Surga dunia itu banyak
sekali macamnya, kamu salah satu contohnya. Kamu itu seperti setangkup
roti tawar yang berisi berbagai macam daging dan sayuran, yang mana semuanya
memberikan sensasi surga dunia. Surganya mata itu senyumanmu, dan
surganya telinga itu rengekanmu. Rengekanmu yang begitu manja yang mana jika
Hitler mendengarnya Perang Dunia ke Dua hanyalah sebuah hasil sastra semata.
Apalah arti manisnya madu,
jika dibandingkan dengan senyumanmu semua itu tak ada artinya lagi. Semua
terbanting akibat pesonamu. Tawamu serenyah rengginang hari raya, dan
seringaimu itu kesukaanku. Seringai wajah yang nampak begitu misterius,
layaknya sebuah amplop hari raya yang tak aku tahu seberapa banyak nominal uang
yang ada di dalamnya.
