Menulislah, Seolah-olah Besok Kamu akan Melupakannya

Monday, June 29, 2015

Tulisan Tanpa Makna

Apa yang tersisa dari sebuah khayalan masa kecil? Hanya sekerlip kenangan lama yang enggan beranjak pergi, menganeksasi setiap sudut pikiran. Menipu logika, menciptakan pola, menikam rasa cinta. Hanya ambisi yang tersisa, ambisi yang membuatnya tega melakukan segala usaha untuk menggapai bayangannya. Bayangan akan khayalan masa kecilnya.

Seorang anak bertanya kepada alam semesta, apa sebaiknya yang kulakukan, dengan tak ragu-ragu alam menjawab cintailah dirimu. Tetapi ketika anak itu tersenyum alam membentak, tetapi bukan itu maksudku. Lihatlah segala perbuatanmu yang tidak pantas untuk ciptaan tuhan, dan pangkas sekarang juga. ~ Mencintai Diri, Putu Wijaya.

Read More

Friday, June 12, 2015

Hari Yang Kemarin

Dalam setiap perputaran waktu akan datang masa dimana kita bergembira dan melepaskan beban. Melepas lepas, mengejang, lalu terkulai lemas. Masih teringat dengan jelas tentang hari kemarin yang mana setiap penantian pasti akan berakhir juga. Penantian akan momen bergembira dan berfoto bersama toga dan sejenisnya. Berfoto bersama, bergembira bersama, berteriak lantang lepas lalu sekejap tercetak dalam lensa kamera. Momen wisuda yang begitu ditunggu oleh saya, oleh mereka, oleh kedua orang tua, dan oleh para semua mahasiswa. Dan kemarin, adalah giliran saya untuk menikmatinya. Menikmati wisuda, menikmati kebebasan yang saya pahami dengan jelas bahwa itu hanyalah kebebasan yang sementara. Tapi, tetap saja saya bersyukur bahwasanya saya telah menjadi seorang sarjana, sarjana muda, calon pencari kerja.



Hari yang kemarin biarlah menjadi yang kemarin, yang telah lalu dan melebur bersama waktu. Biarkan hari yang kemarin menjadi momen yang mengkristal dalam setiap keping-keping ingatan yang bersemai menjadi sebuah helaian-helaian kenangan yang nantinya akan terbuka ulang, terbuka lebar, terbuka lapang. Hari yang kemarin biarlah menjadi yang kemarin, layaknya kepingan puzzle yang satu persatu dikumpulkan untuk menghadapi masa yang akan datang. Masa pencarian, masa perjuangan.

Read More

Saturday, June 6, 2015

Surat Untuk Bapak Menpora

Kepada yang terhormat, Bapak Menpora.

Saya sebagai pecinta sepak bola Timnas Indonesia sejujurnya sangat kecewa dengan adanya surat pembekuanPSSI dari FIFA. Surat pembekuan yang melarang Timnas kita untuk bermain sepak bola di kancah internasional, serta tak memperbolehkan PSSI untuk menggulirkan kompetisi dalam negeri. Surat pembekuan dari FIFA yang datang karena adanya campur tangan pihak-pihak yang kami sebut itu pemerintah. Padahal sudah jelas adanya aturan dari FIFA yang mana PSSI haruslah bergerak independen tanpa campur tangan pemerintah, karena sanksinya apabila melanggarnya adalah sudah jelas, Pembekuan. Namun, bapak ternyata melanggarnya.

Seperti yang saya kutip dari Pandit Football, Sebagaimana hukuman yang berlaku segera, pencabutan hukuman pun dapat dilakukan dengan segera. Selama, tentu saja, PSSI mampu memenuhi empat ketentuan pencabutan hukuman yang ditentukan FIFA. Ketentuan pertama dari empat ketentuan tersebut adalah: Komite Eksekutif PSSI terpilih dapat mengelola perkara PSSI secara mandiri dan tanpa pengaruh dari pihak ketiga, termasuk kementerian (atau badan kementerian)Ketentuan kedua berisi pengembalian kewenangan terhadap tim nasional Indonesia kepada PSSI: Tanggung jawab mengenai tim nasional Indonesa kembali menjadi kewenangan PSSISeperti ketentuan kedua, ketentuan ketiga dan keempat juga berisi pengembalian kewenangan kepada PSSI (“tanggung jawab mengenai semua kejuaraan PSSI kembali menjadi kewenangan PSSI atau liga yang dibawahinya” dan “semua kesebelasan yang berlisensi PSSI di bawah regulasi lisensi kesebelasan PSSI dapat berkompetisi di kejuaraan PSSI”).
Read More

Thursday, May 21, 2015

Surat Untuk Warung Blogger

Hretan RoÄ‘endan... feliç Aniversari ... Šťastné Narozeniny... gelukkige Verjaardag... Maligayang Kaarawan... Joyeux Anniversaire... Alles Gute Zum Geburtstag...  boldog Születésnapot... Breithlá shona... Buon Compleanno... Selamat Hari Lahir... Gratulerer Med Dagen... Wszystkiego Najlepszego Z Okazji Urodzin... feliz Cumpleaños... Grattis PÃ¥ Födelsedagen... Wilujeung Tepang Taun... Happy Birthday... Selamat Ulang Tahun Warung Blogger!

Di dunia tersedia banyak bahasa, namun khusus momen ini tulisan dengan banyak bahasa namun tetap satu arti juga. Selamat Ulang Tahun Warung Blogger! Semoga di umur yang ke 4 ini, Warung Blogger diberi kesuksesan dan semakin melebarkan sayapnya dalam menyebarkan gerakan #HappyBlogging ke seluruh Indonesia.

Read More

Friday, May 15, 2015

Surat Untuk Madu

Hai, Madu.
Ini aku Ara, teman lama (mantan kekasih)mu yang kau panggil Kopi, gara-gara namaku Mahmud Arabika. Arabika. Ya, Kopi Arabika, kopi yang jadi favorit ayahku dan jadi sumber rejeki keluargaku. Ya, ayahku adalah peramu kopi arabika, ayahku sangat menyukainya. Dan entah sebab apa, kita bertemu di kedai kopi di tengah kota. Rima Dunarsih, itulah namamu. Rima Dunarsih, ku plesetkan jadi Madu sesuai namamu riMA-Dunarsih. Dan kau pun tertawa menerimanya. Aku tertawa. Kita tertawa bersama.

Rabu malam setahun kemudian, di tempat yang sama, kau mungkin tak sadar hari itu akan menjadi pertemuan yang penting. Berbulan-bulan sudah ku tahan cintaku padamu, dan hari ini adalah hari yang tepat untuk mengutarakannya padamu. Aku bingung, harus bagaimana mengatakannya dan bagaimana cara mengutarakannya. Aku tak begitu ahli soal begini. Ketika berangkat aku bimbang, apakah mesti kubukakan seluruh perasaanku agar kau dapat mengetahuinya. Atau aku biarkan saja tertutup karena kau pasti bukan tak tahu, hanya saja barangkali aku sebenarnya yang tak tahu.

Read More

Wednesday, May 13, 2015

Kopi dan Madu

Malam kemarin adalah malam rabu, malam dimana kopi dan rindu yang menjadi kombinasi rasa yang baru. Rasa baru yang menjadikan hati dan pikiran menjadi tak menentu, tertutup awan kelabu. Seketika pahitnya kopi berubah sepahit cairan empedu. Membuat lidahku kelu, membuat mulutku tergugu, tergugu dan membisu. Tanpa bisa ditahan, tanpa bisa dicegah semua terjadi begitu saja, semua gara-gara kamu. Kamu, sosok wanita yang entah kenapa semesta mempertemukannya denganku. Aku tak tahu, tak tahu mengapa semesta memilihmu?

Manis laksana madu, itulah kesan pertama tatkala bertemu denganmu. Perkenalan singkat yang didominasi oleh senyumanmu. Senyum simpul yang begitu menghancurkan, meruntuhkan segala pondasi benteng pertahanan diri yang sudah berdiri di hatiku sejak dulu. Seketika lumer, seketika melebur menjadi satu. Itu karena kamu, kamu dan senyumanmu. Entah kenapa seketika lidahku menjadi kelu, tak bisa berkata, menjadi bisu.

Read More

Wednesday, April 29, 2015

Pertanyaan Bodoh

Alangkah bodohnya pertanyaanku karena memaksa memilih sesuatu yang tak kamu suka, dan tak ada yang tepat bagimu untuk memilihnya. Memaksamu untuk memilih kanan atau kiri, buruk atau baik, salah atau benar, karena apapun pilihannya pada dasarnya semua akan tak berguna. Karena kau tak akan mampu untuk menjawabnya, karena kau bukan keduanya. Kau adalah sesuatu yang lain, sesuatu yang berbeda yang tak tertulis dalam enkrispi alam semesta, sesuatu yang lain yang mana tak akan mungkin keluar penjelasan yang sekiranya sesuai dengan jalan pikiranku, pikiranmu atau pikiran mereka. Semua jawaban tidak akan mungkin keluar kalau kau tidak diusut dengan pertanyaan yang sebodoh ini. Pertanyaan bodoh yang membuatnya makin terlihat bodoh.

Read More