Tulisan Edisi Hari Raya Idul Fitri

Sekiranya selalu ada akhir dari sebuah perjuangan. Pada akhirnya, perjuangan menghadapi segala macam godaan hawa nafsu dan menahan rasa lapar dahaga dengan berpuasa selama sebulan penuh berakhir sudah. Dengan gema takbir sebagai penanda hari suci, hari kemenangan yang ditunggu, setelah berjuang sebulan berpuasa menahan segala godaan nafsu.

http://www.resepmasakankreatif.com/resep-masakan/resep-cara-membuat-opor-ayam-enak-mudah.html

Hari Raya Idul Fitri, Hari yang begitu dinanti, di hari yang suci kita semua kembali fitri dengan dompet penuh dengan lembaran uang yang warna-warni. Hari Raya Idul Fitri, hari dimana kita saling bersilaturahmi dan sembari mencicipi segala makanan yang dikeluarkan dari lemari. Entah itu nastar, kastengels, astor, sampai rengginang semuanya begitu menarik hati. Seperti halnya dia, sosok wanita yang entah kenapa pas hari lebaran semakin cakepan.


Rasanya baru kemaren merasakan hari pertama puasa, eh sekarang sudah lebaran saja. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Ah andai saja proses melupakan secepat waktu berjalan, mungkin kehidupan akan lebih terasa menyenangkan. Seperti halnya sebuah cerita, yang mulanya berawal dari beberapa hal sederhana. Lebaran pun tiada yang berbeda. Selalu saja ada keunikan yang menjadi dalang di belakangnya, terlepas dari beberapa elemen tambahan yang mengejutkan. Dan berikut hal-hal apa saja yang banyak bermunculan di waktu lebaran:

Terlalu Banyak Jebakan
Jebakan pertama, dimulai dari pesan singkat dan broadcast dari para mantan yang meminta pengampunan. Pengampunan seolah lupa akan luka yang pernah ditorehkan dalam dada, yang dengan entengnya berkata “Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya. Jangan Lupa, Hari kedua lebaran datang ke rumah, aku Menikah.” Sekiranya luka yang lama mengering seketika terkorek begitu saja, lalu perih seketika. Duh, dek!

http://www.solopos.com/2015/07/04/lebaran-2015-jelang-idulfitri-inilah-meme-biskuit-legendaris-lebaran-620960

Jebakan kedua, jebakan klasik yang selalu ada di waktu lebaran tiba. Jebakan berupa beraneka macam kaleng-kaleng roti cap orang tua ataupun bergambarkan keluarga yang ditinggal bapaknya, yang ternyata isinya hanya rengginang dan emping saja. Terasa begitu klasik, namun tetap saja selalu menarik. Eh siapa tahu, isinya sesuai dengan harapan, meskipun terlalu banyak jadi korban harapan palsu.

http://www.sastraananta.com/2014/07/hari-lebaran-hari-kemenangan.html

Seperti halnya kisah nostalgia, tentang teman lama yang ketemu hanya di waktu lebaran saja. Dulu, kulitnya penuh daki, sekarang kulitnya mulus sekali. Dulu, bawaannya tas kresek biasa, sekarang bawaannya tas bermerk luar biasa. Dari yang dulunya ngomongnya ndesa, sekarang ngomongnya bahasa gaul ibukota. Tak terasa waktu sudah mengubah segalanya.

Terlalu Banyak Harapan
Dimulai dari pojokan relung hati terdalam dari seseorang yang berharap bisa balikan dengan mantannya di hari lebaran, sampai dengan pengharapan dari seorang lelaki yang berharap lamarannya diterima oleh kedua orang tuanya. Di hari lebaran, semua harapan bisa saja menjadi kenyataan. Toh namanya juga berharap, kalau pun tak jadi ya sudah, apa salahnya mencoba, begitu kilah mereka.

https://www.pegipegi.com/travel/mengenal-tradisi-salam-tempel-di-indonesia-saat-lebaran/

Harapan selanjutnya berasal dari hati para keponakan yang berharap di hari lebaran mendapat “Salam Tempel” dari paman-paman yang pulang ke kampung halaman. Mengharapkan amplop tebal, berisi lembaran uang pecahan puluhan ribuan. Tak jauh beda dari mereka, dari kejauhan terlihat ketegaran seseorang ketika menerima sebuah amplop. Bukan berisi uang, tetapi berisi surat undangan pernikahan. Undangan pernikahan kekasihnya yang sudah berjalan delapan tahun. Delapan tahun, waktu yang sangat lama untuk dihabiskan dengan menjaga jodoh orang. Nelangsa, dan sekiranya air mata penyesalan pun tiada berguna. Nasi telah menjadi bubur, kekasih hati dibawa kabur. Hati hancur lebur.

Terlalu Banyak Pertanyaan
Lebaran adalah momen tahunan, momen dimana seluruh saudara jauh akan datang ke kampung halaman. Lebaran adalah momen ketemuan, setelah lama hidup di perantauan. Tiada kabar terbaru, tiada tahu nomer telepon yang baru, lalu tiba-tiba kumpul jadi satu. Tanpa komando, semuanya bergantian bertanya, mulai dari pertanyaan basa-basi sampai pertanyaan yang membuat wajah jadi pucat pasi. Sedih, nelangsa, dan sengsara.

Dimulai dengan pertanyaan “Kerja Dimana?”, pertanyaan yang terlihat begitu sederhana. Namun bagi mereka yang sedang tuna karya, pertanyaan “Kerja Dimana?” itu laksana menelan buah simalakama. Hanya bisa menjawab “Belum Bekerja, doa’kan saja ya!!”. Rasa pahitnya begitu terasa, dan hanya senyum getir yang jadi jawaban selanjutnya. Seperti halnya aku, entah sudah berapa banyak mendapat pertanyaan seperti itu. Entah oleh sodara, atau teman lama, semuanya tanya soal bekerja. Ah sudahlah. 

http://www.lucumeme.com/2015/07/gambar-meme-lebaran.html

Mungkin ada tambahan, bagi yang masih jadi mahasiswa, akan mendapat pertanyaan begini "Kapan Lulus?"
http://www.duniaku.net/2015/07/16/kapan-nikah-pacarnya-mana-kunci-jawaban/

Selanjutnya, pertanyaan “Kapan Nikah?”, pertanyaan yang begitu menohok, apalagi bagi mereka yang kebetulan sedang tuna asmara. Terasa seperti mimpi buruk, benar-benar buruk. Di negeri ini, budayanya umur 21-27 tahun adalah umur yang sudah punya momongan. Bagi masyarakat desa, menikah muda adalah hal yang biasa. Tapi bagaimana dengan perasaan mereka yang pacaran bertahun-tahun tapi belum menikah juga? Pulang ke kampung halaman niatnya untuk berbahagia, eh malah ditanya “Kapan Nikah?”. Masih baik jika dijawab “Secepatnya, doakan saja.” Tapi bagaimana dengan perasaan mereka yang sudah banyak mendapat pertanyaan yang serupa? Nelangsa!

http://bramardianto.com/menghadapi-pertanyaan-kapan-kamu-menikah.html

Dan, Pertanyaan terakhir, adalah “Pacar/Calonnya Mana?” Meskipun pertanyaan basa-basi, tapi bagi mereka cukup membuat wajah pucat pasi. Terasa begitu mengiris hati.

http://www.duniaku.net/2015/07/16/kapan-nikah-pacarnya-mana-kunci-jawaban/

Hakekatnya Hari Lebaran adalah hari perayaan. Perayaan bersama keluarga besar di kampung halaman. Alangkah indahnya Hari Lebaran saling berbagi kebahagiaan, Berbagi amplop penuh dengan lembaran uang. Hari Lebaran yang pada akhirnya akan menjadi lebar beneran. Badan yang kembali melebar, penuh dengan ketupat yang saling berdesakan. Sekiranya "Mohon maaf lahir dan batin" jauh lebih Indah dibanding "Mohon maaf kita temenan aja ya!".

Dan untuk mengakhiri tulisan ini, ijinkanlah saya untuk mengucapkan sedikit banyak kata-kata hari raya:
https://indrajied.blogspot.co.id/2015/07/pertanyaan-lebaran.html
Selamat Hari Raya Idul Fitri. Bila ada salah kata ataupun salah penulisan saya Mohon Maaf Lahir dan Batin. Dan sekiranya ada sponsor yang minat menjadi sponsor utama, saya persilahkan. Mohon Maaf Lahir dan batin ya. Mohon maaf tak bisa berbagi THR, kiriman dari Negara Api belum sampai. Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

 Purwokerto, 6 Juli 2016.

Comments

  1. Hahahaha... Nikah jadi problem utama. Baca ini lo kayaknya ngenes amat. Hehe

    ReplyDelete
  2. kawinnya kapan?
    gkgkkgkgkgkgkkgkkk...

    ReplyDelete
  3. Kok saya jadi kesinggung gitu yah baca "kapan nikah", aduh baper nih

    ReplyDelete
  4. ck ck ck,, sabar yaaaa,, jadi kapan nikahnya?

    ReplyDelete
  5. Hahahaha shueee betul banget. Gue baru umur segini aja juga udah ditanya kapan nikah. Btw Selamat hari raya Idul Fitri ya :)

    willynana.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Duuhh parah ayam opornya bikin ngilerrršŸ˜

    ReplyDelete
  7. Untung pas natalan jarang ditanya kapan nikah, mana pacar. Paling ditanya kapan lulus dan mau kerja dmn doang :(

    ReplyDelete
  8. "Kapan nikah?"

    Mbok ya situ bantu nyariin, gak cuman nanyain. Sebab kalo cuman dipikirin, itu hanya sekadar ingin.

    Yha to?

    ReplyDelete
  9. Wkwkwk jebakan isi toples itu masih ada aja ya :D wkwkwk

    Yaah, pertanyaan kapan nikah :' aku kemarin langsung ditodong biar buru-buru nikah -_-

    ReplyDelete
  10. Ternyata saat lebaran itu menjadi hari yang menyeramkan juga ya untuk yang belum menikah, ahi hi hi.

    ReplyDelete
  11. bahahaha, kasihan.. jebakan batmannya banyak ya. kalau di hari biasa sih jebakan batmannya botol coca-cola yang ternyata isinya adalah... cuka.

    ReplyDelete
  12. Hahaha itu saya masih ngalamin lebaran ini jebakan batman yang merajalela di kaleng-kaleng kong guan ternyata berisi rengginang

    ReplyDelete
  13. Hahaha, kebanyakan udah dilalui pas masa kecil. Sekarang, perlakuan ke gue dari sodara lebih dahsyat: "Sepupu kamu udah nikah. Nanti cari cewek yang ngertiin keluarga ya." Kampret. Sekolah aja belum kelar. :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia