Ketika Tak Ada yang Bisa Ditulis

Tak ada yang bisa aku tulis, Lalu aku harus bagaimana?

Entah apa yang terjadi dengan otak saya akhir-akhir ini. Dengan berbagai macam stimulus dan stimulan sudah aku lakukan semuanya, dari yang namanya sarapan pagi dengan makanan bergizi sampai dengan makan siang dengan makan revisian skripsi, hasilnya tetap saja NIHIL. Tak ada hasil. Seluruh bacaan sudah aku baca, dari novel, cerpen, blog orang, semua sudah aku baca namnun hasilnya tetap saja NIHIL. Entah apa yang salah dengan otak saya, atau saya sendiri yang sedang bermasalah? Entahlah. Ini bukan curhat bukan pula kotak wasiat, ini semacam kotak saran yang nantinya akan aku isi dengan segala keluhan akhir-akhir ini.

Dulu, menulis blog merupakan sebuah hal tabu bagi saya, kenapa? Karena apa? Bukan masalah karena gengsi atau apa, tapi karena otak saya saja yang belum terbiasa dengan dunia blog. Aku lebih suka menyimpannya sendiri dibanding dengan menuliskannya. Selain itu, ada anggapan pula menulis blog itu membuang-buang waktu saja itu seolah mempengaruhi benak saya. Namun nyatanya, setelah saya membuat blog yang ada saya malah ketagihan untuk menulis, menulis, dan menulis lagi. Mulai daru tulisan dengan tema yang tak penting sampai tak penting aku tulis di blog ini. Ketagihan menulis kalo kayak gini mah namanya. Emang begitulah, saya ketagihan menulis. Tapi, entah kenapa dalam seminggu ini otak saya menjadi tumpul. Jangankan mencari ide buat bahan tulisan, mencari kata yang tepat untuk mengawali sebuah tulisan singkat saja saya sangat kesulitan. Ah otak saya lagi tumpul.

Ada orang bilang sih, biar aku dapet banyak inspirasi aku harus baca-baca buku. Iya, aku sudah aku lakukan. Mulai dari buku novel jaman sekarang sampai jaman dulu sudah aku baca, sampai-sampai bacaan dalam koran bungkus gorengan pun aku baca semua, namun nyatanya tetap saja aku kehabisan ide menulis. Kata orang lagi, masalahku sekarang ini bukan masalah banyak atau tidaknya buku atau bacaan yang aku baca, namun siap atau tidaknya otak saya buat menulis. Ya mungkin ini yang namanya macet inspirasi, Stuck in a moment. Moment of inspiration.

Ada orang yang bilang, kalo saya sedang stress. Stress bukan dalam arti masalah kejiwaan, melainkan stress dalam menulis. Yakni stress yang kehabisan ide menulis. Kata orang, biar nggak stress aku harus refreshing, ya minimal cari suasana baru. Lha ini mungkin masalahnya yang harus aku selesaikan. Cari suasana baru, cari suasana baru buat menulis sekaligus cari suasana baru biar pikiranku segar. Dan yang pasti saya butuh pelampiasan, tentunya pelampiasan yang positif.

Sekali lagi, saya minta maaf jika tulisan ini membuat para pembaca blog saya kehilangan waktunya yang berharga. Saya minta maaf.

Comments

  1. hahahaha istirahat dulu, kalo lagi buntu aku malah nemu ide pas lagi nongkrong di kamar mandi *ehh

    ReplyDelete
  2. mungkin kebanyakan nge-revisi skripsi, jadinya ya gitu. antara bosan, males, dan gak ada ide. refresing ke pantai aja kali ya biar santai :D

    ReplyDelete
  3. Iya mungkin stress dan perasaan ga tenang (gelisah akan suatu hal) juga berpengaruh, jd rasanya susah sekali membangun ide *saya jg pernah mengalami hal kaya gini* hehhehe Semangat ya :)

    Fandhy, tengok postingan aku yg ini dong :
    http://catatandewisri.blogspot.com/2014/05/hidup-bahagia-dan-sejahtera-di-usia.html
    Jika berkenan bantu kasih komentar yah, makasih banyak sebelumnya... ;))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget mbak -_- otak menjadi tumpul

      Delete
    2. makasih yah fandhy, udh bantu kasih komentar hehee

      Delete
  4. refreshing aja dulu bro, bisa lakuin jalan2 kemana gitu... Ntar juga dapet inspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa rencananya sih ntar mau refreshing ...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia