Kabut Pagi

Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku
Pekat, katamu peralat menyelimuti matahari
Aku dan semua yang ada di sekelilingku
Merangkak menggapai dalam kelam

Mendung, benarkah pertanda akan segera turun hujan
Deras, agar semua basah yang ada di muka bumi
Siramilah juga jiwa kami semua
Yang tengah dirundung kegalauan

Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta
Yang panas bergelora
Barangkali takdir tengah bicara
Ia diperuntukkan buatmu

Mengapa harus sembunyi dari kenyataan
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga
Bergegaslah bangun dari mimpi
Jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung
Malam yang kau sapa lewat tanpa jawab
Bersikaplah jujur dan terbuka
Atau engkau akan kehilangan

Keindahan yang tengah engkau genggam
Anggap saja takdir tengah bicara
Yang datang dari langit buatmu

Saya kutip dari Lagu "Menjaring Matahari" Karya Ebiet G. Ade

Comments

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia