Menulislah, Seolah-olah Besok Kamu akan Melupakannya

Showing posts with label Virus Corona. Show all posts
Showing posts with label Virus Corona. Show all posts

Friday, July 23, 2021

Sebuah Tulisan: Sungguh Tidak Jelas

Terkadang hidup bisa sedemikian tidak jelasnya, jika hanya dihabiskan untuk mencari penjelasan tentang apa yang tidak jelas dalam hidup. Karena semakin banyak mencoba untuk mencari penjelasan, maka semakin banyak pula hal-hal tidak jelas yang meminta penjelasan. Hidup memang seperti itu, apalagi jika hidup di suatu negara yang sangat indah dan selalu disirami cahaya matahari setiap tahunnya.

Banyak sekali penjelasan yang berkeliaran di linimasa. Apalagi di grup WA, entah di grup keluarga atau di grup SMA, semuanya bertingkah seolah menjadi ahli yang pandai dalam menjelaskan sesuatu yang sebenarnya tidak dipahaminya. Mengoceh sana, mengoceh sini, kutip teori itu, kutip teori ini, bila perlu pakai ilmu cocoklogi. Segala sesuatunya yang sekiranya agak cocok, dia jelaskan dengan menggebu, kepada mereka yang membutuhkan penjelasan, membutuhkan pencerahan.

Read More

Sunday, January 10, 2021

Sebuah Cerita, Covid-19 Itu Nyata

Pada awalnya, aku sangat ketakutan ketika melihat segala kekacauan yang ada di kepalaku. Kekacauan yang ditimbulkan oleh kenyataan, perihal hasil Test Antigen yang mengatakan bahwa aku reaktif Covid-19. Dan, harus segera melakukan Test Swab untuk memastikan semuanya. Pada titik ini, tidak ada lagi yang bisa aku harapkan dari rencana pulang kampung untuk menikmati waktu liburan akhir tahun, karena kemungkinan untuk mendapatkan hasil swab negatif itu seperti mengharapkan ayam mengeong, mustahil. Tapi, bagaimana lagi? Karena memang begitulah prosedurnya, siapa saja yang akan menggunakan moda transportasi publik diharuskan memiliki bukti hasil test antigen negatif.

Swab Test

Tidak ada yang bisa dijelaskan lagi, ketika hasil swab keluar. Dan, memang benar adanya, hasilnya menunjukkan bahwa aku positif Covid-19. Tidak ada yang bisa aku jelaskan lagi, perihal apa yang ada di kepalaku saat itu. Segalanya hening, segalanya sunyi, bahkan kekacauan yang timbul di hari kemarin setelah melihat hasil test antigen pun tidak ada lagi. Aku tidak merasakan apa-apa. Bahkan keinginan untuk menangis pun tidak ada. Segalanya hening, segalanya sunyi, segala kosong. Sampai kekosongan itu tergantikan oleh suara isak tangis istri, yang terdengar dari ruang tamu. Ya, sembari menunggu hasil swab keluar, aku dan istri sudah jaga jarak, tidur pun terpisah. Sungguh Demi Neptunus, pedih sekali melihat istriku menangis karena melihat hasil swabku yang positif Covid-19. Hati kian pedih, tatkala harus menerima kenyataan bahwa aku tidak bisa memeluk istriku, sekedar untuk menenangkannya dan menghiburnya. Puji syukur, hasil swab istriku itu negatif. Jadi, hanya aku saja yang positif Covid-19.

Read More

Sunday, August 2, 2020

Tulisan Tengah Malam

Sudah lewat berhari-hari, sejak terakhir kali aku menulis di lembar ini. Lembar kosong yang tetap dibiarkan kosong. Banyak peristiwa yang terjadi, banyak cerita yang terlewati, banyak sekali alasan yang dijadikan alibi dibalik terhentinya produksi karya. Karya yang tersusun dari kata, kata demi kata, kalimat demi kalimat, yang bermula pada sebuah tanya, lalu merunut menjadi sebuah jawaban, yang kemudian menjadi sebuah cerita. Cerita yang diceritakan oleh Sastra Ananta. Namun, semua hanyalah sebatas angan saja, yang terjadi kenyataannya adalah tiap kata demi kata, kalimat demi kalimat, yang sempat ingin dituliskan, semuanya ditelan kembali. Semuanya tidak jadi dimuntahkan karena berbagai macam alasan, salah satunya ialah alasan itu sendiri. Alibi.

Terakhir kali aku menulis itu di waktu hari raya, dengan tema Virus Corona. Di Hari Raya, tulisan itu timbul ke permukaan. Timbul sebagai penanda, penanda bahwa Sastra Ananta masih ada. Bagaikan penanda gabus yang terapung di permukaan air sebagai penanda jaring yang terbentang di bawah permukaan. Banyak sampah yang tersangkut jaring, tidak hanya persoalan hidup saja, namun juga persoalan lainnya, termasuk persoalan yang ditimbulkan oleh Virus Corona.

Read More