Posts

Showing posts from October, 2019

Suara Samar-samar

Gulma tumbuh lebat di pekarangan depan rumah yang tak terawat. Semak-semak tumbuh subur di lahan sawah yang kini tak ditanami lagi, saling menyeruak di antara batang padi yang mengering. Gulma dan semak sungguh tiada bedanya. Hanya satu perbedaannya, tempat mereka tumbuh. Jika diibaratkan, halaman depan rumah itu seperti tampilan seseorang, sedangkan lahan sawah yang tak ditanami lagi itu ibarat seperti akal pikiran. Gulma dan semak sama merusaknya. Jika dibiarkan menyebar, mereka akan mengambil alih semuanya. Menguasai semuanya. Hanya ada satu cara untuk menghentikan semuanya, membabatnya. Menghabisinya sampai akar-akarnya. Agar tidak tumbuh lagi, agar tidak muncul lagi. Bila perlu, dengan cara-cara revolusi. Membakarnya sampai hangus jadi abu.
Kata orang, Banyak Jalan Menuju Roma, begitu pula menuju Istana. Sungguh banyak jalannya. Ada yang lewat jalur bawah, merangkak dari dasar, menabur suara di antara hiruk pikut perkotaan, tiada yang sadar sampai suatu ketika dia muncul ke permuk…