Cinta yang Lalu

Janganlah cintaku kau sia-siakan,
Kalo nantinya kau tak ingin menyesal.
Janganlah cintaku kau sia-siakan,
Kalo nantinya kau kembali mengejar, mengejar cintaku.

Aku bukanlah pedati, bukan pula pelari,
Yang mana kau bisa kejar setiap waktu.
Aku bukan ilusi, bukan pula halusinasi,
Yang mana kau abaikan setiap waktu.

Janganlah cintaku kau sia-siakan,
Karena cintaku akan segera menghilang,
Menghilang dalam pekatnya malam,
Tersembunyi, dan memilih untuk sendiri,
Dibanding bersamamu, hanya bisa memberi elegi.

Rasa sakit yang ku rasakan kini
Tak akan hilang dalam waktu semalam.
Tapi entah bagaimana, entah kapan,
Aku harap semuanya akan segera membaik.

Tak lagi ku harapkan masa lalu,
Masa lalu yang penuh dengan ceritaku dan ceritamu.
Mengapa aku tak bisa lebih bahagia?
Hari ini adalah hari baru,
Hari baru, harapan baru.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia