Tak terasa sudah hampir 20 tahun lebih hidupku berjalan. Tanpa terasa waktu telah begitu cepat berkilat. Meninggalkan sisa kilatan masa kecil yang terasa masih hangat, melekat kuat dalam setiap jengkal pikiran. Memenuhi ruang kosong yang mereka sebut hati. Masih terasa kosong, tapi biarlah begitu. Karena kosong adalah isi, isi adalah kosong, ah begitulah petuah Jenderal Tian Feng dahulu kala. Masih aku ingat dengan lekat. Ah begitulah aku, mudah sekali tercekat dalam sekat penat. Sekat yang begitu saling merekat.
Waktu terus berjalan dan aku terus mencari. Mencari sesuatu yang tak bisa aku ganti. Mengganti dengan istilah manusia yang mudah untuk mereka mengerti. Aku tak mengerti, dan terkadang aku tak peduli untuk memberinya makna akan sebuah arti pada mereka. Karena aku tahu bagaimana rasanya memberi arti spesial pada seseorang, namun nyatanya spesialku itu tak ada artinya, hanya sepasang karet gelang sebagai pertandanya. Bagaikan nasi goreng spesial yang perlahan menjadi basi, menjadi tak layak untuk dikonsumsi. Menjadikannya sosok yang berbeda dalam sisi yang lain. Sisi lain yang tak bisa aku mengerti.
