Posts

Showing posts from May, 2014

Hubungan Antara Umur Manusia dan Selera Musiknya

Image
Hidup tanpa musik ibarat nasi padang tanpa rendang, ada yang kurang. Ngomongin soal nasi padang saya tahu rumah makan padang yang murah di sekitaran kampus... loh kok malah bahas nasi padang? -_- Maksudnya, ngomongin soal musik, kata orang dulu "Hidup adalah Sebuah musik yang kamu aransemen sendiri kemudian kamu nikmati sendiri atau bersama orang lain". Jadi, intinya Hidup tanpa musik, itu hambar kayak sayur asem lupa pake asem. Hambar.
Setiap manusia diciptakan berbeda-beda, ada yang berbeda suku, berbeda kelamin, sampai selera musiknya juga berbeda-beda. Ada yang doyan hip hop, rock, pop, jazz, sampai yang doyan musik dangdut pun banyak. Bicara soal selera musik, berdasarkan fenomena yang saya amati dan alami saat ini, selera musik tiap orang itu dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah UMUR. Iya umur. Selera musik dipengaruhi umur. Kok bisa? Ya bisa saja.
Biar gampang, aku kasih contoh dengan apa yang aku alami selama ini. Dulu, pas aku baru lahir musik kesukaan…

Berbicara Dengan Mudah. Tapi Tidak Bagi Saya

Ada banyak alasan mengapa kaum introvert terkadang merasa seperti mahluk asing, layaknya sebuah pesawat mereka yang mendarat di planet yang salah, dan di tempat yang salah, dan mereka sering sekali disalahpahami oleh kaum di luar introvert. Emang terkadang kaum introver itu sangat membingungkan. Mereka (Kaum Introvert) sering kali terlihat tidak konsisten, terkadang mereka akan menjadi ramah dan periang, namun terkadang pula menjadi lemas dan tidak mau berbicara. Kenapa saya bilang begitu? Karena saya sendiri termasuk seorang yang introvert dan saya sendiri sering kali mengalami inkonsistensi tersebut. Akibatnya, banyak orang yang menganggap saya sebagai orang yang aneh.
Kaum ekstrovert, sebagai kaum yang mayoritas seringkali mempengaruhi pandangan masyarakat secara luas mengenai kami (kaum introvert). Kemampuan berbicara yang dimiliki para ekstrovert seolah mengintimidasi kaum introvert untuk sebaiknya tidak perlu berbicara. Akibatnya, orang-orang yang dianggap oleh masyarakat memil…

Sepak Bola dan Politik

Jaman sekarang sepak bola dan politik itu sudah menjadi semacam suatu hubungan interaktif yang saling berpengaruh dan saling memiliki kepentingan satu sama lain. Awalnya, sepak bola dan politik merupakan hal yang berbeda jauh. Sepak bola adalah sebuah olah raga, dan politik adalah sebuah bidang kajian di tentang perebutan kekuasaan. Jadi, intinya sepak bola dan politik itu sangat jauh dan tidak saling berhubungan. Jadi, sangat mengherankan jika sepak bola dijadikan mesin politik untuk merebut kekuasaan.
Sepak bola awalnya tercipta hanya untuk olahraga dan hiburan dan bukan menjadi mesin politik. Namun, semua berubah kala Adolf Hitler sang pemimpin NAZI pada tahun 1930an memakai sepak bola sebagai mesin politiknya. Masih ingat, kala itu ketika Jerman menginvasi Austria yang kala itu Timnas Austria dikenal sebagai Wunderteam-nya eropa, yang mana dipimpin oleh pemain legendaris Austria, Matias Sindelaar. Lewat sepak bola inilah Adolf Hitler mencoba untuk menganeksasi para pemain timnas Au…

Aku Adalah Aku, Aku Cuma Seorang Introvert

Image
Dalam hidup ini, semua tercipta dengan berpasangan. Siang malam, tua muda, laki perempuan, introvert dan ekstrovert. Ngomongin soal introvert dan ekstrovert, pernahkah kalian menyadari bahwa setiap manusia itu tercipta dengan gaya berbeda? Gaya berbeda, maka beda pula dengan temperamen yang berbeda pula. Introvert dan Ekstrovert adalah sebuah temperamen yang dimiliki tiap manusia. Temperamen ini tercipta bisa karena sudah ada sejak lahir maupun karena pengaruh lingkungan, namun kebanyakan terjadi karena faktor lingkungan.
Apa yang kalian bayangkan saat mendengar kata introvert? Pendiam, pemalu, penyendiri, dll? Ya kalo itu pendapat kalian, maka pendapat tersebut tidak salah. Namun juga tidak sepenuhnya benar. Jadi, apa itu Introvert? Introvert adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking). Mereka tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep sehingga orang-orang introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun berak…

Ketika Tak Ada yang Bisa Ditulis

Tak ada yang bisa aku tulis, Lalu aku harus bagaimana?
Entah apa yang terjadi dengan otak saya akhir-akhir ini. Dengan berbagai macam stimulus dan stimulan sudah aku lakukan semuanya, dari yang namanya sarapan pagi dengan makanan bergizi sampai dengan makan siang dengan makan revisian skripsi, hasilnya tetap saja NIHIL. Tak ada hasil. Seluruh bacaan sudah aku baca, dari novel, cerpen, blog orang, semua sudah aku baca namnun hasilnya tetap saja NIHIL. Entah apa yang salah dengan otak saya, atau saya sendiri yang sedang bermasalah? Entahlah. Ini bukan curhat bukan pula kotak wasiat, ini semacam kotak saran yang nantinya akan aku isi dengan segala keluhan akhir-akhir ini.
Dulu, menulis blog merupakan sebuah hal tabu bagi saya, kenapa? Karena apa? Bukan masalah karena gengsi atau apa, tapi karena otak saya saja yang belum terbiasa dengan dunia blog. Aku lebih suka menyimpannya sendiri dibanding dengan menuliskannya. Selain itu, ada anggapan pula menulis blog itu membuang-buang waktu saja …

Bingung

Lututku mulai gemetar Saat kau muncul di depanku Pikiranku penuh dengan tanda tanya Hatiku penuh dengan rasa takut.
Kapankah perasaan ini akan berhenti? Kapankah perasaan ini bermula? Bagaimana aku harus memilih? Mendengarkan pikiranku, atau mengikuti kata hatiku Entahlah Aku bingung.
Aku sangat bingung Apa yang harus aku lakukan? Melupakanmu atau mengabaikanmu? Ah itu pilihan sulit, semua pihak mendukungmu Termasuk pikiranku dan hatiku.
Haruskah aku mengabaikanmu? Atau memberikanmu kesempatan kedua? Aku tidak tahu, pikiranku sedang tak menentu Hatiku apalagi, semuanya kacau,
Dan itu semua karena dirimu.

Aku Bukan Mereka

Aku bukan mereka, yang dengan mudah menghamburkan harta demi kepentingan hura-hura semata. Menghamburkan uang demi memenuhi nafsu mereka, nafsu akan puja puja akan merek benda yang mereka beli dengan uang orang tua mereka. Memborong semua pernak pernik dunia dengan segala daya mereka, sampai-sampai harta diri pun mereka rela serahkan demi segepok uang tebus yang sama rata. Aku bukan mereka.
Aku bukan mereka, yang dengan mudah membeli puja puja dengan patokan harta semata. Meskipun harta itu bukan milik mereka, dan cuma titipan semata. Membanggakan sesuatu yang bukan diri sendiri tu ibarat berkaca dalam air yang gemericik, penuh riak dan penuh isak. Isak akan tangis harta diri yang mereka jual demi memuaskan nafsu duniawi semata. Aku bukan mereka.
Aku bukan mereka, yang sukanya clubbing dan berfoya-foya. Aku lebih suka menyendiri dan berteman sepi dibanding bergaul dengan orang-orang yang hanya akan membawa derita bagi aku dan keluargaku. Buat apa berteman dengan mereka yang “nampaknya” …

Diriku dan Skripsi

Aku harus hidup dengan diriku sendiri, maka Aku harus pantas untuk dikenali diriku Aku ingin mampu saat hari-hari berlalu Selalu memandang langsung diriku. Aku tak mau berdiri, sampai matahari terbenam Dan membenci diriku akibat apa yang ku lakukan.
Aku tak mau menyimpannya di rak lemari Segala macam rahasia tentang diriku Dan membodohi diri sendiri saat aku datang dan pergi Berpikir bahwa tak ada orang lain yang tahu Orang macam apa diriku ini sebenarnya.
Aku tak mau menghias diri dengan dusta Aku ingin pantas menerima hormat dari semua orang Dan disini dalam perjuangan demi kelulusan Aku ingin menyukai diriku dalam balutan skripsi Aku ingin menyukai diriku dengan ditemani revisi Revisi akan sebuah tugas mulia yang bernama SKRIPSI.
Aku tak dapat terus bersembunyi dalam naungan bidik misi Aku harus mampu keluar dari kondisi saat ini Kondisi dalam kesenangan yang tak ada arti. Aku tak akan pernah dapat membodohi diriku, maka Apa pun yang terjadi aku ingin Menghormati diriku, dan terbe…

Cinta yang Lalu

Janganlah cintaku kau sia-siakan, Kalo nantinya kau tak ingin menyesal. Janganlah cintaku kau sia-siakan, Kalo nantinya kau kembali mengejar, mengejar cintaku.
Aku bukanlah pedati, bukan pula pelari, Yang mana kau bisa kejar setiap waktu. Aku bukan ilusi, bukan pula halusinasi, Yang mana kau abaikan setiap waktu.
Janganlah cintaku kau sia-siakan, Karena cintaku akan segera menghilang, Menghilang dalam pekatnya malam, Tersembunyi, dan memilih untuk sendiri, Dibanding bersamamu, hanya bisa memberi elegi.
Rasa sakit yang ku rasakan kini Tak akan hilang dalam waktu semalam. Tapi entah bagaimana, entah kapan, Aku harap semuanya akan segera membaik.
Tak lagi ku harapkan masa lalu, Masa lalu yang penuh dengan ceritaku dan ceritamu. Mengapa aku tak bisa lebih bahagia? Hari ini adalah hari baru, Hari baru, harapan baru.

Semua yang Terbelenggu

Yang terbelenggu di dalam Perkataan yang tak pernah kuucapkan Perasaan yang selalu kusembunyikan Kalimat yang tak pernah kau baca.
Kau dapat melihatnya di mataku Membacanya di wajahku Di dalam terperangkap duka Masa lalu yang tak dapat ku tukar apalagi disembuhkan.
Dengan kenangan yang menggelantung Yang tampaknya tak mau enyah. Mengapa aku tak bisa lebih bahagia? Hari ini adalah hari baru. Hari baru, harapan baru.
Kemarin sudah berlalu, Meskipun rasa sakitnya belum. Tak ada yang abadi, Aku harus mensyukuri yang kumiliki.

Kabut Pagi

Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku Pekat, katamu peralat menyelimuti matahari Aku dan semua yang ada di sekelilingku Merangkak menggapai dalam kelam
Mendung, benarkah pertanda akan segera turun hujan Deras, agar semua basah yang ada di muka bumi Siramilah juga jiwa kami semua Yang tengah dirundung kegalauan
Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta Yang panas bergelora Barangkali takdir tengah bicara Ia diperuntukkan buatmu
Mengapa harus sembunyi dari kenyataan Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga Bergegaslah bangun dari mimpi Jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung Malam yang kau sapa lewat tanpa jawab Bersikaplah jujur dan terbuka Atau engkau akan kehilangan
Keindahan yang tengah engkau genggam Anggap saja takdir tengah bicara Yang datang dari langit buatmu

Mengapa Cowok Menyukai Cewek

Suatu hari saat sedang mengerjakan tugas mulia (baca: skripsi) di sebuah kafe gaul yang ada wifi gratisannya. Dengan bermodal segelas Es Teh pesanan, aku pun bertanya pada mbah google, bertanya seputar jodoh data dan materi buat skripsi. Saat sedang berasyik masyuk dengan data skripsi, tak sengaja ku lihat sepasang kekasih masuk ke kafe dengan gembira dan sebuah gandengan hangat dari si cewek di tangan sang lelaki. Duh ngiri saya mak. Biasanya sih kalo lihat begituan yang pertama aku lakukan lirik si cewek, cakep atau enggak. Tapi kali ini berhubung otak lagi waras, makanya yang ku lihat mereka berdua, bukan hanya si cewek doang. Haha
Melihat tingkah mereka berdua yang sedang berasyik masyuk berdua tanpa menghiraukan lingkungan sekitar, mendadak aku ingat sama tulisan yang pernah aku baca yang judulnya “Mengapa Cowok Menyukai Cewek” Karya Kimberly Kimberger. Kalo nggak salah aku baca di buku Chicken Soup For The Teenage Soul II yang mana isi tulisannya berupa alasan-alasan mengapa cowo…

Arti Sebuah Kehidupan

Jangan Pernah menangisi hidup, karena hidup bukan untuk ditangisi. Jangan pernah menyesali hidup, karena hidup bukan untuk disesali. Jangan pernah menyalahkan hidup, karena hidup bukan untuk disalahkan. Hidup bukanlah fantasi, hidup bukanlah sebuah ironi. Tapi hidup adalah mimpi. Mimpi yang harus diperjuangkan sampai malaikat maut datang menjemput.
Katakan selamat tinggal pada dunia, tapi tidak pada hidupmu. Karena kematian adalah kehidupan yang abadi. Kematian adalah kosong, kosong yang abadi. Maka isilah hidupmu dengan bermacam warna, warna yang menyejukkan jiwa. Kematian hanyalah sebuah tujuan, tujuan akhir sebuah perjalanan hidup.
Jangan pernah menyerah pada hidup, kelak akan kau pahami makna yang hakiki. Tentang langit yang membiru, tentang kedalamana samudera hatimu. Tentang semua hal. Dan hidup akan lebih bermakna karenanya.