Posts

Entah Kenapa Saya Menuliskannya?

Image
“Banyak hal-hal dan ide-ide baru yang kadang mengepak-ngepakkan sayap di benak saya, bagai burung-burung malam yang berterbangan, lalu lenyap menjadi bulu-bulu halus yang melayang-layang ketika saya berusaha menangkapnya...”Gabriel Garcia Marquez, Love in the Time of Cholera; Hal 540
Entah kenapa, sejak setahun terakhir, menulis menjadi sesuatu yang sulit bagi saya. Entah apa sebabnya, saya tidak tahu. Semua ide-ide tulisan yang saya temukan dan saya simpan sepanjang hari, entah kenapa ketika ingin menuliskannya tiba-tiba semuanya lenyap begitu saja. Lenyap, nyaris tanpa sisa. Seolah ada lubang hitam di kepala saya, yang menghisap seluruhnya nyaris tanpa sisa. Hanya menyisakan kekosongan yang sedemikian kosongnya nyaris membuat saya terjebak dalam ruang hampa, tanpa ide, tanpa kata, nyaris tak ada-apa selain sebuah kalimat tanya.
Kemana?!
Kemana perginya semua ide-ide tulisan tadi? Kemana perginya semua kata-kata yang tadi berbaris rapi di dalam kepala? Kemana kamu sembunyikan itu semua…

Mudah dan Anti Ribet, Keuntungan Membeli Motor Online di Moladin

Image
Saat ini, membeli sepeda motor cukup mudah untuk dilakukan. Bahkan bagi yang memiliki dana terbatas sekalipun, pembelian motor bisa dilakukan secara kredit. Jika selama ini pembelian motor secara kredit sering dilakukan melalui dealer, maka seiring dengan perkembangan zaman, transaksi pembelian motor tersebut bisa dilakukan secara online. Sekarang ini untuk memperoleh barang yang dibutuhkan, Kamu tidak lagi repot-repot keluar rumah. Cukup dengan menggunakan smartphone atau melalui PC/komputer Kamu bisa mengakses situs kredit online, dan Kamu bisa melakukan transaksi kredit motor. Dan, salah satu yang cukup populer saat ini adalah kredit motor online di Moladin.
Ingat Motor, Ingat Moladin
Kredit motor di Moladin menawarkan pengalaman membeli motor secara online yang menarik. Dikatakan menarik, karena di situs Moladin ini Kamu bisa memperoleh banyak sekali keuntungan dan kemudahan, selain itu Moladin juga menawarkan berbagai macam promo-promo yang menarik. Dengan bertransaksi online d…

Semesta, Bumi, dan Matahari

Image
I just left my whole world behind me. And sometimes i feel lonely There nothing’s left inside me, But in the outside, i don’t see anything Feel nothing Except worries!
Semuanya terlihat biasa saja, sampai pada akhirnya aku harus meninggalkan seluruhnya di belakang kemudi logika, dan membiarkan logika menjelaskan semuanya. Itu pun jika dia bisa melakukannya. Terkadang aku merasa sendirian, bahkan di tempat keramaian seringkali aku merasa sendiri.
Di tempat ramai, yang banyak bunya-bunyi, seringkali tercipta dengung yang tidak bisa aku mengerti. Pada mulanya hal itu tidak aku sadari, sampai suatu ketika aku menyadarinya, menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam kepala. Lebih tepatnya ada sesuatu yang berbeda. Aku tak bisa menjelaskannya yang berbeda itu apa.

Sebuah Cerita: Lampu Kamar Depan

Lampu kamar depan rumahmu perlahan padam, pertanda sebuah isyarat, bahwa sebentar lagi kamu akan beranjak pergi. Dari dalam rumah, terdengar suara motor yang dituntun perlahan, lalu muncul keluar dari balik pintu. Terlihat kamu yang sudah memakai helm berlogo tiga huruf mati, pertanda akan segera pergi. Tapi sebelum itu terjadi, aku tahu pasti, kamu akan berhenti dulu, memarkirkan motormu di depan pintu, merogoh sakumu, mengeluarkan kunci, lalu menggembok rumahmu, dan perlahan mengekol motormu. 
Satu engkol, dua engkol, dan motor tak kunjung nyala, dari seberang rumah, aku terus mengamatimu, lalu dirimu terlihat menepuk jidat, lupa bahwa ternyata kunci motor belum dipasang ke motor. Ah pantas saja motor tidak mau menyala. Aduhai bodohnya dirimu, tak pernah berubah sedari dulu.

Sebuah Pertanyaan

Pernahkah kalian bertanya pada diri sendiri perihal pertanyaan yang sebenarnya ada di sekitar kita, tapi entah disadari atau tidak, kita sering mengabaikannya. Pertanyaan yang mana bisa membuat kening berkerut-kerut ketika memikirkan jawabannya. Padahal pertanyaan itu sungguhlah sederhana. Hidup ini sebenarnya untuk apa? Untuk apa kita hidup?
Kalian jangan melihatku seperti itu?! Aku pun sampai sekarang belum tahu jawabannya, makanya aku tanya ke kalian, apakah kalian bisa membantuku dalam menjawab pertanyaan itu? Atau setidaknya kalian bisa menemukan jawabannya untuk kalian sendiri. Ya setidaknya, jika kalian sudah menemukan jawabannya, kalian jangan lupakan aku ya? Sampai umurku hampir dua puluh enam tahun pun aku masih belum bisa menjawab pertanyaan itu.

Apakah Ada Bedanya?

Seribu bayangan terpantul di balik kaca, dengan nada-nada ritmis yang mengalun di dalam kepala, seakan mengimbangi suara gerimis yang perlahan semakin menjadi di atas kepala. Tiada hal lain yang bisa dilakukan, selain melihat dan mendengar apa yang terjadi di luar kepala. Segala sesuatunya terjadi begitu saja, semua pengulangan itu, semua pertanyaan itu, semua hal-hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku, kini kembali, dan membawa satu pertanyaan untukku, Apakah Ada Bedanya?
Apakah ada bedanya? Jika hanya diam menunggu, berharap ada sebutir peluru yang menembus kepalaku hanya untuk membuktikan kepada dirimu bahwa isi kepalaku hanyalah otak yang terus menerus memikirkan kamu. Jauh sebelum itu, aku selalu bertanya, apakah ada bedanya? Jika saja semuanya itu hanyalah pertanyaan sederhana, atau setidaknya sebuah khayalan menunggu jeda di waktu hujan yang tak kunjung reda? Yang membuatku terjebak di depan pos satpam, yang mana lokasinya entah dimana.

Kontradiksi Dari Dalam

Pada tempat yang tak tercatat, dalam setiap perjalanan waktu. Ada saja satu atau dua doa yang tersesat dan menetap, enggan beranjak, hanya untuk memberi jejak, bahwa ada anak muda yang melintas dan menitipkan mereka pada tempat yang tak tercatat. Jauh sebelum dia melanjutkan langkah, ada setitik harapan yang perlahan memijar dari balik kegelapan matanya, yang bahkan orang buta pun tetap bisa melihat betapa terangnya pijar yang kian membesar. Dalam setiap tindakannya, harapan itu tampak nyata, namun apakah dia berhak untuk tetap memperjuangkan harapannya? Meski tanpa kata, dia tetap saja diam dalam usahanya? Anak muda itu adalah Aku.
Jauh dan dekat adalah sebuah jarak yang relatif dan begitu tampak bentuknya oleh mata, dan bisa diukur dengan angka-angka. Lalu, bagaimana dengan jarak antara harapan dan kenyataan yang terkadang terasa begitu jauh dan dekat dalam satu waktu? Aku seringkali bertanya-tanya, dan mengutarakannya pada setiap kata-kata yang tak sempat aku ucap ketika aku merindu…