu. Salam betina.
    Mow! Mow! Mow!

    -sapiperjaka.com

    ReplyDelete
  4. Kayanya ini puisi sedang menggambarkan keadaanku sekarang nih :')
    Oh iya, kalo mau puisinya diterbitkan di proyek WB bisa langsung ke>> http://proyekbukuwb.wordpress.com/desk-officers/
    Salam kenal :D

    ReplyDelete
  5. ijin bookmark boleh kan kang?
    kebetulan saya sedang kasmaran nih, ke'nya keren dan bakal klepek klepek wanita yang sedang tak incer itu kalau tak kasih rangkaian kata diatas itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan kang, asal jangan lupa dicantumin sumbernya kang :))
      semoga sukses ya bikin wanita inceranmu klepek klepek :D

      salam lemper!

      Delete
  6. sekuntum mawar meraaaah. yg kau berikan kepadaku dimalam ituuuuu tet tet tit tit tet tet tet tet tit #nyanyi
    akibat ada kalimat sekuntum :D

    ReplyDelete
  7. Wah lo pasti pandai ngegombal cewek ya gan :p , kata2nya keren banget !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha kagak juga, aku malah baru putus sama cewekku -,-

      Delete
  8. Pas sama keadaanku -_-
    Bagus, bagus! :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, ini juga aku buat dari hasil pengalaman pribadi #curhat :)

      Delete
  9. Tambahan fan :D hehe

    Kini, hatiku tergores kesedihan
    Ketika terucap salam perpisahan
    Walau air mataku tak berlinang
    Bukan berarti suatu kerelaan
    Saat-saat langkah terayun
    Jarak kita-pun semakin membentang
    Akankah semuanya jadi terkenang?
    Atau hanyut terbawa gelombang?
    Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah keren mal keren :D
      apik, ternyata kowe ana bakat gawe puisi mal :))

      Delete
  10. Aaakh mesti keren nih kata2nya, suka yg puitis gini :3

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia