Menulislah, Seolah-olah Besok Kamu akan Melupakannya

Sunday, December 25, 2016

Cerita di Tahun 2016

Tersirat gundah dibalik sebuah tawa yang begitu menggelora, yang semarak, serentak lalu menggema, tepat di waktu awal mula tatkala kembang api pertama mulai menyalak dan meledakkan angkasa dengan percikan rona yang membuat mata terpana.

Seketika sangkakala memainkan musiknya, yang merepet layaknya senapan mesin yang membabat seluruh lembar waktu yang telah lalu. Menyalak satu persatu, diiringi peluk haru di sela riuhnya malam itu, terselip sebuah tanya, "akankah terjadi lagi pengulangan cerita yang dulu?" Dengan mata masih mengadah ke angkasa, dalam hati dia menjawab "entahlah!"

Read More

Tuesday, November 29, 2016

Cerita yang Tertinggal, D'Qiano

Ada awal, pasti ada akhir, seperti halnya sebuah kisah perjalanan selalu diakhiri pada satu kata, pulang. 




Cerita sebelumnya: Lucunya Martin


Perjalanan #PesonaBanjarnegara akhirnya tiba ke check point terakhir, D'Qiano Hotel & Hot Water Park. Sebuah tempat penginapan unik yang namanya diadaptasi dari akronim ketiga nama anak sang pemiliknya. D'Qiano mengusung konsep yang unik, yakni memadukan penginapan dengan hot water park. 

Read More

Wednesday, November 23, 2016

TRMS Serulingmas : Komplek Penuh Kenangan

Setiap penjelajah pasti memiliki dua opsi pilihan dalam setiap perjalanannya, yakni memilih berhenti lalu berpulang ke tempat awal atau maju terus melanjutkan ke tempat lainnya.


Meskipun bukan sebagai seorang penjelajah, namun nyatanya saya berkesempatan mencicipi rasanya memilah-milah dua pilihan yang dimiliki seorang penjelajah. Bersama kawan-kawan blogger dalam acara #AyoPlesirMaringBanjarnegara pada akhirnya saya memilih (diagendakan) untuk maju terus melanjutkan ke tempat wisata lainnya. Dan tujuan #PesonaBanjarnegara selanjutnya ialah Taman Rekreasi Marga Satwa (TRMS) Serulingmas di Kabupaten Banjarnegara.

Read More

Saturday, November 19, 2016

The Pikas dan Pengalaman Pertama

Siang itu, awan mendung mulai nampak berbaris, siap menurunkan hujan gerimis. Namun, kami masih asyik saja dengan obrolan seputar acara Plesiran ke Banjarnegara. Acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, dengan mengundang sekitar dua puluh (ternyata sembilan belas) Blogger untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Banjarnegara. Selama Tiga hari Dua Malam ke depan kami akan menikmati #PesonaBanjarnegara. Blogger Plesir Maring Banjarnegara.

Sebagian Peserta #AyoPlesirBanjarnegara

Jika dengan berkendara mobil, jarak antara Purwokerto dengan Banjarnegara itu hanya berkisar di angka satu setengah jam saja. Namun, dengan hujan deras sebagai kawan perjalanan, maka tak terasa sudah dua jam lebih berkendara. Melintasi banyak genangan yang penuh tipuan lubang jalanan, mau tak mau mobil dijalankan agak perlahan. Alon-alon asal kelakon, Perlahan asal selamat sampai tujuan.

Read More

Saturday, November 12, 2016

Meet and Greet Nasmoco Club dengan Toyota Team Indonesia (TTI)

Purwokerto menjadi kota terakhir dalam pergelaran Kejurnas Indonesia Night City Slalom (INCS) 2016. Putaran terakhir Seri ke-7 yang akan digelar di Gor Satria Purwokerto, tanggal 12 November 2016 akan menawarkan persaingan ketat antar tim yang bertanding. Salah satu tim unggulan dalam INCS 2016 ini ialah Toyota Team Indonesia (TTI), menurunkan empat peslalom andalannya yang terdiri dari: Adrianza Yunial, Anjasara Wahyu, Alinka Hardianti, dan Miko Mahaputra. Para peslalom andalan TTI berpeluang untuk menjadi yang terbaik di kelas masing-masing.


Sebagai bentuk dukungan untuk TTI dalam putaran terakhir Seri ke-7 ini, Nasmoco Purwokerto sebagai dealer resmi Toyota di wilayah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga. Dengan mengundang Komunitas Toyota yang tergabung dalam wadah Nasmoco Club, Nasmoco Purwokerto menggelar acara Meet and Greet dan makan malam bersama dengan para peslalom TTI di Rumah Makan Mang Engking Purwokerto, Jl. HR. Boenyamin, Pabuaran, Purwokerto Utara, Jumat malam (11/10).

Read More

Sunday, October 16, 2016

Cerita Dalam Cerita

Mau menulis apa itu bukanlah sebuah masalah, namun yang jadi masalah adalah ketika sudah tahu mau menulis tentang apa, tapi kebingungan mengenai cara eksekusinya. Perihal kejomplangan tentang cara penulisannya adalah hal yang biasa. Semua penulis mungkin pernah mengalaminya, yang menjadi pembeda adalah bagaimana cara mereka mengatasinya.

Adalah ironi, ketika kita tahu bahwa sesungguhnya kita punya ide yang hebat, namun ketika akan menuliskannya, kita merasa tersesat. Seperti halnya aku, yang kini terdiam terpaku di hadapanmu, selembar kertas putih tanpa noda. Sudah sedari tadi, aku terdiam tanpa bisa menggerakkan kedua tanganku menuliskan ide yang aku punya. Perihal kamu, yang sedari tadi menatapku tanpa bosan terus tersenyum seolah menyemangatiku, tapi tahukah kamu? Bahwa tatapanmu itu justru membuatku semakin gugup layaknya malam pertama kita dahulu.

Read More

Wednesday, October 12, 2016

Tiga Tulisan Berbeda

Malam ini terasa seperti biasa, kembang seroja mekar pada waktunya. Rembulan bersinar terang seperti biasa, burung balam pun tidur nyenyak di pelukan kekasihnya. Tak seperti biasa, kedua mata tak mau terpejam meski seribu bait doa sudah dipanjatkan kepada sanak sodara, dan juga kepada alam semesta. Entah kenapa, mungkin efek kopi yang sudah bekerja. Ah seperti biasa, kopi efeknya bekerja lambat, tak seperti Pak Jokowi yang terus giat bercuap untuk “Kerja, kerja, dan kerja” namun nyatanya kopi tak ada pengaruhnya, seperti pengaruh beliau yang cuma dijadikan bahan lelucon bagi kawan politiknya. Ah seperti biasa.

Kata orang, make up terbaik wanita adalah senyumannya. Namun dengan gaya yang tak biasa, kau datang mengejutkan dunia. Membuat para pria lari lintang pukang mengejarmu, mengejar cintamu. Entah kenapa, kau malah mengindahkan semuanya. Seperti ciri khasmu yang tak biasa, ternyata seleramu akan pria juga tak biasa. Entah kenapa aku, sosok yang jauh dari kata biasa, dan cenderung menjadi teropong, melihatmu dari jauh, mengamatimu dari jauh, mencintaimu dari jauh justru yang jadi pilihanmu. Entah angin darimana, kenapa layar hatimu berkibar kencang menuju ke arahku, menuju ke pelabuhan hatiku. Apakah ini namanya, pucuk dicinta ulam pun tiba? Ah mungkin begitulah adanya. Tak seperti biasa, hari ini aku jadi pria paling berbahagia di dunia. Ah peduli kata semesta, toh aku lagi jatuh cinta.
Read More