Pertanyaan Tak Enak

Tercatat sudah 12 hari yang lalu ketika saya terakhir menulis postingan baru di blog ini, entah kenapa waktu begitu cepat berlalu. Sekiranya saya merasa kemarin baru daftar ulang blogger campid, eh sadar sadar udah Bulan November. Tak terasa hampir 2 minggu berlalu sejak postingan terakhir, pikiran saya digunakan untuk sesuatu yang lain dari kebiasaan, yakni sibuk memikirkan akan mencari pekerjaan. Ya benar, saya saat ini lagi menjadi seorang pencari kerja atau kasarnya sebagai pengangguran. Yeah I'm A Jobless now! Jobless not hopeless.

http://www.liputan6.com/tag/pengangguran-as
Jobless Not Hopeless!

Setelah kontrak 2 bulan tak diperpanjang oleh perusahaan lama, tertanggal sejak tanggal 1 Oktober mau tak mau saya harus berpindah juga. Berpindah mencari pekerjaan yang lainnya. Namun sayang seribu sayang, sampai saat ini dari sekian banyak surat lamaran yang saya kirimkan belum ada tanggapan. Well mungkin belum waktunya saya mendapat pekerjaan. Ah begitulah kilah pikiranku mencoba untuk berpikir positif meskipun kadang hati kecil suka teriak-teriak “I NEED A JOB!” Tapi apa mau dikata, segala usaha segala doa sudah terlaksana sudah dicoba namun apa daya semesta tidak mendukung saya untuk mendapatkan kerja. Ah sudahlah, mungkin sekarang jatahnya saya menganggur. Mungkin kelak ada waktunya untuk bekerja, secepatnya. Semoga.


Ada kala masanya dimana satu pertanyaan terlihat sepele namun begitu menohok dalam kepada si penerimanya. Dulu jaman kuliah, banyaknya pertanyaan “Kapan Lulus?” terdengar begitu menakutkan, apalagi untuk para mahasiswa tingkat akhir. Rasanya mendapat pertanyaan seperti itu rasanya campur aduk, antara jengkel, emosi, nelangsa, sedih, pasrah, marah semua tercampur aduk diulek dalam satu ulekan sambal kacang dalam bentuk revisian, rasanya begitu menekan kepala, menekan pikiran, jam tidur pun jadi tak karuan, insomnia pun jadi langganan. Ah Tuhan bersama kalian, wahai para pejuang. Pejuang Skripsi.

Terdengar begitu klise, namun nyatanya pertanyaan selanjutnya datang lagi. Setelah lulus, muncul lagi satu episode terbaru. Episode dimana si cewek tertabrak angkot, ditolongin sang supir kemudian endingnya mereka jadian. Eh kok jadi bahas FTV? Episode terbaru berisi satu pertanyaan sepele “Kapan Kerja?Lha gimana tho bleh? Baru juga kemarin lulus langsung ditanya begituan, kapan kerja, kapan kerja, kapan kerja? Mencari kerja kesana kemari pun sudah dilakukan sampai akhirnya dapat kerja yang dikata layak, eh taunya dapat sistem kawin kontrak. Kuatkan baim, Ya Tuhan. Rasanya baru kemaren masuk eh tau-tau kontraknya habis. Rasanya nyesek kapten, nyesek! Alhasil status pun kena down grade dari pegawai kontrak jadi pencari kontrak. Dan status pengangguran pun dimulai saat itu juga. Sabar ya abang. 

http://www.kaskus.co.id/thread/54659865c0cb17d7498b457e/artis-hollywood-yang-mirip-pevita-pearce-gimana-menurut-agan/

Tapi bagaimana pun pertanyaan “Kapan Lulus?” atau “Kapan Kerja?” masih terdengar lebih merdu di telinga dibandingkan dengan pertanyaan “Kapan Nikah?”. Pertanyaan yang satu ini menjadi sangat menakutkan bagi mereka (termasuk saya) yang lagi dalam Fase Mencari, mencari kitab suci kerja sekaligus mencari jodoh. Pertanyaan “Kapan Nikah?” terkadang bisa melenyapkan seribu kebahagiaan sekaligus, apalagi bagi mereka yang sudah masuk usia kawin eh maksudnya usia matang untuk menikah. Tapi apa daya, jodoh belum datang juga terpaksa datang ke nikahan teman dengan modal tebal telinga. Tebal telinga tatkala mendengar pertanyaan “Kapan Nyusul?” dari sang empu hajatan. Dan bagi mereka yang sudah masuk masa kritis untuk nikah, mendapatkan pertanyaan seperti itu rasanya ingin mengacak-acak itu hajatan pernikahan. Haha sabar bos!

Bagi saya sendiri, tingkat kehancuran terparah adalah pas dapat pertanyaan “Kapan Nikah?” Lha gimana gak hancur, belum juga punya pacar eh tau-tau pas datang ke acara nikahan temen eh malah ditanya “Kapan Nikah?” atau “Kapan Nyusul?”. Rasanya itu nyesek banget, nyesek kapten! Masih juga dalam fase mencari, mencari pekerjaan, mencari jodoh, mencari belahan jiwa, eh masih aja ada orang yang dengan sengaja bertanya “Kapan Nikah?”. Terkadang rasanya kayak luka disiram air garam, perih perih nonjok. Rasanya pengin nikung itu mempelai wanita, culik terus ajak kawin lari. Biar heboh, biar puas! HAHAHAHAHA

Dan sedikit menyitir perkataan Alexander Pope tentang Sir Isaac Newton dari yang awalnya: 
Alam dan Hukum Alam tersembunyi di balik malam. Tuhan berkata, biarlah Newton ada! Dan semuanya akan terang benderang”.

Tapi kalau versi saya tentang “Kapan Nikah?” itu seperti ini
Pekerjaan dan Jodoh tersembunyi di balik malam. Tuhan berkata, berilah dia (Fandhy) Pevita! Dan semuanya akan terang benderang.


http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://i.ytimg.com/vi/blaZrkhJ94o/0.jpg&imgrefurl=http://datab.us/Search/Pevita&h=360&w=480&tbnid=KEwEXtgILcDY2M:&docid=rVVOYJNekN_htM&ei=EC4_VqiFKoyyuATQhI6gAQ&tbm=isch&ved=0CCIQMygfMB84yAFqFQoTCKjNmOXYgMkCFQwZjgodUIIDFA

http://www.getscoop.com/berita/pevita-pearce-rilis-buku-di-hari-ulang-tahun/

Dan jika itu nyata, hati saya bakal gembira selamanya. HAHAHAHA Begitulah salah satu pemikiran gila saya.


Kalau kalian sendiri bagaimana, gaes?

Comments

  1. Semoga cepet dapet kerja, Fan! Semangat terus ya cari kerjanya.. :))

    ReplyDelete
  2. semua pertanyaan itu jawabannya cuma 1: mohon doanya aja, bantuin doa yaa Insya Allah cepat terkabul

    ReplyDelete
  3. Hahaha... Image-nya... :D
    Btw pekerjaan dan jodoh tak kan lari dikejar, mereka akan datang kalau sudah waktunya. Sabar ya, Bang :)

    ReplyDelete
  4. Haha. Sabar jendral! Doa saya yang paling dekat, semoga dapat kerja yang lebih baik dan tidak kontrak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha baik nyonya! akan saya laksanakan segera!

      Delete
  5. Sambil nyari kerjaan yang lebih mantap, yuk ngeblog gila2an. Rejeki bisa datang dari mana aja, termasuk dari ngeblog. Jangan nganggur deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, harus kreatif mencari tambahan uang hehe

      Delete
  6. kalo doa nggak cukup, di sumpahin aja deh kak biar segera terealisasi. :D

    ReplyDelete
  7. Duh, Hayati malu. Foto Hayati dipajang gitu ~ Hahahaha

    ReplyDelete
  8. Apalagi gue, Fan. Udah setahun jadi pengangguran. Mana kuliah udah semester 6. Mau cuti juga sayang. Haha.

    Tapi yowis, nikmati saja toh. Lagi masanya untuk santai di rumah :))
    Semoga cepet dapet, yak. Gue juga. Aamiin

    Ckck. Pemikiran gila lu buat penyemangat boleh juga tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya terkadang dibalik sebuah keterbatasan masih ada harapan atas segala ketidakmungkinan, salah satunya perihal mendapat pekerjaan idaman :)))

      Delete
  9. Semoga cepat dapat kerja dan belahan jiwa ya...

    Huaaa Iyya... Aku juga dapet pertanyaan 2 sekaligus.. Kapan lulus dan kapan nikah.. jawab aja santai, "nanti kalo udah waktunya" simpel, padet dan jelas terus kabur teratur..

    ReplyDelete
  10. Yaahh, kalo pertanyaan2 gak mngenakkan gtu mah slalu kita dapetin ampe seumur hidup deh. Contohnya dari kita kecil udh dpt prtnyaan kyak gtu, contohnya kayak "umurnya berapa?" makin lama "kelas berapa?" "sekolah di mana?" pas udah lulus SMA "kuliah di mana?" (<-- Nah ini prtanyaan yg bkin aku stres untuk skrg ini) Atau "kerja di mana?". Pas udh msk usia nikah prtnyaan jd " kapan nikah?" pas udh nikah "kapan punya anak?" trs pas udh pnya anak "kapan nambah anak?"

    Aku jg nganggur nih bang, di rmah, blm ada krjaan._. Tp bnyak jg hal2 yg bsa dilakukan d rmh kok :) smga cpet dpt kerjaan ya! Hayati selalu mendukungmu kok~ wakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha betul tuh dek, pertanyaan seperti itu gak bakal ada habisnya...

      btw semoga kamu dapat pekerjaan juga :D

      Delete
  11. Yap. Pertanyaan-pertanyaan menakutkan selalu ada, ya. Tapi jangan ditakutilah, jadikan motivasi saja. Hihi.
    Semangat-semangat! ^^
    Kayanya aku sebentar lagi bakal dapet pertanyaan, "Skripsi apa kabar?" Hahaha. Padahal masih semester 5, sih. Eh, tapi sebentar lagi kan? Huhuhuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha brave yourself rim! skripsi semakin datang mendekat! :D

      Delete
  12. mulai memasuki tahap pertanyaan "Kapan nikah". Bikin sebel juga tuh pertanyaannya -,-

    ReplyDelete
  13. ngga ada habisnya. ntar kalo sudah nikah. kapan py anak? terus aja ngga ada hentinya.

    ReplyDelete
  14. dinikmati aja mas. ntar kan pertanyaan2 itu akan sampai di titik jenuhnya sendiri. membeku bagai salju. mengeras kayak karamel. *apa sih*

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia