Posts

Showing posts from February, 2015

Wanita Yang Lalu

Untuk Kamu, Wanita yang pernah menjadi Cinta pertamaku.
Untuk Kamu, Wanita yang pernah mengisi hari-hariku. Wanita yang selalu menjadi awal dan akhir dalam tiap bait doa.
Untuk Kamu, Wanita yang pernah menghantui pikiranku dan sampai-sampai membuatku seperti orang gila. Tepatnya orang gila yang jatuh cinta. Tergila-gila karenamu, karena pesonamu, dan tentunya karena senyuman mautmu yang mampu meruntuhkan akal logikaku. Karenamu, aku pernah menjadi gila.
Untuk Kamu, Wanita yang pernah di mataku terlihat bagai bintang kejora yang begitu terang sinarnya dan mampu menyingkap tabir gelap hariku, hatiku, jiwaku, dan pikiraku. Namun tetap sampai saat ini pun kamu tetap bintang kejora buatku. Karena kamu yang pertama bagiku dan mungkin (seandainya) bisa aku juga ingin kamu jadi yang terakhir bagiku. Namun, ternyata alam semesta punya akhir cerita yang berbeda. Berbeda dari apa yang aku kira sebelumnya. 

Cuaca dan Manusia

Misterius, salah satu ungkapan yang bisa kita sebut ketika membahas tentang cuaca. Iya misterius, karena di balik pekatnya awan gelap ataupun di balik cerah awan yang menggantung kita tak ada yang tau apa yang mau alam semesta berikan kepada kita berikutnya. Terkadang terasa menjemukkan ketika membahas masalah cuaca, karena selalu saja diakhiri dengan keluh kesah karenanya. Terkadang cuaca itu ada layaknya buah simalakama. Ada, namun berdampak ganda. Di satu sisi tidak mau begitu, namun di satu sisi banyak yang mau. Ibarat kata buah simalakama tadi, ada susah tak ada pun susah.
Misterius, cuaca begitu misterius. Tak ada yang bisa menduga akan keluar seperti apa. Apakah keluar panas terik, hujan rintik, atau badai angin yang berisik. Semua tak tau, namun yang pasti semua itu membuat kita terusik. Dan terkadang kita lupa untuk bersyukur atas cuaca yang datang bolak balik. Terkadang cuaca panas cerah, tiba-tiba dalam sekedipan mata langsung datang hujan badai. Begitu pula ketika sedang hu…

Padamkan Nyala Api

Akan kupadamkan nyala api itu perlahan-lahan di dalam hidupku meski itu terasa tak mungkin bagiku. Teringat betapa sulitnya aku menyalakannya perlahan, menahan angin akan tetap terang, dan menjaganya tetap terjaga meski terkadang nyalanya sudah tak bisa aku jaga. Teringat tatkala nyala api masih begitu kecil, kecil namun menggigit. Tak terasa panasnya, sampai waktu yang mengkobarkannya menjadi sesuatu yang tak bisa aku jaga. Terasa sulit aku melakukannya, bukan hanya karena panasnya tapi juga karena nilainya bagiku selama ini. Nyala api yang nyatanya mampu menerangi tiap sisi sudut hatiku yang semula gelap gulita seketika menjadi cerah jelita. Gelap tapi pasti, nyala api tapi selalu menghantui. Mana yang aku pilih tetap saja menjadi dilema, Tetapi kalau tidak aku padamkan sekarang ia akan semakin liar, liar tak terkendali yang pada akhirnya hanya membuatku terbakar seluruhnya dan bersatu dalam kobaran.
Akan kupadamkan perlahan-lahan sambil menahan rasa sakit karena sunyi yang telah t…

Pangeran Wortel dan Tulisannya

Image
Banyak orang memanggilku Si Tua Pembual, namun tak banyak pula anak-anak mereka memanggilku Si Tukang Cerita. Ya, karena sedikit kepandaianku bercerita kisah-kisah lama maupun fiksi membuatku dijuluki begitu, namun banyak juga yang mencibir keahlianku. Tapi mau gimana lagi? Aku hidup dengan cerita, tak jarang aku bermimpi “Andai saja aku bisa menyetting hidupku sedemikian rupa, dengan ending yang bahagia laksana Kisah Malin Kundang. Eh bukan, maksudku Kisah Sang Pangeran Wortel.” Ah andai saja. Oh iya lupa, perkenalkan namaku William S... “Shakespeare?!” Bukan tapi Sarjono. William Sarjono, lengkapnya William Sarjono Ilmu Politik. Itu Sarjana! Oke abaikan.
Begini, untuk mengisi waktu luang di pagi hari alangkah baiknya kita isi dengan sebuah cerita. Cerita lama yang mungkin sebagian dari kalian sudah tahu akan kisahnya. Langsung saja, beginilah ceritanya.

Jika... Jika... Jika...

Image
Sudah sewajarnya sebagai manusia, kita pasti punya imajinasi yang terkadang melebihi garis garis imajiner yang sudah ditentukan sewajarnya. Namun, bukan manusia namanya jika terkadang kita memainkan pengandaian dengan imajinasi melebihi batas pikiran mereka dan cenderung melawan takdir. Mungkin kita sudah sering melakukannya, dan aku pun juga begitu. Dan tanpa kita sadari pengandaian itu menjadi teman sehar-hari pikiran kita, dan terkadang dari kita ada yang menjadikannya sebagai setting utama dalam pola pikir kita. Akibatnya mereka hidup di dunia mimpi, di dunia khayal mereka sendiri.

Pengandaian bukanlah sesuatu yang buruk, bukan pula sesuatu yang baik. Pengandaian dalam hidup itu cenderung bernilai relatif, kalo pun dinilai dengan sebuah harga ataupun rasa mungkin harganya tak lebih dari “Seporsi Indomie goreng plus telor ceplok di kala waktu hujan tiba.” Ya memang begitulah pengandaian, pengandaian itu ada karena pengaruh hukum kausalitas. Hukum Sebab-Akibat. Itu bisa dijadikan pel…

Aku dan Rasa Takutku

Image
Rasa takut bukanlah sesuatu yang luar biasa, karena hampir setiap orang punya rasa takut. Rasa takut adalah manusiawi, karena adanya rasa takut membuat kita mengerti bagaimana rasa takut itu. Rasa takut bisa menyebabkan ketakutan, ketakutan bisa menyebabkan suatu trauma, dan trauma bisa menyebabkan kegoncangan jiwa. Kegoncangan jiwa yang terkadang menjadi aneh untuk dimengerti, karena bisa kapan saja datang dan menyerang tanpa disadari.

Rasa takut akan sesuatu mungkin sudah menjadi hal yang jamak terjadi. Umumnya, rasa takut akan sesuatu itu menjadi suatu phobia tertentu. Tapi, bagaimana dengan Phobia yang aku miliki saat ini? Aneh memang, namun nyatanya aku memiliki suatu ketakutan akan sesuatu yang tak normal.