Cara Mengatasi Writer's Block

Entah kenapa dalam beberapa hari terakhir, menulis menjadi sesuatu yang sulit untuk saya lakukan. Rasanya bingung, rasanya aneh dan terasa begitu janggal untuk kembali menulis. Bukan karena malas, bukan karena enggan menulis, bukan karena tidak ada ide menulis, bukan juga karena banyak pekerjaan. Enggak, dan entah kenapa saya tak tahu sebabnya kenapa?

http://www.whyimcray.com/2015/08/writers-block-language/

Pernah mencoba menulis yang ringan tapi tetap tak bisa, mau mencoba menulis tulisan yang agak berisi tetap saja tak bisa. Saya (merasa) banyak ide, tapi tak bisa menuliskannya. Banyak waktu untuk menulis, tapi tak bisa menentukan mau menulis apa. Jujur saja, saya pun bingung sebabnya kenapa? Apa iya, saya itu lagi kena writer’s blockTapi kak, saya kan bukan penulis, cuma seorang blogger kemarin sore yang butuh job review.

Writer’s Block, menurut Kak Jefri dari Kompasiana adalah Keadaan di mana seorang penulis tidak dapat menuangkan segala idenya ke dalam tulisan. Pikiran menjadi buntu, otak terasa kaku, seolah ada yang menghalangi keluarnya gagasan. Tak satu pun kata, apalagi kalimat atau pun paragraf yang mampu dihasilkan oleh sang penulis. Writer’s block dapat menjadi kendala yang membuatnya merasa tidak mempunyai bakat hingga akhirnya berhenti menulis.

http://professionalcontentcreation.com/beat-writers-block

Jadi bagaimana cara mengatasi Writer’s Block?
Menurut saya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi writer’s block. Cara itu biasa saya lakukan ketika sedang dalam kondisi seperti ini. Dan untuk itu saya akan bagikan tips-tips yang biasa saya lakukan untuk mengatasi Writer’s Block, antara lain:

Membaca Buku
Ada ujar-ujar yang muncul di kalangan penulis, bahwa “Penulis yang bagus adalah pembaca yang rakus”. Awalnya saya belum merasakan dan mengerti apa maksudnya, tapi setelah mengalami sendiri dengan banyak membaca buku, saya tahu bagaimana rasanya menulis dengan lancar. Ya, meskipun bukan termasuk Penulis yang bagus, sekiranya saya paham betapa pentingnya membaca buku dan apa pengaruhnya dalam proses menulis.

http://mignonworld.blogspot.co.id/2013/06/kucing-membaca-buku-comel.html

Kata Pak Guru, Buku adalah Jendela Dunia. Dengan membaca kita bisa memahami segalanya, kecuali memahami wanita tentu saja. Membaca buku banyak manfaatnya, selain menambah ilmu dan pengetahuan baru, dengan membaca buku kita bisa mendapatkan ide menulis yang baru, membaca buku juga bisa menambah dan memperkaya kosakata yang kita punya. Selain itu membaca buku juga akan membuat mata kita terbuka, terbuka untuk melihat sesuatu tidak hanya dengan satu sisi semata. Dengan membaca buku, kita mendapat pengalaman, ide menulis, dan gaya menulis yang berbeda-beda. Dan itu semua terkadang akan memberi pengaruh pada gaya penulisan kita, untuk masalah itu saya sudah sudah mengalaminya. Dengan banyak membaca buku, logika, perspektif dan imajinasi kita akan terbuka dengan bebasnya.

Menonton Film
Sebenarnya untuk bagian menonton film ini merupakan cara yang klise untuk mengatasi Writer’s Block. Hampir dari sekian banyak tulisan tentang Cara mengatasi Writer’s Block, yang saya baca, hampir selalu menyertakan menonton film dalam tulisannya. Menonton film manfaatnya hampir sama dengan membaca buku. Bedanya mungkin menonton film lebih terasa simpel.

http://tegal-online.blogspot.co.id/2011/01/momen-momen-saat-kucing-menonton-kucing.html

Menonton film memberi banyak ide baru dalam menulis. Entah itu tentang mau menulis apa, tapi juga tentang bagaimana kita akan menulisnya. Menonton film, memberi kita banyak sudut pandang dalam menulis, entah itu dari sudut pandang orang pertama, kedua atau ketiga. Selain itu, menonton film juga memberi kita masukan tentang bagaimana cara kita menulis. Apakah akan bertipe serius, komedi, cinta, atau campur aduk semua rasa yang ada? Dan juga dengan menonton film, kita bisa juga gunakan untuk melatih menulis review film yang kita tonton.

Berjalan Kaki
Ternyata, berjalan kaki itu memiliki banyak manfaat, selain menyehatkan badan, dengan berjalan kaki kita bisa mendapat banyak ide tulisan segar. Dengan berjalan kaki, kita akan melihat lebih dekat apa yang biasa kita lihat dan kita lewati sehari-hari. Dengan berjalan kaki, kita akan belajar untuk mengamati, merenungi diri, menyikapi, dan memosisikan diri. Konon, para filsuf jaman dulu macam Plato, Aristoteles, Sir Issac Newton itu memiliki hobi berjalan kaki. Para filsuf jaman dulu membutuhkan waktu untuk merenungi diri, dan lewat berjalan kaki mereka mendapatkannya. Dan Sir Issac Newton menemukan Teori Gravitasi ketika sedang mengamati pohon apel, dia merenung kenapa buah apel jatuhnya itu ke bawah, bukan ke atas? Lalu terjadilah, sejak saat itu Teori Gravitasi ditemukan.

http://www.sapujagat.com/read/2015/04/18/6-manfaat-besar-dari-jalan-kaki-setiap-hari-bagi-kesehatan-12156

Berjalan kaki bisa dilakukan dimana saja, dan kapan saja. Berjalan kaki itu hiburan paling murah dan tanpa biaya. Hanya bermodal dua kaki, kita bisa menyegarkan segala pikiran. Dengan berjalan kaki kita bisa melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lain, berbeda dari sudut pandang yang biasa. Dan aku biasa melakukannya ketika sedang macet dan bingung mau menulis apa. Biasanya yang jadi tujuan jalan kaki adalah jalanan kota, kedai kopi, kafe, alun-alun kota, pasar, dan tepian hutan. Dengan berjalan, kita melatih untuk menulis hal-hal kecil dengan sudut pandang lain. Misalnya dengan sudut pandang seekor kucing pasar.

(Perbanyak ke) Kamar Mandi
Entah kenapa saya memasukkan Kamar Mandi ke dalam cara mengatasi Writer’s block. Kamar mandi entah kenapa menjadi tempat untuk memanen ide. Entah kenapa, saya pun tidak tahu. Tapi pernahkah kalian mendapatkan banyak ide-ide baru ketika di kamar mandi? Saya sering sekali mendapatkan ide menulis baru ketika sedang di kamar mandi. Entah itu mandi biasa atau mandi wajib, entah itu ada panggilan alam atau kejar setoran, di kamar mandi yang hening terkadang banyak bermunculan ide-ide segar yang pada awalnya tak terpikirkan.

http://fisikasman8.blogspot.com/

Logikanya mungkin begini, ketika sedang ada keperluan di kamar mandi, pasti ada waktu jeda, saya sering menyebutnya sebagai momen beku (freeze) ketika sedang melakukan sesuatu. Entah itu sedang mandi, keramas rambut, menunggu panggilan alam terselesaikan, atau menunggu habisnya kucuran air surga. Pasti ada momen dimana kita merasa beku, merasa hening, merasa tenang, lalu diam-diam di pikiran kita berlarian ide-ide, imajinasi liar, pemikiran-pemikiran hasil perenungan sepanjang hari yang sempat tak terpikirkan, lalu kita pun akan merenung dan berdiam diri, lalu EUREKA! Kita menemukan ide menulis yang baru. Dan konon, Archimedes menemukan Hukum Archimedes yang terkenal itu ketika sedang mandi, dan sebegitu girangnya dia langsung bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!”.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi Writer’s Block, seperti Travelling, Tidur, Shopping, Pacaran, Mendengarkan Musik. Tapi untuk keamanan dunia, dan demi tercapainya keadilan bagi seluruh umat, saya hanya memilih empat saja. Sekiranya Writer’s Block adalah gangguan menulis yang wajar yang menyerang para penulis, yang jadi perbedaannya adalah bagaimana cara untuk mengatasinya. Dan beginilah cara saya untuk mengatasi Writer’s Block.

Bagaimana dengan kalian? 

“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang engkau ketahui, tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri, itulah yang saya lakukan.” ~ J.K. Rowling

Comments

  1. bener deh, kamar mandi itu sumber inspiras ide paling banyak :D


    well, sepertinya lagi dalam fase ini makanya dua minggu nggak posting blog :"

    kalo dapat idepun malah untuk ngajar bukan untuk nulis :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha perbanyaklah ke kamar mandi aja tik X)
      Mandi sama merenungi diri ngahahaa

      Delete
  2. baca buku + jalan2 sih kalo gue buat ngatasin writer's block.

    baca buku = nambah kosa kata, bisa nemu ide nulis juga
    jalan-jalan = otak butuh suasana baru, dan bisa aja di jalan dapet pengalaman menarik buatg ditulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha setuju jog, baca buku emang manjur bgt buat nyari ide, dan jalan jalan pun juga.
      Sekali jalan-jalan, sekalian nyari ide nulis dan olahraga

      Delete
  3. Setuju ama yang jalan kaki. Itu ada penelitiannya kok, ane pernah baca dimana gitu, lupa hehe. Bisa ningkatin kreativitas dan penemuan ide sampe 80% (seinget gue yak)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya emang betul kok kak, jalan kaki bisa mencerahkan pikiran :D

      Delete
  4. Setuja!!
    Gue juga lagi susah nulis nih bang.
    Kalo ke kamar mandi. hhmmm, apa cuma gue yang susah dapet inspirasi kalo dikamar mandi?

    ReplyDelete
  5. pernah nih mas ngalamin writers block sampe sebulan lebih padahal ide udah ada tapi pas ngetik rasanya mau nulis susah banget, dulu sebelum nyoba blogging menurut saya baca buku itu ga seru eh tau2nya baca itu udah seru + manfaatnya banyak.

    kalo Plato, Aristoteles, Sir Issac Newton jalan kaki kalo saya naik motor di jalan yang sepi biasanya dpt ide hehehe

    ReplyDelete
  6. wakakakakakakakkaak.
    BOHONG!
    buktinya 9 akun sosmed dipegang semua. hih. berati ngga block. cuma blognya aja yang block alias mandek.

    ReplyDelete
  7. Baca novel romantis, komik, dan nonton drama, entah kenapa kalo melakukan 3 hal yang berbau romance suka muncul ide dikepala :)

    ReplyDelete
  8. Baca novel akan muncul ide2 yang sangat luas tapi gak bisa di ungkapkan dalam kata. Mungkin emang dasarnya gak terlalu bisa nulis ttg ff atau cerpen gitu ya.
    Kalau lagi stag gitu, paling cuma dengerin lagu, nyanyi2 atau karaoke-an dirumah sampe plong keubun-ubun.hehe

    ReplyDelete
  9. Kalo gue baca buku + cari tempat yang nyaman sih. Hohoho. Kalo dapet ide tapi tempatnya nggak nyaman biasanya bawaannya tetep bakal males.

    ReplyDelete
  10. Kalau aku sih gak maksain buat nulis, terus gak ada hal yang spesifik mesti ngapain, tapi keseringan kayanya cuma jalan2 aja biasa hehehe

    ReplyDelete
  11. Kamar mandi, iya.

    Tapi terkadang, kalau lagi on the way, sering banget dapat inspirasi random. Mungkin mirip dengan momen beku. Kalau sedang dibonceng atau menjadi penumpang di mobil, tinggal ambil smartphone dan ketik ide itu di notes. Tapi kalau lagi nyetir motor sendiri, wahduh, susah. Pernah saking merasa briliannya ide dan inspirasi yang didapat, aku harus berhenti buat buru2 ketik di smartphone biar ngga hilang dan lupa.

    Anyway, thanks artikelnya ^_^ great!

    ReplyDelete
  12. nulis yg ringan2 dulu semacam puisi...

    yg kedua, baca postingan fb dan twitter beberapa tahun yg lalu... biasanya dpt ide dari situ...
    kalau kamar mandi jelas pasti :)

    ReplyDelete
  13. Kalo gw karna nulis ttg travel dan kuliner, kalo nemu buntu suka liat2 foto nya dulu

    ReplyDelete
  14. Haloo bang Fandhy. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa main ke sini juga.
    Pas banget bahasannya tentang writer's block.

    Kalo aku biasanya ngatasin hal itu dengan perbanyak membaca. Baca ulang novel, baca majalah juga blogwalking.
    Hahahahaha setujuuu banget dengan alasan kenapa saat di kamar mandi, akan banyak muncul ide-ide di kepala. Iya, karena suasana yang hening, adem dan sejuk yg kita rasain pas showeran. Uwuwuuwuw

    ReplyDelete
  15. (((Saya (merasa) banyak ide, tapi tak bisa menuliskannya. Banyak waktu untuk menulis, tapi tak bisa menentukan mau menulis apa.)))


    bangeeeeeeet. X")

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia