Wanita Yang Lalu

Untuk Kamu, Wanita yang pernah menjadi Cinta pertamaku.

Untuk Kamu, Wanita yang pernah mengisi hari-hariku. Wanita yang selalu menjadi awal dan akhir dalam tiap bait doa.

Untuk Kamu, Wanita yang pernah menghantui pikiranku dan sampai-sampai membuatku seperti orang gila. Tepatnya orang gila yang jatuh cinta. Tergila-gila karenamu, karena pesonamu, dan tentunya karena senyuman mautmu yang mampu meruntuhkan akal logikaku. Karenamu, aku pernah menjadi gila.

Untuk Kamu, Wanita yang pernah di mataku terlihat bagai bintang kejora yang begitu terang sinarnya dan mampu menyingkap tabir gelap hariku, hatiku, jiwaku, dan pikiraku. Namun tetap sampai saat ini pun kamu tetap bintang kejora buatku. Karena kamu yang pertama bagiku dan mungkin (seandainya) bisa aku juga ingin kamu jadi yang terakhir bagiku. Namun, ternyata alam semesta punya akhir cerita yang berbeda. Berbeda dari apa yang aku kira sebelumnya. 

Untuk Kamu, Wanita yang pernah jadi cintaku, menjadi tempat curahan rasa sayangku yang sebelumnya belum pernah aku kasih kepada siapa pun. Kecuali kedua orang tuaku dan adikku.

Untuk Kamu, Wanita yang pernah menjadi satu-satunya di mataku, satu-satunya yang paling cantik di mataku meskipun aku sedang dikelilingi model tercantik sekalipun namun tetap mataku tak bisa bohong, kamu lah yang paling cantik. 

Untuk Kamu, Wanita yang pernah jadi tumpuanku, yang pernah jadi panutanku, yang pernah jadi harapanku, dan yang pernah menjadi lilin yang menerangi gelapnya hari-hariku. 

Untuk Kamu, Wanita yang pernah menjadi wanita yang tak ada duanya di dunia ini meskipun kamu memintaku berulang kali untuk mencari penggantimu yang oleh anggapanmu "wanita yang lebih pantas dibanding aku". Tapi apakah kamu tahu apa jawaban hatiku, jawaban pikiranku? Jawabannya cuma satu, "kamulah wanita yang paling pantas buatku" Namun sayangnya kamu tak mempercayainya, dan tak pernah mempercayainya.

Untuk Kamu, Wanita yang namanya pernah aku tulis berulang kali di makalah makalah tugas kuliahku, di tiap lembar buku kuliahku, di meja tempat aku kuliah, dan bahkan aku tulis di lembar soal-soal ujianku (Untungnya gak sempat aku tulis di lembar persembahan skripsi). Dan, aku selalu berharap namamu lah yang akan bersanding dengan namaku di buku nikah nanti. Iya, cuma namamu. dan cuma kamu yang aku mau. Iya kamu, wanita masa laluku. Tapi itu semua masa lalu. Masa laluku, masa lalu kisah cintaku yang pertama. Cinta pertama yang berakhir dengan duka dan luka.

Namun sayangnya, kenyataan berbicara lain. Entah karena Alam Semesta sedang menguji cinta kita atau entah Alam Semesta sedang "jahil" kepada kita. Alam Semesta memisahkan kita di tepat pergantian tahun. Tepat di bawah dentuman suara kembang api yang mengoyak-oyak langit malam. Resolusi Tahun Baru 2014 yang sudah ku atur sedemikian rupa dan ingin ku habiskan tahun 2014 bersamamu seketika berantakan. Berantakan seketika. Bagaikan laksana air bah yang menjebol bendungan PLTA, membuatku gelap seketika membuatku hilang seketika, hilang ditelan derasnya gelombang air bah kenyataan yang sedemikian getir dan pahit buatku. Tapi, semua aku terima dengan kepala terbuka dan ikhlas. Kamu yang memintaku untuk meninggalkanmu dengan alasan "Aku tak bisa mencintaimu, karena hatimu tak bisa melupakan sosok dia". Sosok dia yang mengisi hatimu seutuhnya. Bagimu, aku ini sosok lelaki yang lugu. Lugu dan terlalu baik buatmu. Katamu, "aku ini terlalu baik buatmu".

Untuk Kamu, Dan untuk Kamu, Wanita yang pernah mengisi hatiku setiap waktu meskipun ku tahu di hatimu tak ada lagi aku. Aku tersibak dalam bayang-bayang dia di hatimu. Sekuat apapun aku berusaha untuk menyibak tabir hatimu, selalu tak bisa. 

Hatimu seolah sudah terkunci dan terkunci dengan rapat oleh bayang-bayang dia. Ah andai aku bisa..... dan kamu ijinkan aku tuk membebaskanmu, mungkin aku bisa. Tapi, kamu tak mengijinkanmu, dan seolah menarik semua kekuatanku untuk membebaskanmu. Ah andai saja kamu mengijinkanku. Aku mungkin bisa membantumu terbebas dari bayang-bayang dia di hatimu. Iya, Andai kamu mengijinkanku. Andaikan dulu.

Dan, Untuk Kamu. Wanita yang pernah menjadi isi dalam setiap doa-doa'ku. Saya doa'kan semoga kamu bahagia selalu meski tanpa aku disampingmu. Semoga dan lekas bayang-bayang dia di hatimu mampu tersibak oleh orang yang lebih beruntung dibanding aku. 

Semoga. :)

Ini semua pengalamanku, pengalaman akan kisah cinta pertama yang berakhir tak seperti yang aku kira. Ternyata alam semesta memilih untuk memisahkannya, dibanding menyatukannya menjadi satu. Ini hanyalah sebuah kisah lama, kisah lama yang tak bisa disebut sebagai pengharapan akan terbaliknya waktu ataupun terulangnya waktu. Ini hanya sebuah cerita lama.  

Kenangan masa lalu biarkanlah jadi bingkai sejarah, bingkai sejarah tiap individu manusia. Jangan jadikan tolak ukur bahwa mengingat masa lalu itu tandanya tak bisa lepas dari masa lalu atau bahasa gaulnya Gagal Move On, karena saya sudah move on seutuhnya.

Purwokerto, 24 Februari 2015. Satu hari setelah kelulusan dan beberapa bulan sebelum wisuda.

Comments

  1. Cinta pertama memang berbekas dalam. Walaupun enggak bisa bersama, semoga kalian bahagia dengan cara masing-masing. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya makasih atas doa nya... dia udah bahagia kok... dengan pacarnya :D

      Delete
  2. Dik. Curhatmu bisa dimaknai jelas. Mantanmu ketonjok telak kalo baca ini hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mantanku gak punya blog mbak, kalo mantannya mantanku lha punya haha

      Delete
  3. Abis pendadaran tadi udag baab belom, Bang Fan? *nanya aja*

    ReplyDelete
  4. Biarkanlah dia pergi dan menikmati bahagianya

    ReplyDelete
  5. Enggak tau kenapa, setiap gue baca tulisan syahdu. Gue selalu langsung badmood.

    ReplyDelete
  6. walaupun masalalu adalah benda yang diam, biarkan dia diam, kita saja yang bergerak maju, walau sesekali melihat ke belakang :3

    keren tulisannya bang

    ReplyDelete
  7. cie yang sudah move on seutuhnya. kalau ngomongin mantan memang kampret banget. dia dia datang dengan senyuman, pergi dengan sejuta kenangan. gue udah males banget kalau bicara soal mantan :")

    ReplyDelete
  8. walaupun move on seutuhnya, tetep aja ga bisa ngelupain dia sepenuhnya (based on true story)

    ReplyDelete
  9. Turut berduka ya #Eh. Cepat Move On aje :)

    ReplyDelete
  10. mungkin butuh bulanan atau mungkin setaun buat move on, bisa juga dapet yang baru. :D

    ReplyDelete
  11. Walaupun udah bertahun-tahun, perasaan sama mantan masih ada. Walaupun hanya sebesar butiran beras.

    ReplyDelete
  12. Cinta pertama ya mas?
    Baca ini jadi inget masa lalu juga (#nangis) hahaha

    ReplyDelete
  13. Akan ada cinta yang mungkin lebih tepat nantinya.. :D

    ReplyDelete
  14. buat aku cinta pertama susah untuk dilupakan :(

    ReplyDelete
  15. gimana ceritanya kalau cinta pertama datang lagi? *kejang kejang* :v

    ReplyDelete
  16. Cinta kandas di semester akhir. Njrit jadi keinget masa sakit itu.

    ReplyDelete
  17. yang namanya kenangan memang sulit untuk dilupakan,, meskipun sudah move on seutuhnya tapu bayangannya akan datang menghampiri seketika :)

    ReplyDelete
  18. Yang ditulis bukan saya, kok jadi saya yang baper

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Salahnya Memilih Diam ?

Sebuah Cerita, Tentang Secangkir Kopi

Politik Kekerabatan : Studi Kasus Politik Dinasti di Indonesia