Minggu, Harinya Berbahagia

Apakah salah, jika hari minggu hanya diisi dengan acara membaca dan berdiam di kontrakan saja, tanpa pergi ke suatu tempat (wisata) yang mana (katanya) akan membuat hati gembira, bahagia?

Lalu apakah bahagia itu? jika sekiranya bahagia itu hanya dinilai dari aktifitas liburan ke tempat wisata di hari minggu, saya rasa itu terlalu berlebihan. Seperti halnya kata peribahasa “Banyak Jalan Menuju Roma”, sekiranya pula, banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuat hati bahagia. Tak hanya satu, tak hanya seribu, tak hanya berlapis-lapis seperti iklan wafer di TV, bahagia itu (ternyata) begitu sederhana. Dan tiap orang punya caranya tersendiri untuk merasa bahagia.

Lain hati, lain pikiran, lain pula sudut pandang, begitu pula cara berbahagia, pasti saling berlainan. Seperti halnya yang saya lakukan untuk berbahagia, semua terlihat begitu sederhana. Seperti halnya Nasi Rendang paket Sederhana yang katanya sederhana, yang ternyata harganya membuat saya menyesal telah membelinya, seharga dua hari jatah makan, enak sih tapi saya salah memilih tempat membelinya, kayaknya. Bahagia itu sederhana, semua tergantung pada kita untuk melihatnya dan mensyukuri apa yang kita punya. Bersyukur, itu kunci utama dan yang pertama untuk membuat hati bahagia.


Jadi kembali ke pertanyaan saya, Apakah salah, jika hari minggu hanya diisi dengan acara membaca dan berdiam di kontrakan saja, tanpa pergi ke suatu tempat (wisata) yang mana (katanya) akan membuat hati gembira, bahagia?
Saya rasa tidak salah, semua kembali pada perspektif kita dalam melihat apa itu bahagia? Selayaknya melihat gelas yang setengah terisi, dan setengah kosong, semua orang berhak menilainya secara berbeda, tak bisa dipaksa, apalagi diancam, jenazahnya tak bisa disholatkan di masjid mereka, seperti kasus yang lagi ramai di dunia maya. Bahwa senyatanya bahagia itu sama saja, hanya saja yang berbeda itu bagaimana kita melihatnya, merasakannya, dan mensyukurinya. Sesungguhnya, Bahagia itu sederhana.

Tidak ada yang salah dari larangan untuk berdiam diri di rumah ketika hari minggu, namun tidak ada pula yang melarang untuk berdiam diri di hari minggu. Terlihat janggal? Ya memang terlihat janggal. Sejanggal bahagia itu sendiri. Adalah ironi, jika kebahagiaan kita ditentukan oleh (omongan) orang lain. Bahagia seperti apa yang kau cari, jika sejatinya bahagia itu ada di depan mata, namun kau sibuk menyebar ribuan langkah tak tentu arah?

Bagi saya, hari minggu adalah harinya berbahagia. Sebagai seorang pekerja (kontrak waktu tertentu) yang menikmati tiap lembur paginya, bekerja yang giat itu selayaknya sholat lima waktu, semua adalah keharusan, kewajiban yang utama. Jadi apa salahnya, jika kegiatan saya di hari minggu hanyalah bersantai mengheningkan diri di antara barisan aksara? Sekiranya jika jarak Purwokerto - Karawang itu hanya selemparan batu, niscaya setiap Minggu saya akan lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Tapi berhubung jaraknya begitu jauh, dan lagi saya belum berkeluarga (Pacar saja tidak punya), maka saya memilih menghabiskan waktu minggu hanya dengan membaca, membaca, sesekali mencuci baju, lalu dilanjut lagi membaca, dan membaca tiada bosannya.

Sumber Instagram : @vandy_ar

Ah sekiranya saya pun perlu untuk berbahagia, meskipun tidak dengan berwisata ataupun menghabiskan waktu berdua saja dengan kekasih tercinta, saya pun berhak untuk berbahagia, meskipun cara yang saya pilih itu agak sedikit berbeda. Sebagai seorang yang memiliki hobi membaca, tentu akan merasa tersiksa jika tak (sempat) punya waktu senggang untuk membaca. Karena bagi saya bahagia itu sederhana, bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca, membaca dan membaca. Begitulah arti bahagia menurut saya, bahagia yang (begitu) sederhana. Dan semua itu hanya bisa terjadi di Hari Minggu.
Hari Minggu, bagi saya, Harinya berbahagia.

Jadi, Bagaimana arti bahagia menurut kalian semua?


Karawang, Minggu, Jelang Tengah Malam, 26 Februari 2017

Comments

  1. Aku bahagia ketika menulis. :) Rasanya plong gitu. :)

    ReplyDelete
  2. Salah! Soalnya istrinya kan bosen di rumah terus senin-jumat, jadi kalo wiken ga diajak jalan-jalan cemberut deh. Ahahahahahahaha aku curhat!bpaling ga dalam 2 minggu aku sih wajib keluar rumah.
    Tapi bukan berarti ga bahagia juga sih. Hidup kan pilihan. Pilihan aku juga untuk mengabdi di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo porsi untuk yang udah menikah, mungkin istri memang butuh jalan jalan keluar buat refreshing dan merasa bahagia bareng keluarga ya kak? Tapi di postingan mas fandhy ini, doi buat diri bahagia menurut porsi anak rantauan yang lagi menjajaki ilmu dimari. Betul begitu mas? hehehe

      Delete
    2. YAK BENAR SEKALI KOMENTAR NANA TUH HAHAHAHA
      Berhubung saya belum menikah, dan belum memiliki kekasih, maka hari minggu lebih banyak saya habiskan dengan membaca buku ataupun sesekali juga diisi olahraga sepeda pagi :D

      Delete
  3. Bahagia versi aku...?
    Saat bertholabul 'ilmi.

    Memahami dan menelaah apa yang sudah diturunkan Allah untuk hambaNya.

    Dan akan kuceritakan kembali pada anak-anakku.
    Agar mereka bisa menemukan arti bahagia yang hakiki.

    ReplyDelete
  4. Ya sama kak,bahagia itu sederhana. Seperti saya, yang membantu membereskan pekerjaan rumah ketika weekend karena bisa pulang ke rumah

    ReplyDelete
  5. Bagi aku bahagia adalah bisa tidur nyenyak dan tak mengkhawatirkan masa depan..
    Yah caranya dengan bersyukurt haha
    Btw aku kalau Minggu biasanya tidur2an yahh XD

    ReplyDelete
  6. Bahagia itu sederhana, ngeliat kamu masih bisa update tulisan, mastii kamu bisa mengisi waktu dengan hal kesukaan kamu aja aku udah bahagia #eh wkwkwkwk..

    Ah, bukan lo doang kak yang suka me time menyendiri. Tapi berhubung gue sama yandhi dan anak gue jarang ketemu biasanya kalo ada waktu luang gue emang seneng habisin waktu di luar rumah.

    ReplyDelete
  7. Cara orang membahagiakan dirinya emang beda-beda. Kalau aku sih, bahagianya kalau jalan2 ke wisata alam. Hahaha...
    Tapi suatu waktu pasti bahagiaku menghabiskan waktu di rumah, kumpul bersama orang tersayang.
    Kalau MAs Fan mah kumpul sama buku, yak. :D

    ReplyDelete
  8. ngga salah.. kalau saya yang tinggal di Bogor, justru sabtu minggu pengen dirumah. Beres-beres. Kalau keluar paling ke minimarket depan rumah. SOalnya macet dimana-mana warga jakarta pada pelesiran ke Bogor. Jadi males kalau keluar. Cocok utk bercengkrama dngn keluarga yang pas weekdays ga bisa leyeh-leyeh didepan TV. Sebelumnya, beli DVD yang lumayan seru untuk ditonton abis ngepel n nyapu serta masak bareng hehe..

    ReplyDelete
  9. Hari minggu adalah waktu mengerjakan hal2 yg tidak sempat dikerjakan di 6 hari lainnya. Meskipun hanya sekadar membaca buku, kalau sehari2nya berkutat di bidang pekerjaan lain pasti akan mendatangkan kebahagiaan.

    ReplyDelete
  10. Saya jarang banget liburan di hari minggu. Banyak banget yang dikerjakan dan terkadang lebih banyak dari hari normal. Tapi setiap orang boleh menikmati hari minggu sesuai dengan keinginan. Tidak ada yang benar maupun salah

    ReplyDelete
  11. Hari bahagia bagi emak-emak selain bisa membuat tersenyum keluarga hanyalah kabar dari cairnya inpois, itu aja sih Fan 😂

    ReplyDelete
  12. Hari bahagia memang paling tepat di hari minggu yang bener bener free. Tapi, biasanya walaupun liburan di hari minggu pasti ada aja kerjaannya haha

    ReplyDelete
  13. Bahagia itu tidak ditentukan oleh oranh lain menurut saya. Kita bebas memilih untum bahagia dengan cara apapun. Jadi tak perlu dengar kata orang lain jika sudah temukan makna bahagia sendiri

    ReplyDelete
  14. Perspektif bahagia memang berbeda2
    Saya sendiri lebih berbahagia saat menemukan harga termurah di priceza.co.id untuk barang impian saya. Bisa buat cari kado juga, biar lebih hemat. Pun sebagai resseller, harga termurah membuat saya untung lebih. Happy? So easy!

    ReplyDelete
  15. buat ibu pekerja yang punya 1 anak, bahagia kalau bisa menghabiskan 1 buku bacaan tanpa diganggu anak, bisa malam mingguan berdua tanpa diintilin anak. Bahahaha...

    ReplyDelete
  16. abang woi abang!

    bahagia dong harusnya pas aku koment ini.
    aku udah lama banget gak nge-blog.
    SEKARANG AKU NGEBLOG LAGI LOH YA!!!

    :)) HAHA

    ReplyDelete
  17. baca postingan ini di malam minggu, pas bener nih mas. saatnya menyambut bahagia ya. Dulu waktu masih single saya sering lho menghabiskan hari minggu dengan membaca dan bersantai di kamar kosan dan I am Happy.
    So happy is ..... ya itu deh... ga peduli di mana saja ya yang enting hati senang

    ReplyDelete
  18. Enggak salah kok, saya pas masih blm bersuami jg tiap wiken di rumah aja, capek di jalan, enakan nonton tipi, baca novel dan tidur hehe

    ReplyDelete
  19. Bahagia kan diri sendiri yang ciptakan. Setiap orang punya cara yang beda untuk membuat itu.
    Aku setuju banget. Kadang ada aja ya orang yang mikirnya kalo weekend itu harus jalan-jalan ke mana. Padahal kan nggak semua orang berpendapat begitu.

    Semoga buku selalu membahagiakanmu, Kak. Hehe.

    ReplyDelete
  20. Dulu waktu msh kerja sama org, Minggu dan tidur adl hal yg paling membahagiakan

    ReplyDelete
  21. Dem! Saya beneran ke sini :D hahahahaha
    Minggu kemarin saya istirahat total di rumah dan pelariannya adalah buku2 :D

    ReplyDelete
  22. Sabtu dan minggu adalah harinya berbahagia buat gue. Karena hanya di hari itu gue bisa melepas segala penat dari kegiatan rutin. Gue memanfaatkan waktu yang hanya dua hari itu dengan melakukan kegiatan yang gue sukai. Kalau semisal lagi pengin jalan, ya, pergi keluar, lalu jalan melihat dunia luar. Kalau tidak sedang ingin ke mana-mana, biasanya di kost aja sambil baca dan nulis.
    Gue paling gak setuju kalau kebahagiaan itu ditentukan oleh orang lain (seperti yang ada di kalimat pembuka). Karena bahagia atau enggaknya, kita sendiri yang merasakan. Kita sendiri yang menilai. Bukan orang lain. Setuju banget kalau membaca termasuk salah satu cara untuk berbahagia di hari minggu. Karena bahagia itu tercipta secara sederhana :)

    ReplyDelete
  23. kalau sdh menulis ada rasa kepuasan tersendiri

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia