Bullying Itu Tidak Lucu

Pramoedya Ananta Toer dalam buku Bumi Manusia, pernah berkata bahwa, “Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan.”(*) Tapi bagaimana dengan mereka, mereka yang mengaku sebagai mahasiswa, dengan tega melakukan tindakan yang tercela. Menghina dan membully seorang mahasiswa juga yang kebetulan berbeda dengan mereka. Konon kabarnya, si korban hampir setiap hari menerima bully­an dari teman-teman kampusnya. Sedemikian kesalnya, si korban melemparkan tempat sampah ke arah pembully-nya. Dan, lebih menyedihkannya lagi adalah mahasiswa-mahasiswa lain yang melihatnya justru menertawakannya, seolah-olah itu merupakan hal yang biasa terjadi, dan dianggap lucu. Bullying itu tidak lucu, gaes!

Dan, lewat rekaman video berdurasi beberapa detik ini, seluruh dunia pun sadar bahwa sesungguhnya kegiatan bullying itu masih saja menghantui, terkhusus bagi mereka yang memiliki kekurangan dalam tubuhnya.

Ini videonya:
 Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=FNd8DcAQKBY 

Setelah menonton video ini, yang saya pikirkan cuma satu. “Sebenarnya, apa yang ada di pikiran mereka?” Kok tega-teganya membully sesama mahasiswa satu kampusnya sendiri, hanya karena kebetulan dia memiliki kekurangan pada tubuhnya. Sekiranya, pernahkah mereka berpikir bahwa dia (Korban) pun tidak pernah memiliki keinginan untuk terlahir sebagai seorang Tunagrahita?


Mungkin memang benar apa yang pernah dikatakan Albert Camus dalam salah satu bukunya, The Fall, bahwa seseorang tidak bisa hidup tanpa berusaha mendominasi atau menguasai, dan pada akhirnya hidup di ketinggian menjadi satu-satunya cara agar dilihat oleh orang lain. Namun sayangnya, cara yang mereka pakai itu sungguh keterlaluan, dengan merendahkan orang lain menghina kekurangannya hanya untuk dianggap dirinya lebih hebat dari yang lainnya. Dan bersyukurlah, berkat kemajuan teknologi, seluruh dunia bisa menjadi saksi bahwa di salah satu kampus di negeri ini, tindakan bullying masih saja terjadi.

Ada orang-orang yang memang tidak begitu beruntung, sehingga kebahagiaannya datang lewat cara merebut senyum orang di sekitarnya. Ada orang-orang yang memang sangat malang, sehingga keberadaannya datang lewat cara menghina dan mengecilkan martabat orang lain, hanya karena dia berbeda dengan mereka. 

Pada akhirnya, saya menyadari orang yang memiliki penampilan yang lebih baik tidak lantas membuat seseorang memiliki sifat yang baik pula. (**) Video ini sudah ditonton lebih dari ratusan ribu orang, beragam reaksi bermunculan, sebagian besar mengutuk perilaku ini. Sebagian besar lainnya berharap agar para pelaku bully diberi tindakan tegas oleh kampusnya. Sebagian besar lagi sangat menyayangkan, kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi di salah kampus ternama di negeri ini. Namun, tanpa diperintah pun para pengguna dunia maya sudah tahu identitas pelakunya.

Seperti kata pepatah lama, siapa yang manabur angin pasti akan menuai badai. Maka berbaliklah kini, badai cacian, hinaan, makian, hujatan, datang menyerang balik para pelaku pembully. Kalau tak percaya, lihat saja akun-akun media sosial para pelaku, lalu lihat kolom komentarnya. Simpati dan dukungan berdatangan kepada si korban bullying. Sekiranya tindakan korban yang melemparkan tempat sampah ke arah pelaku akibat reaksi kesal karena menjadi korban bullying pun sangat dimaklumi. Ya sebagai seorang manusia, bukankah terkadang kesabaran itu ada batasnya juga?

Ya begitulah apa yang terjadi kemudian, tatkala kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras pun ikut tersinggung, kecuali orang gila dan berjiwa kriminal, biarpun dia seorang sarjana, (*) ataupun mereka yang mengaku dirinya sebagai seorang mahasiswa.

Semoga ke depannya, perilaku bullying tidak terjadi lagi, khususnya dalam lingkungan pendidikan di negeri ini, dan para pelaki bullying sekiranya diberi hukuman yang sepantasnya. Karena hukuman sosial pun terkadang masih belum cukup untuk membuatnya jera.

(*) Dikutip dari buku Bumi Manusia, karya Pramoedya Ananta Toer
(**) Dikutip dari buku The Fall karya Albert Camus


Comments

  1. Jelas.
    Hukum di Indonesia harus ditegakkan.

    Mereka sudah cukup dewasa untuk bisa menerima konsekuensi dari apa yang diperbuat.

    ReplyDelete
  2. Beneran gemes ngeliatnya. Negeri ini mau jadi apa, jika generasi mudanya belum bisa menghargai perbedaan?
    Sekarang kita lihat, bagaimana reaksi pemerintah? Apakah hukum bisa ditegakkan?

    ReplyDelete
  3. Makjleb banget yang ini, Bang~ RT@vandy46: Ada orang-orang yang memang tidak begitu beruntung, sehingga kebahagiaannya datang lewat cara merebut senyum orang di sekitarnya..

    begitulah kehidupan saat ini, Bang, begitu keras dan kejam. Asal ada yg dianggap lebih jelek dan lebih kurang, langsung jadi sasaran kebringasan. makanya cara membuat org lain bahagia juga berbeda sekarang, dulu bisa sama2 bahagia. tapi skrg, kitanya mesti tetp menderita kalo mau ngebahagiain org lain. eh pernah kutulis di blog juga sih di sini: http://www.howhaw.com/2017/05/tetaplah-jelek-tetaplah-rusak-untuk-menjaga-perasaan-orang-lain-dan-membuatnya-bahagia.html

    ReplyDelete
  4. Yang dianggap berpendidikan belum tentu berpendidikan... Yang dianggap religius belum tentu spiritualitasnya baik... Yah, banyak yang "belum tentu" wkwk miris banget tapi, padahal mereka MAHAsiswa kok kelakuan kacrut begitu

    ReplyDelete
  5. Udah gregetan bgt sama kasus bullying sebenernya, tapi khusus di case ini aku semacam "untung pelakunya udah bukan di usia kebal hukum semua", tinggal tunggu penegakkan hukumnya aja dari pemerintah.

    ReplyDelete
  6. Kasus bullying itu aku juga gak setuju banget. Ngebuly itu yang biasa aja lah, kalau sampai sama temen-temen disabilitas itu kasihan banget lho. Semoga dia segera sadar lah

    ReplyDelete
  7. Apa gunanya bullying?
    Pasti tidak ada
    Hanya di korban akan mengalami tekanan, dan pelaku akan merasa bangga.

    Seharusnya tidak demikian dilakukan oleh siapapun dan kepada siapapun

    ReplyDelete
  8. Gemessssss banget. Sepertinya pelaku bullying mengidap kelainan psikologis deh. Bagaimana bisa hal begituan dianggap lucu?

    ReplyDelete
  9. Banyak juga kejadian di mana korban bully saat di SMA menjadi pembully setelah masuk kuliah. Dalam kasus seperti yg saya katakan adalah ketika orang tsb berkelompok dg org yg punya interest yg sama, kemudian punya kesempatan berkuasa, maka peluang menjadi pembully memiliki persentase yg besar.

    ReplyDelete
  10. Mahasiswa sekarang aduh moralnya..., umur aja yg nambah tingkahnya lebih busuk daripada orng yg nggak disekolahin, lingkungan turut mendukung mereka jd pembuly, semoga nggak ada lg aksi buly sok jagoan sok hebat ky gini,

    ReplyDelete
  11. paling sebel dgn pelaku bully...sy dulu pernah jd korban..tp antara 2 orang yg iri pada prestasi saya..lalu mereka bikin status di fb ttg sy..lalu saling berbalas komentar..ngenyek prestasi..solusinya..sy unfriend mereka...hidup sy indah makin banyak prestasi...mereka masih spt itu itu juga

    ReplyDelete
  12. Cocok dilempar tong sampah karena ini sampah masyarakat beneran. Bagi gue paling tidak. Mau sepinter apapun dia. Kampus kabarnya sudah mengeluarkan ya. Bagus biar jadi pembelajaran. ENiwei thanks quote Albert Camus nya, menarik sekali, jadi pengen baca.

    ReplyDelete
  13. Kalau lihat yang beginian itu pengennya ngomel. Kan kasihan Kan yang jadi korban. Para pelaku harus dikasi hukuman

    ReplyDelete
  14. Pembully lebih rendah dari yang di bully, bahkan pikiran jauh dari anak kecil ..

    ReplyDelete
  15. Semoga ke depannya korban bisa mendapakan perlakuan yang lebih baik ya dari teman-teman dan lingkungannya. Bukan sebaliknya, pelaku tambah dendam. Semoga lebih baik. Aamiin aamiin...
    *kasian banget sama si korban

    ReplyDelete
  16. Turut sebal dengan kejadian bullying, tak pantas dilakukan kepada siapapun. Tentunya pelaku juga perlu diberikan sanksi, agar timbul efek jera.

    ReplyDelete
  17. Menyedihkan sekali ya Mas, anak-anak Mahasiswa tapi masih kayak anak kecil

    ReplyDelete
  18. Aku gk kebayang berada diposisi korban , stiap hari hrus mndpatkan perlakuan tdk adil dr si pembully. Semoga semakin banyak org yg sadar akan rasa kemanusiaan.

    ReplyDelete
  19. saya juga pernah melihat secara langsung kasus pembullyan mas. Udah kita peringatkan juga yg melakukan bully-ing tapi untungnya mereka langsung sadar dan minta maaf.

    terkadang di jaman sekarang ini, remaja / usia ababil kadang maunya bercanda tapi tidak pada waktu dan tempat yg tepat.

    ReplyDelete
  20. Bener Kang Fandy, dari sini saya bisa belajar banyak tentang bullying. Bahwa tidak hanya kucing, kebodohan juga bisa dipelihara.

    ReplyDelete
  21. Sedihhh.. :( andai aku disitu bakal aku peluk, aku bantuin ngelemparin tong sampah ke anak2 muda yg kelakuannya begitu

    ReplyDelete
  22. Miris ngeliatnya ih, perilaku tak menunjukan tinggi pendidikannya...

    Kecerdasannya masih dibawah rata-rata sehingga tega berbuat seperti itu

    ReplyDelete
  23. Ada perasaan sedih sekaligus bertanya-tanya kok bisa-bisanya ya bercanda dengan cara seperti itu. Miris banget liatnya semoga kita terhindar dari perilaku dzolim sama orang lain :(

    ReplyDelete
  24. pada dasarnya bulliying itu semacam bercanda, nah dari sebab -akibat becanda yang terlalu kelewat. disitu terjadilah bulliying terhadap teman-teman umumnya.

    ReplyDelete
  25. Bullying apapun itu tidak pantas dan harus diakhiri..menjadi gerakan bersama sprt kata Pram bertindak adil sejak dlm pikiran

    ReplyDelete
  26. Bully sama artinya bahagia diatas penderitaan orang lain. Sama sekali gak bagus. Gak beda jauh seperti kuntilanak-kuntilanak yang lagi ketawa karena korbannya ketakutan. Berarti orang yang ngebully itu dia kuntilanak. setan. iblis. Gak bernurani. Hatinya lagi di kantongin. Jahat.

    ReplyDelete
  27. kesel banget dengan kasus ini, kok ya tega mereka menjadikan kekurangan orang lain sebagai candaan, sama sekali nggak lucu.

    ReplyDelete
  28. Bullying memang tidaklah lucu. Akan tetapi, perihal masalah itu coba cari tau lebih dalam lagi kak. Kasian atuh permasalahan itu tersebar luaskan. Walaupun, bentuk ungkapan bela diri juga.

    Tetapi, tanpa kita sadari pasti pernah melakukan hall bullying mulai dari ngatain teman hingga isengin teman. So, pasti semua orang pernah melakukan hal tersebut.

    Tetapi, tinggal kita memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang salah.

    ReplyDelete
  29. Berat kak! Aeal tulisannya udah berat dan Pram benar. Eh salah, mas fandhy benar semua yang waras sepakat dan sama menilai. Ink terlaluuu... semkga tak erjadi lagi dan lagi.... dan semoga dunia pendidikan makin baik ya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia